Kompas.com - 20/09/2012, 18:12 WIB
EditorI Made Asdhiana

FRANS Seda (alm), ekonom dan mantan menteri tiga periode, memiliki visi luar biasa tentang industri pariwisata di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Keindahan Taman Laut Teluk Maumere menjadi andalan, selain obyek wisata lain. Ia pun membangun obyek wisata di pesisir itu, yakni Sao Wisata, untuk mempromosikan Teluk Maumere. Namun sayang, keindahan teluk itu sampai hari ini tidak dikelola baik oleh pemkab setempat.

Seda saat masih hidup (1927-2011) tidak hanya berbicara tentang pariwisata Maumere. Putra Sikka ini membuktikan langsung di lapangan dengan mendirikan pusat wisata bahari di pesisir Teluk Maumere, diberi nama Sao Wisata, dalam bahasa Sikka-Lio artinya rumah wisata. Kawasan ini memiliki luas 7,5 hektar, di antaranya 2,5 hektar untuk bangunan dan sisanya menjadi daya dukung lingkungan agar tetap sejuk dan hijau.

Manajer Sao Wisata, Heribertus Ajo, di lokasi Sao Wisata, 9 kilometer dari pusat Kota Maumere, Kamis (30/8/2012), mengatakan, Sao Wisata didirikan Seda tahun 1985 dan beroperasi pada 1987. Kompleks wisata yang dibangun hanya 2,5 hektar untuk kamar penginapan, restoran, aula, mes karyawan, tempat peristirahatan, kolam renang, dan tempat rekreasi.

”Pada awalnya Sao Wisata dibangun tanpa perhitungan profit, terpenting mempromosikan keindahan Teluk Maumere pada khususnya dan Sikka pada umumnya kepada turis mancanegara. Waktu itu Bapak Frans Seda menginvestasi cukup besar di bidang pembangunan listrik dan jaringan telepon sepanjang 9 kilometer dari pusat kota menuju Sao Wisata. Kami tanam tiang-tiang listrik dan telepon dan menyediakan sarana dan prasarana lain dengan biaya sendiri,” kata Ajo.

Tidak hanya itu, Seda mencarter pesawat khusus Merpati tiga kali dalam satu pekan selama dua tahun berturut-turut, membawa sejumlah turis asing ke Teluk Maumere. Manajemen Sao Wisata sejak saat itu terus mempromosikan keindahan Teluk Maumere melalui internet, sejumlah majalah pariwisata, dan flight magazine.

Kerang mutiara

Taman Laut Teluk Maumere mengandung sejumlah keindahan, antara lain terumbu karang, beraneka ragam tumbuhan laut, berbagai jenis kerang seperti kerang mutiara (Pinctada margaritifera), udang jarak (Panulirus polyphagus), kima raksasa/kima raja (Tridacna gigas), tiram batu (Spondylus ducalis), dan berbagai jenis ikan.

Tiga tahun berturut-turut (1994-1997) Seda mengadakan lomba foto bawah laut Teluk Maumere yang diikuti 50 fotografer dan turis asing dari 24 negara. Ia menyediakan hadiah 50.000 dollar AS bagi juara 1 hingga 3. Sao Wisata juga mengundang travel writer dari Japan Airlines, Malaysia Airlines, Garuda Indonesia, dan Merpati Nusantara Airline. Mereka tinggal di Sao Wisata hampir tiga bulan untuk menulis tentang Teluk Maumere.

”Kami ini pioneer operator pariwisata di Sikka. Awalnya kami tidak mengejar keuntungan, yang penting Maumere dan Sikka dikenal di berbagai mancanegara melalui keindahan taman lautnya,” kata Ajo.

Namun, sejumlah promosi Sao Wisata tidak ditopang kebijakan Pemkab Sikka yang tepat. Keindahan Teluk Maumere juga tidak terjual karena tidak didukung promosi dan kerja sama dari pemda setempat. Padahal, Teluk Maumere begitu strategis dan menyimpan keanekaragaman hayati laut yang sangat unik dan khas.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Jalan Jalan
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Travel Update
Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Travel Update
Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Travel Update
Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Travel Update
Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Travel Update
Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Travel Update
Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Travel Update
Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Jalan Jalan
Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.