Rabu, 1 Oktober 2014

/ Regional

Wali Kota Malang Ingin Kelola Bandara

Kamis, 15 Oktober 2009 | 09:29 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Wali Kota Malang, Jawa Timur, Peni Suparto berkeinginan untuk mengelola Bandara Abd Rahman Saleh untuk penerbangan sipil secara mandiri tanpa menggunakan dana APBD pemkot setempat.
    
"Pemkot Malang tak punya uang untuk membantu pendanaan perbaikan bandara, termasuk perbaikan landasan pacu yang rusak. Kalau melibatkan pemerintah akan sulit dan prosedurnya juga berbelit sehingga akan lebih baik kalau diserahkan kepada saya," ujar Peni di Malang, Kamis (15/10).
    
Hanya saja, katanya, anggaran untuk perbaikan dan pengelolaan bandara tersebut bukan miliknya pribadi, tetapi dengan cara mengundang pemilik modal yang ada di daerah itu. "Saya yakin mereka pasti bersedia membiayai pengembangan bandara, termasuk pengelolaannya," kata Peni.
    
Menurut dia, biaya perbaikan agar menjadi bandara yang memiliki standar dan operasional secara berkelanjutan paling tidak sebesar Rp 15 miliar.
    
"Dengan pengelolaan bandara yang ditangani swasta (tidak melibatkan pemerintah), operasional bandara pasti akan lancar kembali dan tidak sering ditutup akibat gangguan teknis," ujarnya.
    
Politisi dari PDI-P itu memastikan, masyarakat Malang sangat dirugikan dengan tidak beroperasinya Bandara Abd Saleh untuk penerbangan sipil tersebut.
    
"Saya sudah membicarakannya dengan para pemilik modal di daerah ini, dan mereka sanggup asal pengelolaannya sepenuhnya diserahkan kepada swasta," katanya.
    
Ia mengakui, semua itu juga pasti ada kompensasinya bagi pihak swasta, dan kompensasi tersebut juga dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) antara Mabes TNI-AU dan swasta (pemilik modal).
    
Sementara itu, penerbangan sipil di Bandara Abd Saleh Malang diperkirakan aktif kembali mulai minggu depan, dengan catatan perbaikan landasan pacu bisa dituntaskan paling lama lima hari.
    
Kabid Teknik Keselamatan Transportasi Dishubkominfo Kabupaten Malang Untung Sudarto mengakui, perbaikan landasan pacu membutuhkan waktu 3-5 hari atau tergantung dari sedikit banyaknya titik yang diperbaiki dan itu tergantung dari tim verifikasi.
    
"Kami perkirakan biaya perbaikan landasan pacu itu sekitar Rp 150 juta yang ditanggung oleh Dishub Jatim dan tiga Dishub Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang," katanya.
    
Bandara Abd Saleh ditutup untuk penerbangan sipil sejak 7 Oktober karena kerusakan di landasan pacu sekitar 133 titik. Kerusakan berupa pengelupasan aspal dan retak-retak sehingga membahayakan bagi penerbangan.


Editor : Abi
Sumber: