Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 10:04 WIB

 

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan sejumlah alasan Bali menjadi destinasi favorit wisatawan asal China.

Salah satunya adalah karena faktor keindahan alam yang dimiliki Pulau Dewata, khususnya wisata pantai. 

Baca juga:

Ia menyebutkan bahwa 216 wisatawan China yang tiba pada Minggu (22/1/2023) kemarin didominasi dari kalangan menengah ke atas yang ingin pergi ke pantai seperti Nusa Dua.

"Mereka menginginkan berwisata di Nusa Dua dan juga wisata di pantai, dan beberapa destinasi favorit di Bali," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara hybrid, Selasa (24/1/2023).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjelaskan bahwa wisatawan China memilih pantai sebagai destinasi karena negara asalnya memiliki daratan yang luas.

Sehingga, hal ini menyebabkan akses ke pantai atau perairan menjadi lebih sulit.

"Nusa Penida dan Tanjung Benoa jadi destinasi favorit mereka untuk melihat ombak, pantai, dan lain-lain," ujar laki-laki yang akrab disapa Cok Ace itu. 

Baca juga: 9 Tempat Wisata di Kuta Selatan Bali, Bisa Jalan di Bawah Laut

Faktor akulturasi budaya hingga kuliner

Dua seniman membawakan Tari Legong Prabu China dalam pagelaran tari klasik Bali di Pesta Kesenian Bali ke-41, Denpasar, Bali, Kamis (27/6/2019). Tari tersebut merupakan bagian dari Tari Legong Keraton yaitu salah satu dari sembilan tari Bali yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Dua seniman membawakan Tari Legong Prabu China dalam pagelaran tari klasik Bali di Pesta Kesenian Bali ke-41, Denpasar, Bali, Kamis (27/6/2019). Tari tersebut merupakan bagian dari Tari Legong Keraton yaitu salah satu dari sembilan tari Bali yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.

Lebih lanjut, ia mengatakan keterbukaan masyarakat Bali terhadap wisatawan asal China juga menjadi alasan lainnya. Keterbukaan itu, menurut dia, tak lepas dari akulturasi budaya yang sudah terjalin sejak lama.

"Banyak peninggalan-peninggalan Tiongkok yang dilestarikan di Bali. Banyak kebudayan Tiongkok yang terus kita kembangkan di Bali, sehingga baik manusia maupun budaya ini ada kecocokan," kata Cok Ace.

Baca juga: 10 Wisata Bedugul Bali, Banyak Spot Foto Instagramable  

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini juga menyampaikan alasan wisatawan China senang berkunjung ke Bali dan Indonesia keseluruhan, karena visa yang mudah. 

"Visa kita juga dianggap friendly atau ramah dibanding beberapa negara. Apalagi sekarang sudah ada visa on arrival dan bisa electronic payment," ujar dia.

Baca juga: 3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

Sehingga, saat ketibaan para wisatawan tersebut pada Minggu (22/1/2023), terbukti mereka senang karena proses penerbitan visa yang tidak sampai setengah jam. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+