Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Resmikan Terminal Tanjung Pinggir di Sumut, Simak 7 Faktanya

Kompas.com - 09/02/2023, 23:51 WIB
Ulfa Arieza

Penulis

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan Terminal Tanjung Pinggir di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (9/2/2023).

Selain Terminal Tanjung Pinggir, kepala negara juga meresmikan terminal di Sumut lainnya, yakni Terminal Amplas di Medan.

Baca juga: Jokowi Resmikan Terminal Amplas di Medan, Ketahui 7 Faktanya

Dalam sambutannya, Jokowi mendorong agar budaya menggunakan transportasi umum seperti bus terus dikembangkan.

“Kita harapkan dengan pembangunan Terminal Amplas, Kota Medan ini dan Terminal Tanjung Pinggir, Kota Pematangsiantar, budaya menggunakan transportasi bus ini bisa dikembangkan,” ujar Jokowi dalam siaran pers pada laman Sekretariat Kabinet

Baca juga: Kembangkan Pariwisata, Sumut Perbanyak Transportasi Antar Destinasi Wisata

Berikut sejumlah fakta Terminal Tanjung Pinggir Pematangsiantar yang baru saja diresmikan oleh Jokowi, seperti dihimpun Kompas.com.

Presiden Jokowi meresmikan Terminal Amplas di Medan pada Kamis (9/2/2023), setelah revitalisasi selama tiga tahun. Dok. BKIP Kementerian Perhubungan Presiden Jokowi meresmikan Terminal Amplas di Medan pada Kamis (9/2/2023), setelah revitalisasi selama tiga tahun.

1. Terminal tipe A 

Terminal Tanjung Pinggir merupakan terminal tipe A. Mengutip Kompas.com (18/9/2021), terminal tipe A adalah terminal yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat.

Selain itu, terminal ini memiliki wewenang melayani kendaraan umum angkutan lintas batas negara, antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), atau angkutan pedesaan.

Baca juga: Bandara Kualanamu Sumut Akan Buka 7 Rute Penerbangan ke Asia Selatan

Dari sisi fasilitas, terminal tipe A memiliki fasilitas paling lengkap. Meliputi, jalur pemberangkatan dan kedatangan kendaraan umum, kantor terminal, tempat tunggu penumpang, rambu dan papan informasi  yang memuat petunjuk jurusan, tarif, dan jadwal perjalanan.

Kemudian, terminal ini menyediakan tempat parkir kendaraan umum, menara pengawas, loket penjualan karcis, dan pelataran parkir kendaraan pengantar atau taksi.

2. Biaya revitalisasi Rp 43,4 miliar

Biaya revitalisasi Terminal Tanjung Pinggir menelan biaya mencapai Rp 43,4 miliar. Adapun sumber dananya dibiayai oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

3. Luas lahan

Terminal Tanjung Pinggir memiliki luas lahan terminal sebesar 32.891 meter persegi. Sementara, lahan seluas 13.156 meter persegi dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Adapun fasilitas terminal meliputi gedung terminal, mess karyawan, ruang istirahat sopir, lahan parkir, dan pertokoan.

Baca juga: Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com