Kompas.com - 09/11/2014, 11:08 WIB
Para peserta Festival Semarak Singo Barong saat mentas di halaman Balaikota Solo, Sabtu (8/11/2014). TRIBUN JATENGPara peserta Festival Semarak Singo Barong saat mentas di halaman Balaikota Solo, Sabtu (8/11/2014).
EditorI Made Asdhiana
SOLO, KOMPAS.com - Mengenakan pakaian rapi, bercelana hitam, kemeja putih dan sepatu pantofel, kiper ketiga Persis Solo, Afif Bayu serius menyaksikan Festival Semarak Singo Barong yang digelar di halaman Balaikota Solo, Sabtu (8/11/2014).

Penjaga gawang yang masih kuliah di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (POK) ini menuturkan tidak sengaja datang ke balaikota.

"Melihat ramai sekali jadi tertarik untuk melihat. Ternyata ada pertunjukan reog, dan bagus sekali acaranya untuk hiburan bagi warga," papar Afif yang juga merupakan kiper tim Pra PON Jawa Tengah ini kepada Tribun Jateng.

Festival Semarak Singo Barong ini merupakan agenda tahun kedua dan rutin dilaksanakan setiap tahun saat masuk di Bulan Suro.

"Bulan Suro merupakan bulan budaya, jadi acara ini, tidak hanya sekadar lomba tetapi untuk mepertemukan budayawan-budayawan dari berbagai daerah," ujar Ketua Panitia, Eko Sadono.

Pria yang akrab disapa Eko Belang ini menambahkan kalau pada tahun ini, Festival Semarak Singo Barong diikuti 25 kelompok Singo Barong dari berbagai daerah di Solo Raya, bahkan hingga Kudus dan Ponorogo.

Jumlah peserta yang ikut, lebih luas dibanding tahun lalu yang hanya diikuti oleh kelompok Singo Barong dari daerah Solo Raya saja. Tidak hanya mempertandingkan untuk para ahli saja, tetapi festival ini juga mempertandingkan lomba untuk kategori remaja dan anak.

"Kami memberikan kesempatan pula kepada remaja dan anak, karena selama ini kategori remaja dan anak minim tampil, sehingga diharapkan dapat memacu mereka untuk terus giat berlatih," sambung Eko.

Pada pelaksanaan di tahun ketiga atau tahun depan, Eko berharap pesertanya dapat lebih banyak dan bahkan dari daerah yang lebih luas lagi. "Kalau pesertanya banyak mungkin bisa dipentaskan di Stadion Sriwedari dan masyarakat diharapkan dapat mengenal dan melestarikan kebudayaan Singo Barong ini," tandasnya. (Suharno)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X