Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Waisak 2024, Okupansi Hotel di Area Borobudur Terisi Penuh

Kompas.com - 15/05/2024, 10:39 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di lingkar satu area Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, sudah terisi penuh jelang perayaan Waisak 2024 pada Kamis (23/5/2024). 

“Sudah terpesan (100 persen) di lingkar satu, jadi sampai dengan desa wisata sudah semuanya, kamar homestay sudah habis terpesan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat ditemui di Gedung Sasomo Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (14/5/2024).

Baca juga: Pelepasan 40 Bhikku Thudong untuk Waisak 2024 Digelar di TMII

Ia menambahkan, beberapa wilayah lain di sekitar Borobudur masih tersedia sebagai penyangga. Di antaranya akomodasi di kawasan Magelang, sekitar Yogyakarta, dan Kulon Progo.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono menyampaikan, tingkat okupansi hotel yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sekitar Candi Borobudur tercatat hampir 90 persen.

“Sudah terisi hampir 90 persen, jadi memang karena lokasi premium. Tapi juga pastinya di sekitar Yogyakarta, Solo, dan Semarang pasti akan mulai penuh jelang 23 Mei 2024,” kata Maya saat ditemui awak media di Gedung Sasono Utomo, TMII, Jakarta Timur, Selasa (14/5/2024).

Ia melanjutkan, mengingat puncak perayaan Tri Suci Waisak 2024 bertepatan dengan momen libur panjang atau long weekend, Maya berharap wisatawan bisa menetap sekitar lima hingga enam hari di kawasan Borobudur.

Dengan demikian, katanya, kunjungan wisatawan ke kawasan Borobudur dapat berdampak baik terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Baca juga: Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Sandiaga menambahkan, gelaran Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur ditargetkan akan meningkatkan transaksi sekitar 15 hinggga 20 persen.

“Bisa kita sampaikan (target peningkatan transaksi) 15 sampai 20 persen, dengan target spending (pengeluaran) wisatawan mancanegara (sekitar) 1500 sampai 2000 dolar amerika serikat,” kata Sandi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan adanya gelaran Waisak 2024 di Candi Borobudur, diharapkan dapat menggaet sekitar 200.000 hingga 300.000 kunjungan wisatawan.

Baca juga: Cara Beli Tiket Festival Lampion Waisak 2024 di Candi Borobudur

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat ditemui di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Selasa (14/5/2024)Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat ditemui di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Selasa (14/5/2024)

Sebagai informasi, puncak perayaan Tri Suci Waisak 2024 yang akan jatuh pada Kamis (23/5/2024) akan digelar di Candi Borobudur. 

Tahun ini sekitar 40 Bhikku dari berbagai negara di Asia Tenggara akan melakukan thudong atau ritual berjalan kaki jelang puncak Waisak 2024.

Penyambutan dan pelepasan 40 Bhikku digelar di TMII pada Selasa (14/5/2024), setelahnya para Bhikku akan bertolak menuju Semarang menumpangi kendaraan.

Dari Semarang, para Bhikku akan mulai ritual thudong menuju Candi Borobudur. Usai puncak Waisak 2024, nantinya para Bhikku akan bertolak ke Muaro Jambi.

Para Bhikku yang ikut serta dalam ritual thudong berasal dari Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. 

Baca juga: Rangkaian Acara Perayaan Tri Suci Waisak 2024 di Candi Borobudur

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com