Kompas.com - 05/06/2013, 16:15 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Potensi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah ke Indonesia sangat besar. Namun, menurut Wakil Ketua ASITA (Association of the Indonesia Tours and Travel) Jakarta, Rudiana, tingkat kunjungan wisatawan asal Timur Tengah ke Indonesia masih sedikit jika dibandingkan kunjungan mereka ke Malaysia.

"Mereka ke Malaysia jumlahnya bisa empat sampai lima kali lipat dibanding ke Indonesia. Padahal Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia," ungkap Rudiana saat jumpa pers "Evaluasi Pencapaian Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara bulan April 2013", di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (3/6/2013).

Menurut Rudiana, pihaknya pun pernah mengadakan survei kepada para wisman asal Timur Tengah. Ternyata, lanjut Rudiana, wisman asal Timur Tengah kesulitan mencari restoran halal di Indonesia. "Menurut mereka, di Indonesia tidak ada restoran halal. Restoran dengan sertifikasi restoran halal masih sedikit," tutur Rudiana.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Firmansyah Rahim, mengungkapkan pihaknya sedang melakukan kerja sama dengan MUI untuk proses dan pendataan restoran halal.

"Seharusnya sudah jadi Januari kemarin. Tetapi masih dibahas sampai sekarang. Kita usahakan sesegera mungkin," kata Firmansyah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X