Wisata Candi Muaro Jambi, Menginap di Rumah Penduduk Sambil Belajar Artefak - Kompas.com

Wisata Candi Muaro Jambi, Menginap di Rumah Penduduk Sambil Belajar Artefak

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 11/06/2015, 18:17 WIB
KOMPAS/HERU SRI KUMORO Pengunjung melihat Candi Gumpung di kompleks Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Desember 2013 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain wisata alam seperti Gunung Kerinci dan Danau Tujuh di Kabupaten Kerinci, Jambi memiliki alternatif obyek wisata lain. Salah satu yang menarik untuk dikunjungi wisatawan adalah Candi Muaro Jambi. Berbagai alasan dikemukakan untuk mengunjungi situs purbakala dengan luas kurang lebih mencapai 12 kilometer persegi ini.

“Wisatawan dapat mengenal kebudayaan Jambi dan untuk masyarakat dunia dapat menyebarkan pengalaman. Untuk wisatawan yang beragama Buddha, mereka dapat menghargai kebudayaan nenek moyangnya dengan cara menelusuri sejarah,” kata perwakilan dari Perkumpulan Padmasana, Mukhti Hadi kepada KompasTravel sebelum acara Penganugerahan British Council-Diageo Social Enterprise Challenge (SEC) for Arts, Creative, and Tourism Organization 2015 di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Rabu (10/6/2015).

Selain itu, ketika datang ke Kawasan Candi Muaro Jambi, menurut Mukhti atau akrab disapa Borju ini mengatakan wisatawan juga dapat mencoba menginap di rumah-rumah warga. Di rumah warga, lanjutnya, wisatawan dapat berinteraksi dengan warga lokal.

“Interaksi tersebut nantinya dapat wisatawan pelajari. Inilah kebudayaan Muaro Jambi. Kami tawarkan wisata tiga hari dua malam. ” ujar Borju.

Dengan paket wisata yang ia tawarkan, wisatawan juga akan sebelumnya merasakan menaiki perahu di Sungai Batang Hari. Kemudian nantinya, wisatawan akan diajak menelusuri kebudayaan dari artefak-artefak yang ditemukan di Muaro Jambi.

“Ketika datang, wisatawan ditemani dengan pemandu-pemandu yang akan menjelaskan artefak-artefak di sini (Candi Muaro Jambi),” lanjutnya.

Lokasi Candi Muaro Jambi terletak 30 kilometer atau sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Lokasi candi ini yang berada tepat di jalur Sungai Batanghari yang dapat menjadi lokasi favorit untuk berwisata sejarah maupun alam.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorNi Luh Made Pertiwi F
Komentar

Terkini Lainnya

3 Oleh-oleh Kue Unik dari Tokyo

3 Oleh-oleh Kue Unik dari Tokyo

Jepang Terkini
Ini Dia 10 Kota Hijau Terbaik di Dunia

Ini Dia 10 Kota Hijau Terbaik di Dunia

Travel Story
Mengapa Jarang Hotel yang Punya Lantai 13?

Mengapa Jarang Hotel yang Punya Lantai 13?

Hotel Story
Berfoto Bersama Raja Salman dan Jokowi di Kebumen, Mau?

Berfoto Bersama Raja Salman dan Jokowi di Kebumen, Mau?

Travel Story
Daftar Negara Penyumbang Wisman Incaran Indonesia Tahun 2018

Daftar Negara Penyumbang Wisman Incaran Indonesia Tahun 2018

News
Upaya Pemerintah Tangkal Hoaks Gunung Agung

Upaya Pemerintah Tangkal Hoaks Gunung Agung

News
Target Datangkan 15 Juta Wisman Tahun Ini, Berapa yang Sudah Dicapai?

Target Datangkan 15 Juta Wisman Tahun Ini, Berapa yang Sudah Dicapai?

News
Apa Itu Pokdarwis?

Apa Itu Pokdarwis?

News
Meski Dibilang Aman, Terjadi Pembatalan 60.000 Kamar Hotel di Bali

Meski Dibilang Aman, Terjadi Pembatalan 60.000 Kamar Hotel di Bali

News
20 Kota Terbaik di Dunia untuk Wisata Belanja

20 Kota Terbaik di Dunia untuk Wisata Belanja

News
Sriwijaya dan NAM Air Permudah Wisatawan ke Raja Ampat

Sriwijaya dan NAM Air Permudah Wisatawan ke Raja Ampat

News
Nasi Penggel, Kuliner Khas Kebumen yang Hanya Ada di Pagi Hari

Nasi Penggel, Kuliner Khas Kebumen yang Hanya Ada di Pagi Hari

Food Story
Pantai Nglolang, Mirip Pantai Pribadi...

Pantai Nglolang, Mirip Pantai Pribadi...

Travel Story
Yuk Cicipi Burger Mesrah Pendopo di Aceh

Yuk Cicipi Burger Mesrah Pendopo di Aceh

Food Story
Ini Petunjuk Wisata Halal Ramah Muslim di Taiwan

Ini Petunjuk Wisata Halal Ramah Muslim di Taiwan

Travel Tips

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM