Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketentuan Bhikku Saat Thudong, Boleh Makan Sebelum Pukul 12 Siang

Kompas.com - 16/05/2024, 15:05 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Thudong merupakan tradisi berjalan kaki yang dilakukan oleh para Bhikku jelang perayaan puncak Tri Suci Waisak.

Tahun ini, thudong dimulai oleh para Bhikku dengan berjalan kaki dari Kota Semarang menuju lokasi Tri Suci Waisak 2024 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. 

Baca juga:

Menurut Wakil Ketua Panitia Nasional Waisak YM Bhikku Dhammavudho, thudong pada dasarnya tidak hanya sekadar berjalan kaki, tapi bertujuan memaknai setiap langkah yang dilalui, serta berlatih melepaskan untuk mencapai kebahagiaan.

"Thudong itu bermakna pelepasan, dan juga berlatih kesabaran. Dalam ajaran Buddha, kebahagiaan itu kita peroleh dari diri sendiri, bukan dari luar," kata Bhikku Dhammavudho saat ditemui di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Selasa (14/5/2024).

Ia melanjutkan, saat pelaksanaan thudong, ada ketentuan yang wajib dipatuhi para Bhikku.

Baca juga:

Boleh makan sebelum pukul 12 siang

Rangkaian pelepasan Bhikku Thudong di Bukit Kassapa, Kota Semarang, Kamis (16/5/2024) pagi.KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah Rangkaian pelepasan Bhikku Thudong di Bukit Kassapa, Kota Semarang, Kamis (16/5/2024) pagi.

YM Bhikku Dhammavudho menuturkan, tidak ada pantangan ketika seorang Bhikku melakukan thudong. Tapi, ketentuannya yaitu para Bhikku hanya boleh makan dan minum sebelum pukul 12.00 siang.

"Sejauh ini tidak ada pantangan, cuma memang ada beberapa peraturan yang tetap dijalankan, seperti makan harus di bawah pukul 12.00 WIB," katanya.

Dulu, lanjutnya, sebelum ada teknologi jam analog dan jam digital, para Bhikku mengetahui waktu melalui telapak tangan.

Baca juga:

"Jadi para Bhikku itu bisa menerima makan sebelum pukul 12 siang. Dulu tidak ada jam, jadi menentukanya bisa dilihat dari garis tangan. Kalau sudah terang, berarti sudah tidak boleh makan," katanya.

Selain itu, tambahnya, para Bhikku juga tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis.

Terkait perbekalan berupa makanan dan minuman, para Bhikku diperbolehkan untuk membawanya selama di perjalanan. 

Tetapi pada saat prosesi thudong Waisak 2024, kata Bhikku Dhammavudho, makan dan minum untuk para Bhikku yang melakukan thudong sudah disediakan oleh panitia di lokasi tertentu.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com