KOMPAS.com - Ruang baca di Perpustakaan Saidjah Adinda dipisah menjadi tiga ruangan, yaitu ruang khusus anak-anak, ruangan umum, dan ruangan referensi.
Masyarakat yang ingin berkunjung bisa langsung datang ke lokasi tanpa dikenai biaya apapun.
"Karena anak-anak karakternya tidak bisa diatur, jadi kita pisahkan ruangannya dengan ruangan dewasa," kata Pustakawan Perpustakaan Saidjah Adinda Maisya saat ditemui oleh Kompas.com di lokasi, Jumat (26/5/2023).
Bila tertarik mampir ke Perpustakaan Saidjah Adinda, simak beberapa tips berkunjung berikut.
Baca juga:
Menurut informasi yang disampaikan oleh Maisya, Perpustakaan Saidjah Adinda biasanya ramai dikunjungi kalangan anak-anak pada pagi hari.
Ruangan khusus anak-anak memang dipisah dari ruangan khusus kalangan dewasa, tetapi balkon untuk tempat diskusi hanya terpisah kaca penutup yang tidak kedap udara di sebelah ruangan anak.
Jika pengunjung ingin menggunakan balkon perpustakaan sebagai tempat diskusi, disarankan datang saat siang menjelang sore supaya suasana diskusi lebih kondusif.
Baca juga:
Ruangan khusus anak di Perpustakaan Saidjah Adinda.
Anak-anak usia di bawah lima tahun yang berkunjung ke Perpustakaan Saidjah Adinda sebaiknya didampingi oleh orang tuanya.
Bukan tanpa alasan, meskipun ada petugas perpustakaan yang mengawasi, tapi pustakawan bukanlah petugas penjaga anak.
Baca juga: Water Toren Rangkasbitung: Jam Buka dan Harga Tiket Masuk
Ditambah ruangan khusus anak berada di dekat kawasan balkon, dikhawatirkan anak-anak akan mendekat ke balkon dan berpotensi terjatuh dari ketinggian.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.