Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Cuaca Ekstrem, Kunjungi 11 Wisata Indoor di Yogyakarta 

Kompas.com - 28/12/2022, 23:49 WIB
Ulfa Arieza

Penulis

 

KOMPAS.com - Yogyakarta tidak hanya memiliki wisata alam. Ada sejumlah wisata dalam ruangan (indoor) yang bisa dikunjungi untuk menghindari cuaca ekstrem yang tengah melanda Indonesia.

Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda wilayah Indonesia hingga awal 2023, berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Cuaca Kurang Baik, Pantai Glagah Kulon Progo Tetap Diserbu Pengunjung

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, cuaca ekstrem ditandai dengan hujan lebat, kecepatan angin tinggi, dan ketinggian gelombang meningkat. 

"Untuk potensi hujan dengan intensitas signifikan selama periode 27 Desember 2022-2 Januari 2023 yang perlu diwaspadai terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTT, dan NTB," ujarnya dikutip dari Kompas.com (27/12/2022).

Wisata indoor Yogyakarta

Prediksi cuaca ekstrem tersebut bertepatan dengan momentum libur akhir tahun. Namun, masyarakat masih bisa menikmati libur akhir tahun dengan mengunjungi obyek wisata indoor di Yogyakarta, sebagai berikut.

Baca juga: Cuaca Ekstrem hingga Awal 2023, Ini 15 Wisata Indoor di Jateng 

1. Keraton Yogyakarta 

Sengkalan memet di Keraton Yogyakarta dengan wujud sepasang naga dikombinasikan dengan lambang Kasultanan Yogyakarta berbunyi ?Kaheksi Nagaraja Manjing Kadhaton?, yang memiliki arti  dewa naga (terlihat) memasuki keraton. Sengkalan ini menandai peresmian museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1992 Masehi. kratonjogja.id Sengkalan memet di Keraton Yogyakarta dengan wujud sepasang naga dikombinasikan dengan lambang Kasultanan Yogyakarta berbunyi ?Kaheksi Nagaraja Manjing Kadhaton?, yang memiliki arti dewa naga (terlihat) memasuki keraton. Sengkalan ini menandai peresmian museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1992 Masehi.

Sebagian area Keraton Yogyakarta berada dalam ruangan, sehingga masih bisa dikunjungi meskipun cuaca ekstrem.

Keraton Yogyakarta menyimpan banyak saksi sejarah perkembangan budaya Jawa dan Indonesia. Mengutip Kompas.com, (3/7/2021), keraton ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada 1755, setelah Kerajaan Mataram Islam terpecah menjadi dua.

Kompleks Keraton Yogyakarta dibagi dalam tiga halaman yang membujur dari arah utara ke selatan. Wisatawan bisa melihat berbagai peninggalan keraton Yogyakarta, seperti benda pusaka, kereta kuda kerajaan, potret, dan lainnya.

Baca juga: Mengenal Prajurit Keraton Yogyakarta Melalui Paket Wisata Bregada Adventure

2. Benteng Vredeburg 

Kompleks dalam Benteng Vredeburg.kebudayaan.jogjakota.go.id Kompleks dalam Benteng Vredeburg.

Tak jauh dari Keraton Yogyakarta, wisatawan bisa menjumpai Benteng Vredeburg.

Obyek wisata sejarah ini memiliki koleksi berupa minirama Kongres Boedi Oetomo, diorama pelantikan Soedirman sebagai Panglima Besar TNI, mesin ketik Surjopranoto, kendil yang digunakan oleh Soedirman, dokumen Soetomo, dan sebagainya.

Terdapat beberapa bangunan di dalam benteng, seperti rumah perwira, rumah residen, asrama prajurit, gudang senjata, gudang logistik, hingga rumah sakit, seperti dikutip dari laman  Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

Benteng Vredeburg dulunya digunakan oleh Belanda untuk mengontrol segala perkembangan yang terjadi di dalam keraton. Lokasinya di dekat Titik Nol KM Yogyakarta.

Baca juga: Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh sejak 1760

3. Taman Pintar 

Taman Pintar Yogyakarta. Dok. Shutterstock/Cahya Ilahi Taman Pintar Yogyakarta.

Tempat wisata indoor Yogyakarta selanjutnya adalah Taman Pintar.  Lokasinya, cukup strategis karena dekat dengan tempat wisata lainnya, yakni Jalan Malioboro, Titik Nol Kilometer Yogyakarta, dan Benteng Vredeburg, tepatnya  di Jalan Panembahan Senopati Nomor 1-3, Yogyakarta.

