Kompas.com - 17/07/2013, 18:27 WIB
Wisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengendarai mobil jip saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip.
EditorI Made Asdhiana
SLEMAN, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman kembali akan menggelar agenda wisata Jelajah Wisata "Lereng Merapi-Turgo 2013" pada Minggu, 25 Agustus 2013.

"Pada tahun ini agenda wisata olah raga ’trekking’ atau jalan kaki tersebut dengan jarak tempuh delapan kilometer di kawasan perbukitan lereng Merapi bagian selatan dan barat daya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Selasa (16/7/2013).

Menurut dia, start dan finish akan dilaksanakan di Museum Gunungapi Merapi (MGM) di dusun Banteng Hargobinangun Pakem.

"Jelajah Wisata merupakan agenda tahunan untuk menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke DIY khususnya ke obyek-obyek wisata di Sleman," katanya.

Ayu memaparkan, saat ini wisata trekking sudah menjadi salah satu wisata alternatif yang diminati banyak kalangan karena menawarkan panorama alami nan asri serta menjadi wahana berwisata sekaligus berolah raga.

"Diharapkan melalui penyelenggaraan acara seperti ini akan dapat menumbuhkan minat wisatawan untuk berkunjung ke destinasi Kabupaten Sleman," katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Nurhadiyati Patminingsih mengatakan bahwa Jelajah Wisata sudah menjadi agenda yang telah memiliki pangsa pasar dan pecintanya tersendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sehingga diharapkan pemilihan lokasi di kawasan wisata Museum Gunungapi Merapi (MGM) akan menambah daya tarik tersendiri bagi para peserta," katanya.

Menurut Nurhadiyati, setelah melakukan survei atau cek rute beberapa waktu yang lalu, jalur jalan yang direncanakan cukup ideal dan menantang bagi komunitas pecinta alam, komunitas pecinta lingkungan, komunitas pramuka, generasi muda maupun masyarakat umum.

"Jalur yang akan dilalui dalam jelajah wisata ’Lereng Merapi Turgo 2013’ tersebut cukup ekstrem dengan start dan finish di Museum Gunungapi Merapi melalui kawasan permukiman penduduk dan kawasan lereng Merapi bagian selatan dan barat daya, yakni Bukit Gandok, Bukit Pronojiwo dan Bukit Plawangan," katanya.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi batu alien di tepi Kali Gendol, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, saat mengikuti wisata lava tour di kaki Gunung Merapi, Jumat (17/5/2013). Wisata mengunjungi daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dipungut biaya Rp 300.000 - Rp 500.000 per trip.
Dia mengemukakan, lebih menarik lagi di sepanjang jalur trekking para peserta akan dapat melihat secara langsung keindahan alam lereng Merapi bagian selatan serta bekas-bekas erupsi 2010 yang masih tersisa hingga kini.

"Peserta ditargetkan sebanyak 900 orang dengan sistem perseorangan dari berbagai daerah, baik dari masyarakat DIY maupun luar DIY," katanya.

Untuk mengikuti kegiatan ini peserta hanya dibebani biaya asuransi sebesar Rp 5.000 dengan syarat menyerahkan fotokopi kartu identitas diri/KTP (minimal usia 10 tahun). Pendaftaran mulai 15 Juli hingga 20 Agustus 2013 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Jalan KRT Pringgodiningrat No 13 Beran Tridadi Sleman.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X