Kompas.com - 09/08/2014, 16:40 WIB
Peserta karnaval memperlihatkan kemampuan debus pada malam pergantian tahun menuju 2013 di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2013). Karnaval tersebut diikutii oleh warga dari berbagai Provinsi dan kalangan siswa di Jakarta. KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTOPeserta karnaval memperlihatkan kemampuan debus pada malam pergantian tahun menuju 2013 di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2013). Karnaval tersebut diikutii oleh warga dari berbagai Provinsi dan kalangan siswa di Jakarta.
EditorI Made Asdhiana
SERANG, KOMPAS.com - Sebanyak 2.000 seniman debus di Banten akan mengikuti "Festival deBus Banten 2014" yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten pada 23 Agustus 2014.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten, Endrawati di Serang, Jumat (8/8/2014) mengatakan, festival yang ditargetkan mampu memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) itu, akan diikuti 6 kabupaten/kota se-Banten. Dua daerah lainnya yakni Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut.

"Festival deBus Banten 2014 akan dilaksanakan pada 23 Agustus 2014 di Mercusuar, Anyer, Kabupaten Serang. Sebanyak 6 kabupaten/kota akan mengirimkan para seniman debus dari sejumlah sanggar yang ada untuk menampilkan kreasi debus Banten di hadapan tim pemberi rekor Muri," kata Endrawati.

Ia mengatakan, masing-masing kabupaten/kota akan mengirimkan perwakilannya untuk menampilkan kreasi debus yang juga akan disaksikan langsung Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menurut Endrawati, 2.000 seniman debus se-Banten yang akan mengikuti festival tersebut di antaranya meliputi Kabupaten Serang sebanyak 500 orang, Kabupaten Lebak sebanyak 500 orang, Kota Cilegon sebanyak 400 orang dan Kabupaten Pandeglang sebanyak 300 orang. Sementara, Kota Tangerang dan Kota Serang belum memberikan konfirmasi terkait jumlah peserta yang akan diikutsertakan dalam festival.

"Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang tidak ikut festival karena tidak punya sanggar debusnya. Tapi, prediksi kita memang akan diikuti sekitar 2.000 sampai 2.500 seniman untuk memecahkan rekor Muri," katanya.

Endrawati memaparkan, setiap perwakilan peserta festival dari kabupaten/kota harus menampilkan kreasi debus yang berbeda dengan peserta lainnya. Sehingga, masyarakat yang menyaksikan dapat mengetahui seni bela diri debus dengan segala kekayaannya.

Namun demikian, penampilan debus akan dibatasi pada tingkat kesulitan yang ringan hingga sedang saja. Hal ini untuk menghindari adanya insiden yang tidak diinginkan ketika festival berlangsung.

"Debus kan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda, ada yang ringan, sedang sampai berat. Tapi, kami hanya memberi toleransi untuk yang ringan dan sedang saja. Khawatir kalau terlalu berat atraksinya, kami tidak bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Endrawati menambahkan, festival debus hanya akan berlangsung selama satu hari. Festival tersebut dianggap penting dilakukan lantaran debus telah disahkan menjadi warisan seni budaya milik Provinsi Banten. Sehingga, wajib untuk dilestarikan dan disosialisasikan kepada masyarakat luas.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.