Es Krim Antik di Kota Tua Medan

Kompas.com - 02/06/2012, 16:35 WIB
Editorkadek

KOMPAS.com – Bayangkan orang-orang Belanda yang terbiasa dengan hawa dingin tiba-tiba harus menetap di negara tropis nan panas. Akhirnya, kedai-kedai es krim pun muncul di berbagai daerah di Indonesia. Terutama di kota-kota besar pusat pemerintahan dan perdagangan di masa kolonial Belanda.

Medan, salah satunya. Kedai es krim itu masih ada hingga kini. Restoran Tip Top bukan sekedar kedai es krim. Restoran satu ini menjual menu-menu legendaris yang sudah ada sejak pertama kali Tip Top dibuka.

Bahkan tungku kayu bakar untuk mengolah masakan masih dipakai hingga saat ini. Usianya tungku itu sudah sekitar 78 tahun. Lebih tua daripada negara Indonesia itu sendiri.  

Awalnya, restoran Tip Top bernama Jangkie dan berlokasi di Jalan Pandu. Jangkie berdiri di tahun 1929 dan khusus berjualan kue. Di tahun 1934, kedai itu pindah ke daerah Kesawan, yaitu Jalan A. Yani dan berubah nama menjadi “Tip Top”.

Saat berganti nama itulah, Tip Top mulai berjualan makanan untuk jam makan siang, mulai dari nasi goreng, masakan Barat seperti steak dan salad, serta masakan Tionghoa seperti aneka olahan mi. Dan, tentu saja beragam es krim.

Dulu, orang-orang Belanda yang bekerja di kantor-kantor kawasan Kesawan makan siang di tempat ini. Kini, restoran Tip Top ramai dikunjungi penduduk setempat dan turis asing. Kue-kue lezat masih menjadi primadona.

Biar terasa ala meneer Belanda yang makan siang di Tip Top, bagaimana kalau pilih steak sebagai santap siang. Pilihan Anda bisa coba beef steak. Rasa steak memang tidak terlalu istimewa. Namun, saus kaldu sapi yang kental memberi rasa lebih pada daging sapi.

untuk masakan chinese food, bisa pilih Ifumi goreng. Mi kering yang masih kaku diberi siraman kuah kental yang berisi aneka sayuran dan bahan laut. Kuah sangat kental dan gurih, namun asinnya tak terlalu menyengat. Saat dikunyah, mi kering yang garing berpadu apik dengan kuah hangat.

Nah, untuk hidangan penutup, es krim menjadi menu wajib. Salah satu menu favorit es krim di Tip Top adalah Mexicanner. Satu sekup es krim, bisa rasa vanila atau cokelat, diberi saus cokelat. Kemudian tambahan potongan buah persik. Tak terlupa krim kocok dan buah ceri di atasnya.

Es krim disajikan di mangkuk aluminium untuk menjaga agar es krim tetap beku. Ya, es krim di Tip Top mudah cair. Hal ini menandakan, es krim tidak menggunakan bahan pengawet.

Satu hal lain yang menarik di Tip Top adalah para pelayan. Dengan kemeja putih atau kemeja motif batik dipadukan dengan celana panjang bahan warna hitam. Tambahan lagi peci sebagai penutup kepala, semakin membawa tamu ke masa jadul nan penuh kenangan.

 

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Imbas Virus Corona, Singapura Perkirakan Penurunan 20 Ribu Wisatawan di Entry Point

    Imbas Virus Corona, Singapura Perkirakan Penurunan 20 Ribu Wisatawan di Entry Point

    Whats Hot
    Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

    Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

    Jalan Jalan
    Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

    Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

    Whats Hot
    Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

    Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

    Jalan Jalan
    Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

    Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

    Makan Makan
    4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

    4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

    Makan Makan
    Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

    Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

    Whats Hot
    Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

    Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

    Whats Hot
    Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

    Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

    Jalan Jalan
    Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

    Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

    Jalan Jalan
    Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

    Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

    Makan Makan
    Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

    Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

    Whats Hot
    [POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

    [POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

    Whats Hot
    Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

    Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

    Jalan Jalan
    Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

    Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

    Jalan Jalan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X