Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/05/2023, 17:48 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei, kamu bisa merayakannya dengan berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional.

"Dulu saat diresmikan tahun 1974, ada tiga museum di sini, tapi setelah pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah pusat, semuanya dilebur jadi satu, yaitu Museum Kebangkitan Nasional," kata Educator Museum Titis Kuncoro Wati kepada Kompas.com, Jumat (12/5/2023).

Baca juga:

Wisatawan yang berkunjung nantinya akan mengetahui bagaimana sejarah STOVIA dan sejarah kebangkitan nasional.

Simak panduan lengkap berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional berikut.

Panduan lengkap ke Museum Kebangkitan Nasional

Jam buka dan harga tiket

Potret pengunjung sedang melihat daftar lulusan Stovia di Museum Kebangkitan Nasional.KOMPAS.com / Suci Wulandari Putri Potret pengunjung sedang melihat daftar lulusan Stovia di Museum Kebangkitan Nasional.

Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00, Senin dan hari libur nasional tutup. 

Baca juga: 4 Tips Berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional, Naik Transportasi Umum

Sementara harga tiket masuk Museum Kebangkitan Nasional dibedakan berdasarkan kategori usia pengunjung. Berikut rinciannya:

  • Tiket masuk pengunjung anak: mulai dari Rp 500 per orang jika datang bersama rombongan dan mulai dari Rp 1.000 per orang jika datang perorangan.
  • Tiket masuk pengunjung dewasa: mulai dari Rp 1.000 per orang jika datang bersama rombongan dan mulai dari Rp 2.000 per orang jika datang perorangan.

Baca juga: 5 Ide Spot Foto di Museum Kebangkitan Nasional, Ada Ruang Pameran

Cara beli tiket masuk Museum Kebangkitan Nasional

Titis mengatakan bahwa saat ini tiket masuk Museum Kebangkitan Nasional bisa dibeli secara online (daring) melalui situs web resmi Museum Kebangkitan Nasional.

"Bisa juga beli di sini (langsung), pembayarannya bisa tunai dan QRIS (non-tunai)," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Aktivitas di Museum Kebangkitan Nasional

Replika kapal VOC di Museum Kebangkitan Nasional.KOMPAS.com / Suci Wulandari Putri Replika kapal VOC di Museum Kebangkitan Nasional.

1. Lihat replika alat peraga

Museum Kebangkitan Nasional dulunya merupakan gedung yang digunakan oleh para pelajar School tot Opleiding van Indische Artsen atau disingkat dengan nama Stovia.

Stovia ialah sekolah pendidikan dokter pribumi di Batavia pada zaman Hindia Belanda. Maka dari itu, di sini wisatawan akan menemukan beragam alat peraga bertema kesehatan.

Beberapa replika alat peraga yang dulu kerap digunakan oleh para dokter zaman Hindia Belanda seperti aneka pisau, gunting, dan patung yang menampakkan anatomi tubuh manusia.

Baca juga: 4 Tips ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sumatera Barat

Bahkan ada pula mesin pemecah kepala dan alat bantu pernafasan yang dulu digunakan sebagai alat bantu pelajaran.

2. Berkunjung ke bekas asrama pelajar STOVIA

Titis mengatakan bahwa semua siswa pelajar kalangan laki-laki Stovia dulu tinggal di asrama. Kawasan asrama ini berada dekat dengan kelas dan ruang guru.

"Dulu pelajar yang laki-laki tinggal di asrama, sementara kalangan perempuan tinggal di indekos warga sekitar," katanya.

Baca juga: Mengenal Museum Dewantara Kirti Griya, Peninggalan Ki Hadjar Dewantara

Layaknya sebuah asrama, di sini wisatawan akan melihat jajaran tempat tidur, lemari, dan koper yang bentuknya seragam

3. Belajar sejarah perjuangan pelajar STOVIA

Tidak hanya belajar tentang kehidupan pelajar Stovia, tetapi wisatawan juga bisa mendalami sejarah penjajahan Belanda hingga lahirnya organisasi Budi Oetomo. 

Sejarah perjuangan pelajar Stovia diceritakan melalui patung peraga, sehingga pelajaran sejarah terkesan lebih menarik, seperti replika kapal VOC dan patung Kartini. 

Baca juga: 6 Tempat untuk Mengenang Jejak Kartini, Museum hingga Makam

4. Lihat lukisan asli Dokter Wahidin

Titis mengatakan, semua pajangan yang ada di Musuem Kebangkitan Nasional adalah replika, kecuali lukisan Dokter Wahidin Soedirohoesodo karya maestro seni lukis Basoeki Abdullah. 

Di sini wisatawan boleh memotret, asal tidak menggunakan lampu kilat kamera dan tidak menyentuh lukisan.

