Andrinof: Pembangunan Wisata Mandeh Berbasis Masyarakat

Kompas.com - 17/05/2015, 12:22 WIB
Para wisatawan sedang berfoto di Puncak Mandeh, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015). KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOPara wisatawan sedang berfoto di Puncak Mandeh, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015).
EditorI Made Asdhiana
PADANG, KOMPAS.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago mendorong pembangunan kawasan wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan konsep berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Yang perlu bagi saya bagi kami kalau sepakat kalau konsep kawasan wisata campuran sebagian untuk kawasan berbasis masyarakat dan sebagian untuk kawasan penggerak pertumbuhannya," katanya saat pembukaan Mandeh Joy Sailing dan Festival Mandeh 2015, Sumatera Barat, Sabtu.

Andrinof mengatakan kawasan berbasis masyarakat akan turut melibatkan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. "Kita masyarakat kalau kita bangun, kita bimbing, kita arahkan, kita bina memang iklim menjadi kondusif untuk wisatawan tanpa merusak tatanan norma yang ada di daerah ini," ujarnya.

Dia memaparkan, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan penyuluhan untuk membangun karakter masyarakat agar menghindari tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

"Ya harus ada penyuluhan memberikan pengertian membuat mereka berpikir rasional membuat mereka sadar kalau penyakit-penyakit sosial itu malah merusak malah menghalangi kemajuan," ujarnya.

Lebih lanjut Andrinof mengatakan konsep kombinasi akan digunakan untuk pengembangan kawasan wisata Mandeh itu adalah kombinasi antara pariwisata berbasis masyarakat dan penggerak ekonomi setempat. "Konsep pariwisatanya adalah kombinasi antara pariwisata yang berbasis masyarakat dan pariwisata untuk menggerakkan ekonomi," ujarnya.

Menurut Andrinof, harus ada kawasan yang diamankan sebagai kawasan untuk pariwisata berbasis masyarakat. "Kita berharap kawasan Mandeh Sungai Nyaluh itu betul-betul menjadi kawasan yang berbasis masyarakat," tuturnya.

Konsep wisata campuran atau kombinasi itu diperuntukkan untuk menyediakan kesempatan yang lebih besar dari masyarakat dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. "Wisata campuran maksudnya jangan didominasi oleh investor ya, ini harus berbasis masyarakat, harus menumbuhkan ekonomi rakyat," katanya.

Namun, ruang yang operasional khusus untuk investor tetap harus disediakan untuk memberikan modal dalam menggerakkan kegiatan ekonomi.

Ia mengharapkan pembangunan masyarakat akan mengarah pada pengembangan kepribadian dan mentalitas positif. "Harapan khusus saya adalah mari kita bangun masyarakatnya bangun kemampuannya keterampilannya dan juga mentalitasnya, sikap mental dan perilakunya," ujarnya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X