Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/05/2023, 12:31 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

Dibentuknya Organisasi Budi Oetomo

Meski organisasi Budi Oetomo didirikan pada 20 Mei 1908 dan setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tanggal ini hanyalah simbolis dari perjuangan.

"Tanggal 20 Mei 1908 itu titik puncak perlawanan para pelajar Stovia. Perjuangan  pelajar Stovia sebenarnya sudah dilakukan sejak mereka di asrama," kata Titis.

Titis menceritakan, jauh sebelum organisasi Budi Oetomo lahir, mulanya Soetomo bertemu dengan Dokter Wahidin yang sedang melakukan penggalaman dana untuk pendidikan pelajar di Stovia.

Pada saat itu Soetomo mengungkapkan kekagumannya kepada Dokter Wahidin, hingga terjadilah suatu perbincangan yang menghasilkan konklusi bahwa Dokter Wahidin dan Soeteomo punya misi yang sama untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Baca juga:

Jadilah setelah Soetomo meneruskan pendidikan kedokteran di Stovia, ia mulai mengajak pelajar lainnya untuk sama-sama berjuang melawan pemerintah Hindia Belanda.

"Ayah Soetomo dulu meminta anaknya (Soetomo) untuk masuk sekolah kedokteran. Kalau kakek Soetomo menghendaki agar Soetomo masuk Osvia (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren) saja, yaitu sekolah pamong praja," kata Titis.

Beberapa organisasi yang muncul setelah dibentuknya Budi Oetomo.KOMPAS.com / Suci Wulandari Putri Beberapa organisasi yang muncul setelah dibentuknya Budi Oetomo.

Bukan tanpa alasan, ayah Soetomo meminta Soetomo untuk melanjutkan pendidikan kedokteran agar Soetomo bisa menolong langsung masyarakat yang membutuhkan. Sementara, para pejabat pemerintah tidak bisa melawan birokrasi yang sudah ada.

Organisasi Budi Oetomo dibeantuk di ruangan anatomi, karena ruangan anatomi merupakan ruangan yang cukup besar pada masa itu untuk menampung para pelajar.

Setelah dibentuknya Budi Oetomo, barulah terbentuk organisasi perjuangan di berbagai bidang. Itulah alasan Budi Oetomo disebut juga sebagai Ibu Perhimpunan.

"Ketika bicara tentang kebangkitan nasional, itu tidak berhenti di 20 Mei 1908, tapi harus kita bawa sampai sekarang," pungkas Titis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Face Recognition di Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Berlaku Hari Ini

Face Recognition di Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Berlaku Hari Ini

Travel Update
Cara Naik Kereta Cepat Whoosh, Gratis sampai 7 Oktober 2023

Cara Naik Kereta Cepat Whoosh, Gratis sampai 7 Oktober 2023

Travel Tips
Batik Banyak Dikenakan Tokoh Dunia, Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekspor

Batik Banyak Dikenakan Tokoh Dunia, Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekspor

Travel Update
Ekspor Batik Belum Signifikan, Menparekraf Dorong Peningkatan 30 Persen

Ekspor Batik Belum Signifikan, Menparekraf Dorong Peningkatan 30 Persen

Travel Update
Rumah Batik Palbatu di Tebet: Lokasi, Jam Buka, dan Tarif Workshop

Rumah Batik Palbatu di Tebet: Lokasi, Jam Buka, dan Tarif Workshop

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Museum Tekstil di Jakarta, Datang Lebih Awal

5 Tips Berkunjung ke Museum Tekstil di Jakarta, Datang Lebih Awal

Travel Tips
India Bakal Larang Pilot Pakai Parfum?

India Bakal Larang Pilot Pakai Parfum?

Travel Update
Jakarta Pernah Punya Kampung Batik, Kini Sudah Tiada

Jakarta Pernah Punya Kampung Batik, Kini Sudah Tiada

Travel Update
Hari Batik Nasional 2 Oktober 2023, Museum Batik Indonesia di TMII Diresmikan

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2023, Museum Batik Indonesia di TMII Diresmikan

Travel Update
KAI Akan Luncurkan Kereta Mewah Kompartemen, Ini Fasilitasnya

KAI Akan Luncurkan Kereta Mewah Kompartemen, Ini Fasilitasnya

Travel Update
Wayang Jogja Night Carnival Digelar 7 Oktober 2023, Bawakan Cerita Karangan Sri Sultan HB X

Wayang Jogja Night Carnival Digelar 7 Oktober 2023, Bawakan Cerita Karangan Sri Sultan HB X

Travel Update
Pohon Robin Hood 300 Tahun di Inggris Ditebang, Pelakunya Ditahan Polisi

Pohon Robin Hood 300 Tahun di Inggris Ditebang, Pelakunya Ditahan Polisi

Travel Update
Cara Berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta, Coba Ikut Membatik

Cara Berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta, Coba Ikut Membatik

Travel Tips
5 Aturan Berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta, Patuhi Arahan Petugas

5 Aturan Berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta, Patuhi Arahan Petugas

Travel Tips
Aturan dan Cara ke Museum Batik Indonesia di TMII, Dekat dari LRT

Aturan dan Cara ke Museum Batik Indonesia di TMII, Dekat dari LRT

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com