Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Pilar Besi Kuno Berusia 1.600 Tahun di India yang Tidak Berkarat

Kompas.com - 19/05/2024, 20:08 WIB
Zeta Zahid Yassa,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Misteri yang mengejutkan para ilmuwan telah terungkap di kompleks Qutb Minar yang terdaftar di UNESCO di New Delhi. 

Di dalam kompleks ini, terdapat pilar besi setinggi 7,2 meter yang telah berdiri tegak selama 1.600 tahun tanpa berkarat, meskipun terpapar oleh udara bebas.

Meskipun teknologi pada saat pembangunannya terbatas, pilar besi ini tetap kokoh dan murni seperti saat pertama kali ditempa. Hal ini menjadi bukti dari keajaiban teknik yang digunakan oleh penrajin kuno India.

Baca juga: MotoGP India Terancam Dibatalkan, Diganti MotoGP Kazakhstan

Para ilmuwan mulai mempelajari pilar besi ini sejak tahun 1912 untuk mencari tahu mengapa pilar ini tidak berkarat.

Baru pada tahun 2003, para ahli di Institut Teknologi India (IIT) berhasil memecahkan misteri ini dan mengungkapkan jawabannya dalam jurnal Current Science.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas.com (@kompascom)

Sebab pilar besi tidak berkarat

Mereka menemukan bahwa pilar, terutama terbuat dari besi tempa, memiliki kandungan fosfor yang tinggi (sekitar 1 persen), dan tidak memiliki sulfur dan magnesium, tidak seperti besi modern. 

Selain itu, para pengrajin kuno menggunakan teknik yang disebut pengelasan tempa. Metode ini memungkinkan pilar untuk tetap kokoh dan tahan lama selama ribuan tahun.

Sebuah lapisan tipis misawite, senyawa besi, oksigen dan hidrogen, juga ditemukan di permukaan pilar. Lapisan ini terbentuk secara katalitik dengan adanya fosfor yang tinggi pada besi dan tidak adanya kapur, sehingga semakin meningkatkan daya tahan pilar.

Baca juga: Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Kehebatan teknik kuno India ini telah memukau para ilmuwan dan menjadi bukti nyata dari kehebatan metalurgi kuno India.

Selain keajaiban teknisnya, asal usul dari Pilar Besi juga diselimuti oleh misteri. Salah satu kisah yang beredar luas menelusurinya kembali ke Kekaisaran Gupta, khususnya di bawah pemerintahan Chandragupta II, sekitar abad ke-4 dan ke-5.

Menurut kisah ini, pilar ini didirikan di Kuil Varah di Gua Udayagiri, dekat Vidisha di Madhya Pradesh, sebagai sebuah monumen kemenangan yang didedikasikan untuk dewa Hindu, Dewa Wisnu.

Teori lain menyatakan bahwa patung Garuda, mitos burung elang tunggangan Wisnu, pernah berada di puncak pilar ini. Namun, patung ini telah hilang dari sejarah.

Beberapa catatan sejarah memuji tokoh-tokoh penting seperti Raja Anangpal dari dinasti Tomar, serta para penguasa Muslim seperti Iltutmish dan Qutbuddin Aibek, atas relokasi pilar tersebut ke kompleks Qutb.

Pilar Besi ini memiliki arti penting dalam seni dan kepercayaan spiritual masyarakat setempat. Menurut sebuah legenda, jika seseorang berdiri dengan punggung menghadap pilar dan melingkarkan tangan di sekelilingnya, keinginan akan terkabul.

Baca juga: Ketika Pajak Warisan Jadi Polemik di India

Meskipun begitu, untuk meminimalkan dampak dari manusia, ASI (Survei Arkeologi India) telah memasang pagar di sekeliling pilar ini. Hal ini dilakukan untuk melindungi keajaiban teknis dan makna spiritual dari Pilar Besi Qutb Minar.

Pelestarian pilar ini di dalam kompleks menjadi bukti dari upaya pelestarian warisan budaya yang dilakukan oleh pihak terkait. 

Arsitek konservasi dan ahli warisan menganggap pelestarian pilar ini luar biasa penting, karena dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan alternatif material yang berkelanjutan.

Dengan demikian, Pilar Besi Qutb Minar tidak hanya menjadi bukti dari keajaiban teknis kuno India, tetapi juga menjadi simbol dari upaya pelestarian warisan budaya yang bernilai tinggi.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com