Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bali Maritim Tourism Hub, Gerbang Penghubung Pariwisata di Indonesia Timur

Kompas.com - 14/05/2024, 13:01 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Proyek pembangunan Bali Maritim Tourism Hub atau BMTH diproyeksikan akan menjadi gerbang penghubung jalur pariwisata di Indonesia bagian timur.

“Banyak permintaan itu ke Lombok, Labuan Bajo, sama ke Raja Ampat. Tapi tidak menutup kemungkinan juga ke Belitung, Bintan, daerah Maluku, Maluku Utara, dan lain-lain,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat ditemui awak media di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (13/5/2024).

Ia menambahkan, fokus BMTH nantinya akan fokus ke pengoperasian kapal pesiar dan kapal layar.

Baca juga: Ke Bali dan Labuan Bajo Sebelum Fansign, Ji Chang Wook: Bisakah Saya Kembali ke Sana?

Namun yang terpenting, kata Sandi, Indonesia bisa memasok air, bahan bakar, serta kebutuhan seperti makanan dan infrastruktur untuk kapal pesiar tersebut.

Sehingga, tambahnya, akan menggiatkan ekosistem pariwisata dan aspek layanan untuk kebutuhan perbaikan.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

“Dampak ekonomi itu sangat besar, dan kemarin kita sudah rakor di tempat Pak Luhut, di Kemenkomarves dan akan dilanjutkan minggu ini rakor lanjutan di Bali untuk menindaklanjuti Marine Tourism Hub tersebut,” katanya.

Gerbang pariwisata Indonesia timur

Menambahkan dari laman Kompas.id (13/5/2024) kehadiran BMTH sebagai gerbang penghubung jalur pariwisata domestik dan internasional diharapkan turut merangsang peningkatan aksesibilitas destinasi wisata di Indonesia timur.

Sehingga, efek domino dari pengoperasian BMTH tidak hanya dirasakan oleh Bali, tetapi juga semua wilayah lain di Tanah Air.

Danau Cinta (Love Lake) tampak dari puncak bukit di Pulau Karawapop, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (21/10/2023).KOMPAS.COM/ FARID ASSIFA Danau Cinta (Love Lake) tampak dari puncak bukit di Pulau Karawapop, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (21/10/2023).

Sebagai informasi, BMTH merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan rampung dibangun dan mulai beroperasi pada September 2024.

Pengembangan dan pengelolaan BMTH nantinya dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sebagai pengelola Pelabuhan Benoa. Lokasinya ada di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Baca juga: Penelitian Baru, Ada Pola Pergerakan Pari Manta Karang di Raja Ampat

Cetak biru proyek pembangunan BMTH memperlihatkan bahwa kawasan dibangun untuk mengintegrasikan sektor pariwisata, pelabuhan, dan pusat hiburan.

BMTH nantinya akan mengintegrasikan berbagai fasilitas maritim, seperti terminal kapal pesiar, yacht, dan kapal pengangkut gas alam cair.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com