5. Foto-foto

Sejumlah patung tokoh pelajar STOVIA saat pembentukan Organisasi Budi Utomo. Pembentukan organisasi itu berlangsung di ruang anatomi Gedung STOVIA, yang saat ini jadi Museum Kebangkitan Nasional. KOMPAS.com/Muhammad Isa Bustomi Sejumlah patung tokoh pelajar STOVIA saat pembentukan Organisasi Budi Utomo. Pembentukan organisasi itu berlangsung di ruang anatomi Gedung STOVIA, yang saat ini jadi Museum Kebangkitan Nasional.

Bangunan yang ada di Museum Kebangkitan Nasional saat ini masih mempertahankan gaya bangunan zaman Hindia Belanda.

Lapangan yang luas dan arsitektur bangunan yang estetik dapat dimanfaatkan untuk berfoto-foto.

Baca juga: Tapak Tilas Lokasi Gugurnya Jenderal Ahmad Yani di Museum Sasmitaloka

Beberapa spot foto yang bisa dijadikan pilihan seperti di depan aula Budi Oetomo, di dalam asrama, di selasar, ataupun di ruang kelas bersama patung-patung pelajar Stovia.

Cara menuju ke Museum Kebangkitan Nasional

Meskipun wisatawan memiliki kendaraan pribadi, Titis menyarankan sebaiknya wisatawan datang ke Museum Kebangkitan Nasional dengan menumpangi transportasi umum.

"Kami di sini minim area parkir, karena langsung berhadapan dengan jalan raya. Pengunjung bisa naik transportasi umum," kata Titis.

Baca juga: 6 Tempat untuk Mengenang Jejak Kartini, Museum hingga Makam

Wisatawan bisa berkunjung ke Musuem Kebangkitan Nasional dengan menumpangi Transjakarta ataupun KRL Commuter Line.

Naik Transjakarta ke Museum Kebangkitan Nasional

Ilustrasi Transjakarta ke Museum Kebangkitan Nasional.Dok. Shutterstock/Shalstock Ilustrasi Transjakarta ke Museum Kebangkitan Nasional.

Ada dua rute Transjakarta yang bisa ditumpangi menuju Museum Kebangkitan Nasional, yakni:

  • Transjakarta Nomor 1P rute Senen-Blok M

Transjakarta rute ini bisa diakses dari Halte Terminal Senen, Halte Bangai VI, Halte Simpang Gunung Sahari III, Halte Sekolah Penabut Gunung Sahari. Halte Pasar Senen Jaya, Halte Atrium 1, Halte RSPAD 1, dan Halte RSPAD 2.

Baca juga: Mulai 16 Mei, Bus Wisata Gratis Monas-PIK Beroperasi Sabtu dan Minggu

  • Transjakarta Nomor 2P rute Senen-Gondangdia

Transjakarta rute ini bisa diakses dari Halte Gondangdia, Halte Atrium 1, Halte Atrium 2, Halte RSPAD 1, dan sampai di Halte Museum Kebangkitan.

Jarak halte Transjakarta dari pintu masuk Museum Kebangkitan Nasional cukup dekat, yakni sekitar 70 meter, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar dua menit.

Baca juga: 3 Tips agar Tidak Ketinggalan Bus Wisata Gratis dari Monas ke PIK

Tips berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional

Khusus wisatawan yang baru pertama kali datang, Kompas.com merangkum beberapa tips berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional.

1. Naik kendaraan umum

Museum Kebangkitan Nasional punya lahan parkir yang bisa dibilang cukup kecil untuk menampung kendaraan pengunjung.

Ilustrasi KRL, Stasiun ManggaraiKOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Ilustrasi KRL, Stasiun Manggarai

Maka dari itu, Titis menyarankan pengunjung untuk naik transportasi umum ke Museum Kebangkitan Nasional.

Jika naik KRL Commuter Line, calon pengunjung bisa turun di Stasiun Gondangdia. Setelah itu kembali melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online ke Museum Kebangkitan Nasional.

Baca juga: 4 Stasiun KRL Dekat Stasiun Gambir

2. Baca sejarah Stovia

Di Museum Kebangkitan Nasional terdapat replika bukti sejarah Stovia dan replika bukti sejarah Hari Kebangkitan Nasional.

Supaya kunjunganmu ke museum lebih seru dan bermakna, sebaiknya bacalah sekilas mengenai Stovia dan sejarah Hari Kebangkitan Nasional.

Baca juga: Sejarah STOVIA dan Kelahiran Boedi Oetomo

Selain membuat penjelasan dari pemandu museum lebih mudah dipahami, pengunjung juga bisa merasa masuk ke dalam cerita kehidupan Stovia pada zamannya, apalagi saat masuk ke area asrama.