Mengutip situs Taman Pintar Yogyakarta, disebut Taman Pintar karena para siswa dapat leluasa memperdalam materi-materi pelajaran sekaligus berwisata. Mayoritas wahana edukasi di Taman Pintar berada di dalam ruangan, sehingga pengunjung tetap aman dari cuaca ekstrem.

Sejumlah zona yang dapat dikunjungi mulai dari zona pengolahan sampah, wahana bahari, science theater, playground, zona perpustakaan, kampung kerajinan, gedung PAUD, planetarium, gedung kotak, dan gedung oval.  

Baca juga: Taman Pintar Yogyakarta Buka Wahana Baru untuk Libur Akhir Tahun

4. Museum Ullen Sentalu

Suasana di Museum Ullen Sentalu.Shutterstock/Harismoyo Suasana di Museum Ullen Sentalu.

Museum menjadi obyek wisata yang tepat dikunjungi untuk menghindari cuaca ekstrem. Jika kamu berada di Yogyakarta bisa mendatangi Museum Ullen Sentalu yang berada di Jalan Boyong, Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Museum ini menampilkan benda peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Selain itu, ada peninggalan para bangsawan di masa Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.

Ikon Ullen Sentalu Museum yang hits di kalangan wisatawan adalah relief yang ditata miring.

Mengutip Kompas.com (4/5/2022), sejumlah koleksi yang dipamerkan pada museum ini antara lain gamelan, lukisan, arca, batik, dan sebagainya. Lokasinya berada di Jalan Boyong, Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Baca juga: Wisata di Sleman, Keliling Candi hingga Pergi ke Museum Ullen Sentalu

5. Museum Dirgantara 

Museum Dirgantara, Yogyakarta.Shutterstock/Danzvantyo Museum Dirgantara, Yogyakarta.

Museum ini memiliki nama lengkap Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla), mengutip laman Visiting Jogja Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun, masyarakat lebih familiar dengan nama Museum Dirgantara Yogyakarta atau Museum Pesawat Terbang. 

Menempati area seluas 12.000 meter persegi, museum ini memiliki 61 koleksi pesawat terbang yang pernah ikut menjaga wilayah udaraIndonesia.

Selain koleksi pesawat terbang, pengunjung juga bisa melihat koleksi pakaian peninggalan pahlawan nasional dari TNI Angkatan Udara, serta diorama pembentukan dan peran TNI Angkatan Udara. 

Lokasinya berada di komplek Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Hotel Accor Meriahkan Java Jazz 2024 dengan Kuliner dan Hiburan

Hotel Accor Meriahkan Java Jazz 2024 dengan Kuliner dan Hiburan

Travel Update
787.900 Turis China Kunjungi Indonesia pada 2023, Sebagian ke Labuan Bajo

787.900 Turis China Kunjungi Indonesia pada 2023, Sebagian ke Labuan Bajo

Travel Update
4 Aktivitas yang bisa Dilakukan di Hutan Kota Babakan Siliwangi

4 Aktivitas yang bisa Dilakukan di Hutan Kota Babakan Siliwangi

Jalan Jalan
Sempat Tutup karena Longsor, Kali Udal Gumuk di Magelang Buka Lagi

Sempat Tutup karena Longsor, Kali Udal Gumuk di Magelang Buka Lagi

Travel Update
Hutan Kota Babakan Siliwangi : Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Hutan Kota Babakan Siliwangi : Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
75.000 Orang Kunjungi Candi Borobudur Saat Peringatan Waisak 2024

75.000 Orang Kunjungi Candi Borobudur Saat Peringatan Waisak 2024

Travel Update
5 Kota Terbaik di Dunia Menurut Indeks Keberlanjutan Destinasi Global

5 Kota Terbaik di Dunia Menurut Indeks Keberlanjutan Destinasi Global

Travel Update
Pengembangan Kawasan Parapuar di Labuan Bajo Terus Diperkuat Penguatan Konten Budaya Manggarai

Pengembangan Kawasan Parapuar di Labuan Bajo Terus Diperkuat Penguatan Konten Budaya Manggarai

Travel Update
Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Travel Update
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat Ke-22 di Dunia

Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat Ke-22 di Dunia

Travel Update
DIY Ketambahan 25 Warisan Budaya Tak Benda, Pokdarwis Digandeng Ikut Lestarikan

DIY Ketambahan 25 Warisan Budaya Tak Benda, Pokdarwis Digandeng Ikut Lestarikan

Travel Update
Long Weekend Waisak Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogya Naik 41 Persen

Long Weekend Waisak Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogya Naik 41 Persen

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com