Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

20 Oleh-oleh Khas Cirebon, dari Batik Trusmi hingga Terasi Udang

Kompas.com - 07/01/2023, 21:01 WIB
Ulfa Arieza

Penulis

 

KOMPAS.com- Berkunjung ke Cirebon tidak lengkap rasanya jika belum membawa oleh-oleh khas Kota Udang bagi keluarga atau teman.

Ada beragam pilihan oleh-oleh khas Cirebon yang bisa dibeli saat berkunjung ke Kota Udang ini.

Mulai dari Batik Trusmi yang ikonik hingga terasi udang. Harganya pun cukup terjangkau serta mudah ditemukan di toko oleh-oleh.

Baca juga: 7 Hotel Dekat Stasiun Cirebon, Bisa Jalan Kaki 

Baca juga: 5 Fakta Stasiun Cirebon yang Bersejarah, Berdiri Sejak 1912

Kawasan Batik Trusmi CirebonWikimedia Commons Kawasan Batik Trusmi Cirebon

Oleh-oleh khas Cirebon

Berikut oleh-oleh khas Cirebon seperti dirangkum dari sumber Kompas.com dan Indonesia Travel

1. Batik Trusmi 

Batik trusmi khas CirebonWikimedia Commons Batik trusmi khas Cirebon

Batik Trusmi merupakan ikon produk ekonomi kreatif Cirebon, sekaligus menjadi oleh-oleh khas Cirebon.

Mengutip dari laman Indonesia Travel, Batik Trusmi memiliki sejarah yang cukup panjang sejak abad ke-14. Nama Batik Trusmi diambil dari lokasi pembuatan produk batik tersebut, yaitu Kampung Batik Trusmi.

Batik Trusmi terbagi menjadi dua jenis, yakni batik tulis dan batik cap. Semula Batik Trusmi dibuat dengan bahan dasar kain mori.

Namun dewasa ini, Batik Trusmi juga bisa dibuat dengan bahan lainnya, seperti sutera, poliester, rayon, dan bahan sintetis lainnya. Motif Batik Trusmi pun beragam, salah satunya motif batik mega mendung khas Cirebon.

2. Rebon

Ilustrasi rebon atau udang kecil. SHUTTERSTOCK/IKA RAHMA H Ilustrasi rebon atau udang kecil.

Cirebon terkenal dengan olahan rebon atau udang kecil, sehingga dijuluki Kota Udang. Jika berkunjung ke Cirebon, oleh-oleh yang satu ini wajib dibeli.

Produk rebon biasanya ditempatkan pada toples atau plastik. Pengunjung juga bisa membeli aneka olahan rebon tersebut.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Gratis di Cirebon, Bisa Mampir ke Kota Tua

3. Terasi udang 

Terasi udang khas CirebonKompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Terasi udang khas Cirebon

Terasi udang adalah salah satu olahan rebon yang menjadi alternatif oleh-oleh khas Cirebon. Terasi udang khas Cirebon memiliki cita rasa yang berbeda dari produk terasi lainnya.

Wisatawan bisa memilih terasi matang yang siap tabur dan dikonsumsi, atau terasi mentah sebagai bahan campuran sambal.

4. Sirup Cap Tjampolay

Oleh-oleh sirup pisang susu TjampolayKompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Oleh-oleh sirup pisang susu Tjampolay

Sirup Cap Tjampolay adalah sirup legendaris yang telah diproduksi sejak 1936. Wisatawan bisa memilih aneka rasa legendaris ini, antara lain mangga gedong, jeruk nipis, asam jeruk, serta yang paling laris, rasa pisang susu.

Satu botol Sirup Cap Tjampolay ukuran 630 ml dibanderol harga mulai Rp 35.000.

Baca juga: Bukit Cinta Anti Galau, Tempat Instagramable di Cirebon untuk Selfie

5. Tape ketan daun jambu

Ilustrasi tape ketan daun jambu cirebonShutterstock/Galuh Tati Ilustrasi tape ketan daun jambu cirebon

Jika biasanya tape ketan dibungkus daun pisang atau ditempatkan pada wadah plastik, maka di Cirebon tape ketan dibungkus daun jambu. Keunikan lainnya adalah tape tersebut ditempatkan pada ember kecil berwarna hitam.

Keunikan ini yang membuat tape ketan khas Cirebon menjadi istimewa. Dalam proses pembuatannya, ketan akan difermentasikan selama sekitar satu minggu dan dibalut daun jambu air hingga sari-sari air tape keluar.

Proses ini membuat tape ketan berwarna hijau dan rasanya manis. Tape ketan daun khas Cirebon ini bisa tahan hingga satu bulan setelah dibuat. 

6. Bawang goreng rebon 

Terasi Bawang Ibu RasKompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Terasi Bawang Ibu Ras

Keunikan bawang goreng khas Cirebon adalah dipadukan dengan rebon sehingga menambah cita rasanya.

Bawang goreng rebon bisa menjadi alternatif oleh-oleh khas Cirebon bagi wisatawan. Satu toples bawang goreng rebon ukuran 150 gram dibanderol harga Rp 40.000. 

Baca juga: Sejarah Gedung BAT Cirebon, Destinasi Bernuansa Eropa Tempo Dulu

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com