Kamis, 2 Oktober 2014

News / Travel

Empat Lawang, Anak Bungsu dengan Potensi Pariwisata

Selasa, 27 November 2012 | 14:51 WIB

KOMPAS.com - Meskipun merupakan anak bungsu dari Sumatera Selatan, namun Empat Lawang ternyata memiliki banyak potensi pariwisata karena sumber daya alamnya. Kabupaten yang didaulat menjadi awal start Musi Triboatton ini merupakan salah satu daerah penghasil durian dan kopi di Sumatera Selatan.

"Kalau anda pernah melihat durian-durian Palembang yang dijual di Jakarta, yah itu asalnya dari sini," ujar Budi Antoni Aljufri, Bupati Empat Lawang ketika menerima rombongan peserta Musi Triboatton di rumah dinasnya, Tebing Tinggi, Sumatra Selatan, Senin (26/11/2012). Jadi menurut Budi, sangat tepat jika wisatawan mengunjungi Empat Lawang, karena memiliki keindahan alam dan kenikmatan kuliner.

Sementara itu Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Sapta Nirwandar juga menganggap bahwa Empat Lawang sangat berpotensi untuk menjadi komoditas pariwisata. "Selain karena alamnya yang memang masih sangat alami, Empat Lawang juga memiliki banyak makanan khas, antara lain Lempok-nya," ucap Sapta di tempat yang sama.

Sapta berpendapat bahwa gelaran Musi Triboatton ini dapat mendongkrak pariwisata di Empat Lawang. "Saya yakin para peserta mancanegara yang datang hari ini akan dapat membuat Lempok mendunia, mereka akan bercerita tentang bagaimana enaknya Lempok di sini dan tentunya membelikan oleh-oleh," kata Sapta.

Lempok sendiri adalah makanan sejenis dodol yang dibuat dengan bahan dasar durian. Rasanya legit dan sangat terasa aroma durian yang terkandung di dalam lepok. Peserta Musi Triboatton memang tidak hanya disuguhi pemandangan alam namun juga kenikmatan kuliner di masing-masing kota.

Musi Triboatton sendiri diikuti oleh 10 tim peserta yaitu, Kamboja, Malaysia, Singapura, Thailand, Yogyakarta, Sumatera Selatan I, Sumatera Selatan II, DKI Jakarta, Jawa Barat dan juga International School yang anggotanya terdiri dari berbagai negara seperti Jerman, Lithuania, Polandia, AS, Jepang dan Denmark.

Pada acara ini para peserta memperebutkan total hadiah sebesar Rp 500 juta.Total para peserta akan mengarungi Sungai Musi sejauh 500 kilometer yang terdiri dari enam etape, yang akan dilalui dengan tiga jenis perahu yang berbeda seperti, perahu karet, kano dan perahu naga. Acara yang akan berlangsung hingga 1 Desember 2012 akan melalui empat kabupaten yaitu, Empat  Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin dan akan finish di Kota Palembang.

Hingga etape pertama berakhir tim asal Indonesia masih menguasai tiga besar. Sumatera Selatan II berhasil memuncaki klasemen dengan poin 20, disusul tim Jawa Barat pada posisi kedua dengan poin 17 dan ditempat ketiga Sumatera Selatan I dengan 14 poin.


Penulis: Vitalis Yogi Trisna
Editor : I Made Asdhiana