Lihat Makam Sunan Bayar Rp 1 Juta

Kompas.com - 17/07/2011, 05:20 WIB
EditorHery Prasetyo

CIREBON, KOMPAS.com - Makam Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah di Cirebon memang menjadi kunjungan wisata religi sangat menarik. Apalagi, sebagai salah satu anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati memiliki peran penting dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Menjelang bulan Ramadhan, peziarah mengalami lonjakan luar biasa. Bahkan, tempat parkir yang luas di Desa Astana, tempat makam tersebut, bisa penuh selama 24 jam per hari. Ketika tim Gowes Jurnalistik: Pantau Jalur Mudik 2011 dari Kompas.com mengunjungi makam itu, pengunjung datang dari berbagai daerah pada Juli 2011 ini. Bahkan, ada satu rombongan yang datang dari Papua untuk berziarah.

Sayang, pengunjung sering merasa tak nyaman. Begitu turun dari mobil atau bus, mereka sudah didatangi orang-orang yang mengaku sebagai guide. Dia siap mengantar pengunjung dengan merayu-rayu halus, seolah pengunjung tak bisa apa-apa jika masuk kompleks makam tanpa bantuannya.

Mendekati pintu gerbang makam, maka pengunjung langsung diserbu anak-anak yang meminta uang. Mereka juga sering memaksa, bahkan menarik-narik baju.

Setelah itu, beberapa orang dewasa berdiri membawa kotak di jalur menuju makam. Mereka meminta sumbangan dengan cara menggertak. "Kasih uang dulu di sini!" begitu trik mereka, seolah-olah memberi uang mereka adalah kewajiban. Padahal, tak ada instruksi dari instansi mana pun.

Begitu banyak orang yang meminta, sehingga pengunjung sering merasa tak nyaman atau terganggu. Mereka terkadang merentangkan tangan untuk menghalangi pengunjung masuk sebelum memberikan uang.

Baru setelah itu, pengunjung bisa masuk dan berdoa di kompleks makam. Namun, mereka hanya bisa sampai di depan pintu menuju makam Sunan Gunung Jati.

Bisakah masuk ke makam Sunan Gunung Jati?

Para guide menjamin bisa. Mereka akan membawa pengunjung ke bekel atau ketua makam. Kompas.com juga dibawa seorang guide, Hadi, menghadap bekel. Di sana, sudah ada beberapa ibu-ibu. Kami pun berbicara banyak hal soal sejarah.

Kemudian, Pak Huri, bekel makam itu, menawarkan akan memberi akses ke makam Sunan kepada kami, juga beberapa ibu-ibu.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X