 

 

3. Kirim surat untuk rombongan

Pengunjung mengisi buku tamu saat masuk ke Museum Kebangkitan Nasional.KOMPAS.com/SUCI WULANDARI PUTRI CHANIAGO Pengunjung mengisi buku tamu saat masuk ke Museum Kebangkitan Nasional.

Khusus pengunjung yang datang bersama rombongan, seperti kunjungan pelajar sekolah, disarankan mengirim surat ke pihak museum sebelum datang, setidaknya H-3 sebelum kunjungan. 

Hal itu juga memudahkan pihak museum untuk bersiap-siap menyambut pengunjung supaya layanan kunjungan lebih maksimal.

Baca juga: 11 Cagar Budaya Nasional Terbaru, Museum hingga Kompleks Candi

4. Bawa perlengkapan memotret

Kawasan Museum Kebangkitan Nasional punya lanskap gedung kuno, seperti rumah zaman Hindia Belanda. Maka dari itu, jangan lewatkan untuk berfoto di kawasan museum.

Jika datang sendiri, sebaiknya bawalah perlengkapan foto yang memadai seperti kamera dan tripod untuk membantu memotret.

Baca juga: 5 Ide Spot Foto di Museum Kebangkitan Nasional, Ada Ruang Pameran

Apabila ingin mendapat hasil foto yang bagus, disarankan mengenakan baju warna hitam ataupun baju dengan nuansa kuno supaya lebih menyatu dengan suasana kawasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Umbul Sigedang-Kapilaler di Klaten

Harga Tiket dan Jam Buka Umbul Sigedang-Kapilaler di Klaten

Travel Update
3 Wisata sambil Olahraga Alam Bebas di Bangka, Akses Dekat ke Bandara

3 Wisata sambil Olahraga Alam Bebas di Bangka, Akses Dekat ke Bandara

Travel Update
5 Aktivitas di Pantai Klotok Wonogiri, Main Air hingga Naik ATV

5 Aktivitas di Pantai Klotok Wonogiri, Main Air hingga Naik ATV

Travel Tips
10 Kota Termahal di Dunia, Peringkat 1 dari Negara Tetangga Indonesia 

10 Kota Termahal di Dunia, Peringkat 1 dari Negara Tetangga Indonesia 

Travel Update
5 Aktivitas di Pameran Repatriasi, Lihat Arca dan Ambil Majalah Gratis

5 Aktivitas di Pameran Repatriasi, Lihat Arca dan Ambil Majalah Gratis

Travel Tips
Harga Tiket Terbaru Gunung Api Purba Nglanggeran, Siang dan Malam Berbeda

Harga Tiket Terbaru Gunung Api Purba Nglanggeran, Siang dan Malam Berbeda

Travel Update
Umbul Sigedang-Kapilaler, Satu Lagi Pemandian dengan Air Sebening Kaca di Klaten

Umbul Sigedang-Kapilaler, Satu Lagi Pemandian dengan Air Sebening Kaca di Klaten

Jalan Jalan
Taman Nasional Terindah Ketiga di Dunia, Ternyata dari Indonesia

Taman Nasional Terindah Ketiga di Dunia, Ternyata dari Indonesia

Travel Update
Tiket Kereta Diskon 25 Persen di #DiIndonesiaAja Travel Fair, Yogyakarta Jadi Favorit

Tiket Kereta Diskon 25 Persen di #DiIndonesiaAja Travel Fair, Yogyakarta Jadi Favorit

Travel Update
6 Tips Berkunjung ke Pantai Klotok Wonogiri, Datang Pagi

6 Tips Berkunjung ke Pantai Klotok Wonogiri, Datang Pagi

Travel Tips
Liburan Sekeluarga Keliling Singapura, Kini Bisa Naik Transportasi Privat

Liburan Sekeluarga Keliling Singapura, Kini Bisa Naik Transportasi Privat

Travel Update
9 Tempat Wisata di PIK 2 buat Liburan Akhir Tahun 

9 Tempat Wisata di PIK 2 buat Liburan Akhir Tahun 

Jalan Jalan
4 Tips Berburu Promo di #DiIndonesia Aja Travel Fair 2023, Jangan Buru-buru

4 Tips Berburu Promo di #DiIndonesia Aja Travel Fair 2023, Jangan Buru-buru

Travel Tips
AirAsia Tunda Pindah Penerbangan Domestik ke Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta

AirAsia Tunda Pindah Penerbangan Domestik ke Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta

Travel Update
Promo Tiket Pesawat #DiIndonesiaAja Travel Fair 2023, ke Bali Rp 700.000an

Promo Tiket Pesawat #DiIndonesiaAja Travel Fair 2023, ke Bali Rp 700.000an

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com