Minggu, 21 Desember 2014

Travel / News

Gubernur Bengkulu Buka Festival Tabot 2013

Selasa, 5 November 2013 | 12:28 WIB
KOMPAS.com/Firmansyah Festival Tabot 2013 dibuka secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah.
BENGKULU, KOMPAS.com - Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah resmi membuka Festival Tabot 2013 di Lapangan Merdeka, pukul 21.30 WIB, Senin (4/11/2013), dihadiri ribuan masyarakat yang tumpah ruah memenuhi lokasi kegiatan. Meski hujan deras mengguyur namun warga Bengkulu sangat antusias menyaksikan acara tahunan tersebut.

Festival Tabot merupakan festival adat masyarakat Provinsi Bengkulu yang dilakukan secara rutin setiap tahun. Festival ini juga merupakan ajang pariwisata daerah untuk publikasi budaya, seni dan wisata.

Gubernur Bengkulu dalam kata sambutannya menekankan Festival Tabot akan lebih melibatkan masyarakat internasional terutama negara-negara Iran dan Irak dimana garis sejarah tabot berasal. "Kita beruntung karena memiliki Festival Tabot yang terjadi sejak lama sejak ratusan tahun. Ini berbeda dengan provinsi lain, mereka kebingungan mau buat festival maka muncullah festival musik, Festival Danau Toba, itu dibuat. Kalau Festival Tabot ini terjadi berdasarkan sejarah," kata Junaidi Hamsyah diiringi tepuk tangan ribuan penonton.

Pembukaan Festival Tabot berlangsung meriah, diisi dengan tarian-tarian adat yang berasal dari beragam suku di Bengkulu, cerita rakyat, pantun rakyat. Acara semakin meriah dengan hadirnya tarian dari mahasiswa asal Thailand yang kuliah di Universitas Bengkulu.

Festival Tabot digelar setiap 1 hingga 10 Muharam. Selama 10 hari itu ada banyak pertunjukan yang digelar seperti lomba tari adat, pasar rakyat, pawai, festival pemukulan seribu dol (semacam bedug), dan lain-lain.

Festival Tabot adalah upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang tentang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

Perayaan di Bengkulu pertama kali dilaksanakan oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo pada tahun 1685. Syeh Burhanuddin (Imam Senggolo) menikah dengan wanita Bengkulu kemudian anak mereka, cucu mereka dan keturunan mereka disebut sebagai keluarga Tabot.
Penulis: Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Editor : I Made Asdhiana