Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/01/2023, 06:31 WIB

KOMPAS.com - Indonesia menyambut positif kebijakan Pemerintah China yang akan membuka perbatasannya pada 8 Januari 2023.

Target kunjungan wisatawan asal Negeri Tirai Bambu sebanyak 253.000 orang pada tahun 2023 pun tetap dikejar.

Baca juga:

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

"Saya baru mendapat arahan dari Bapak Presiden bahwa target (wisatawan asal China) 253.000 itu tetap dikejar," kata dia dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf secara online, Senin (2/1/2023).

Waspadai kunjungan turis China, terkait Covid-19

Namun, dalam mengejar target tersebut, sambung dia, tetap diiringi kewaspadaan serta kesiapsiagaan untuk memantau, khususnya dari aspek kesehatan terkait Covid-19.

Sejumlah upaya kesiapsiagaan yang dimaksud ialah dengan menggalakkan vaksinasi Covid-19 dosis booster, serta sertifikasi CHSE di berbagai destinasi wisata, hotel, dan restoran.

Ilustrasi wisatawan mancanegara di Seminyak, Bali.Dok. Shutterstock/AsiaTravel Ilustrasi wisatawan mancanegara di Seminyak, Bali.

"Nah, di dalam negeri kami akan terus galakkan CHSE, kita ingin certified destination dan tentunya vaksinasi yang akan kita genjot, khususnya booster dalam menyambut wisman dari China dengan baik," tambah dia.

Adapun untuk kunjungan wisatawan dari China nantinya, pemerintah akan berfokus pada kualitas belanja dan lama tinggal para wisatawan tersebut di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Belum Berlakukan Syarat Tes PCR untuk Turis Asal China

"Mari kita fokus pada yang berkualitas dan berkelanjutan, lama tinggalnya lebih panjang, kualitasnya juga meningkat dari segi belanjanya kepada ekonomi lokal," tutup Sandiaga.

Meski mewaspadai turis China, pemerintah belum menetapkan prosedur dan syarat bagi mereka untuk masuk ke Indonesia.

"Ini (penerapan syarat hasil negatif tes PCR) belum diberlakukan. Jadi kami akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan," kata Sandiaga.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+