Presiden Kunjungi Kuburan Goa Alam di Toraja

Kompas.com - 21/02/2014, 10:21 WIB
Wisatawan mengunjungi kuburan Goa Londa di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (27/12/2013). Menjelang Lovely December dan Festival Toraja, kuburan berusia ratusan tahun yang hingga kini masih difungsikan sebagai makam ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWANWisatawan mengunjungi kuburan Goa Londa di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (27/12/2013). Menjelang Lovely December dan Festival Toraja, kuburan berusia ratusan tahun yang hingga kini masih difungsikan sebagai makam ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal.
EditorI Made Asdhiana
TORAJA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mengunjungi situs kuburan goa alam adat Toraja di daerah Londa, Sulawesi Selatan, Jumat (21/2/2014) pagi.

Kedatangan Presiden dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono ke lokasi Goa Alam Londa ditemani antara lain oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto serta Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Selain itu, Presiden juga ditemani Menteri Sekretaris Negara Dipo Alam, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan, dan Kepala BIN Marciano Norman.

Di dalam kunjungan tersebut, Presiden mendapatkan penjelasan mengenai makam di Goa Alam Londa yang ternyata diperuntukkan khusus bagi warga marga Tolengke.

Makam Goa Alam Londa terbagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan tinggi goa berdasarkan kasta atau strata di masyarakat di mana untuk bagian atas diperuntukkan seperti bagi kaum bangsawan.

Sedangkan cara untuk memasukkan jenazah ke dalam kubur goa alam tersebut bisa dengan ditarik secara perlahan-lahan atau diturunkan dari bagian atas secara perlahan-lahan.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianugerahi gelar adat sebagai warga kehormatan dari masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang dinilai memiliki tingkat kerukunan dan toleransi tinggi sehingga layak dicontoh daerah lainnya.

RUMGAPRES/ABROR RIZKI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima gelar adat kehormatan Toraja di plaza Kolam Maleke, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2014).
"Bangsa Indonesia telah mengenal kebaikan tanah Toraja yang dikenal masyarakat religius, taat beragama menghormati adat istiadat, memiliki rasa persaudaraan, toleransi, dan kerukunan yang tinggi," kata Presiden dalam acara "Singgi" (pemberian gelar adat) di Toraja, Kamis (20/2/2014).

Menurut Presiden, masyarakat Toraja merupakan salah satu contoh gambaran masyarakat yang baik yang hendak ditegakkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat Indonesia dapat mencontoh masyarakat Toraja agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara damai serta menghindari konflik dan kekerasan.

Menurut Presiden, dirinya dan istri sebenarnya sudah lama ingin berkunjung ke Tana Toraja yang dikenal karena keindahannya. "Saya mendukung dan menyampaikan para menteri untuk terus mengembangkan pariwisata di tempat ini," kata Presiden.



Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X