Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/01/2023, 08:31 WIB

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Musim durian di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (RIY) sudah mulai. Wisatawan juga bisa langsung membeli langsung ke petani untuk dimakan langsung atau dijadikan oleh-oleh.

"Sudah beberapa hari ini Patuk mulai panen Durian," kata Panewu atau Camat Patuk, Martono Imam Santoso kepada Kompas.com di Patuk Senin (16/1/2023).

Dikatakannya, banyak penjual durian yang menjajakan dagangannya di sekitar jalan Yogyakarta-Wonosari.

Baca juga: Panduan Wisata ke Bukit Durian Sagara Sukabumi

Adapun jenis durian yang dijajakan durian lokal seperti petruk, hingga durian kencono rukmi yang mirip buah lai di Kalimantan.

"Kalau mau beli banyak petani di Wilayah Patuk yang menjual hasil panen durian di rumahnya," kata Imam.

Imam mengatakan bahwa meski sudah masuk panen, jumlah durian belum sebanyak beberapa tahun lalu.

"Banyak juga yang gagal, tapi bersyukur sudah bisa kembali panen. Semoga bisa menambah perekonomian para petani di Kapanewon Patuk," kata Imam.

Beli durian di Patuk, Gunungkidul

Tina (60) salah satu petani dari kelompok Tani Sidodadi II, Padukuhan Gumawang, Kelurahan Putat mengatakan, dirinya menjual durian di rumah. Untuk harga, tergantung ukuran buah.

"Dari Rp 30.000 sampai Rp 75.000, tergantung ukurannya," kata dia.

Baca juga: Rute ke Bukit Durian Sagara di Sukabumi, Perhatikan Jenis Kendaraan

Dia mengatakan, masih banyak buah durian yang berada di pohon, dan diperkirakan masih beberapa pekan kedepan untuk panen.

Petani durian di Kapanewon Patuk, GunungkidulDok Panewu Patuk Petani durian di Kapanewon Patuk, Gunungkidul

"Masih kalau sampai dua minggu ke depan," kata dia.

Salah seorang pembeli asal kota Wonosari bernama Ulfah mengaku sengaja membeli langsung ke petani, karena lebih murah dan bisa memilih buah.

"Saya datang ke petani membeli untuk keluarga, dan di sini kan terjamin asli dari Gunungkidul. Juga banyak yang titip, sekalian buka jasa titip," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+