3 Hal Menarik yang Bisa Ditemukan di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat

Kompas.com - 14/08/2018, 21:15 WIB
Panorama Taman Nasional Danau Sentarum dari puncak Bukit Tekenang di Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Panorama Taman Nasional Danau Sentarum dari puncak Bukit Tekenang di Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkunjung ke Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat selain menikmati keindahan alamnya yang masih asri, Anda juga harus mencoba dan menjumpai beberapa ikon menarik bagi wisatawan.

Secara geografis, Kabupaten Kapuas Hulu berada di hulu Sungai Kapuas dan berbatasan langsung dengan negara bagian Sarawak-Malaysia. Kapuas Hulu terletak persis di tengah-tengah pulau Kalimantan.

"Kami punya salah satu ikan termahal sampai madu organik yang banyak dipesan berbagai kota dan luar negeri sampai puluhan ton setahun," tutur Bupati Kapuas Hulu, A.M. Nasir, seusai meluncurkan Festival Danau Sentarum 2018, di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (13/8/2018).

1. Arwana Red

Arwana Red atau arwana merah merupaka salah satu ikan endemik di Kabupaten Kapuas Hulu juga merupakan salah satu ikan termahal dunia, harga ikan ini di 2017 mencapai Rp 500 juta satu ekor indukan.

Wisatawan bisa melihat ikan ini di beberapa danau besar di Kabupaten Kapuas Hulu, diantaranya Taman Nasional Danau Sentarum, dan Danau Lindung.

Proses panen madu hutan di Desa Semangit, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (27/10/2017). Proses panen madu hutan ini menggunakan teknik panen lestari sehingga panen bisa dilakukan lebih dari satu kali dalam setahun. KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWAN Proses panen madu hutan di Desa Semangit, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (27/10/2017). Proses panen madu hutan ini menggunakan teknik panen lestari sehingga panen bisa dilakukan lebih dari satu kali dalam setahun.
2. Madu hitam organik

Salah satu kekayaan alam lainnya ialah madu hitam organik dengan kualitas super. Nasir mengatakan madu alam ini sangat dicari oleh berbagai produsen obat, madu, herbal dan lainnya.

"Satu tahun kita hanya bisa produksi 20 ton, itu masih sangat kurang dengan kebutuhan dalam dan luar negeri yang ada," tuturnya.

Madu hitam organik ini dihasilkan oleh lebah madu hutan (Apis dorsata) yang menempel di dahan buatan, salah satu pohon putat.

Uniknya prosesi panen madu hutan ini masih sangat tradisional dan sarat akan budaya setempat. Anda bisa meihatnya langsung saat berkunjung ke Taman Nasional Danau Senarum, Dusun Batu Rawan, Desa Semangit, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

3. Kapal Badong, kapal tradisionalnya Kapuas

Salah satu kapal tradisional besar selain Phinisi ialah Kapal Bandong khas Sungai Kapuas ini. Namun Kapal Bandong ini khusus berlayar di sungai-sungai besar, dan tidak cocok untuk menahan ombak.

Pada masa jayanya tahun 1970-1990-an kapal ini digunakan untuk mengangkut muatan dengan berat belasan ton, dari hulu Sungai Kapuas ke hilir, atau sebaliknya.

Namun saat ini sudah mulai alih fungsi untuk keperluan pariwisata mulai untuk rapat, telusur Sungai Kapuas dan Danau Sentarum, hingga acara-acara gathering perusahaan dan keluarga.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X