Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menapaki Jejak Pak Raden di Gunungan Internasional Mask & Puppets Festival

Kompas.com - 08/05/2016, 11:03 WIB
Dendi Ramdhani

Penulis

BANDUNG, KOMPAS.com - Pada 30 Oktober 2015 lalu Indonesia kehilangan salah satu tokoh seni ternama yakni, Drs. Raden Soejadi atau dikenal dengan nama Pak Raden. Sejumlah seniman lokal bersama Kota Baru Parahyangan kembali mencoba menyentuh jejak karya Pak Raden dalam Festival tahunan Gunungan Internasional Mask & Puppets.

Director Gunungan Internasional Mask & Puppets Iman Nur Adi menjelaskan acara yang mengusung tema Tribute to Pak Raden itu merupakan bentuk apresiasi kepada pencipta tokoh si Unyil yang nyaris tak pernah absen dalam festival Gunungan.

"Kami menghadirkan pameran sketsa, boneka dan penayangan beberapa film Si Unyil juga film dokumenter tentang almarhum. Selain itu ada buku cerita anak-anak yang juga hasil karya Suyadi. Buku ini ditandatangani langsung oleh Beliau," ucap Iman di Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (7/5/2016).

Tak hanya itu, festival internasional yang sudah menginjak tahun kelima itu juga menampilkan sejumlah tokoh pewayangan dan topeng Indonesia yang bakal berkolaborasi dengan seniman asal Perancis.

KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Pertunjukan wayang anak menjadi salah satu bagian dm festival Gunungan Internasional Mask and Puppets di Bale Pare, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (7/5/2016)
"Kolaborasi ini menghasilkan karya yang sangat spektakuler. The Bird atau burung, karya ini adalah kolaborasi seniman Perancis dan Indonesia. Para seniman Perancis sudah melakukan proses residensi di Yogyakarta selama dua bulan," tuturnya.

Festival Gunungan tahun ini juga akan kedatangan para penari muda di bawah bendera Compagnie Par Terre dari Perancis yang akan mempersembahkan karya tari Hip-hop.

"Selain karya kolaborasi, tahun ini juga hadir seniman dari Magelang, yakni Komunitas Lima Gunung pimpinan Tanto Mendut yang beranggotakan para petani sayur di daerah Magelang," jelasnya.

Kegiatan itu berlangsung pada 7-8 Mei 2016. Para seniman kenamaan seperti Ria Enes dan Susan, Topeng Malangan, Apep Hudaya (Padepokan Giri Komara) Ronggeng Gunung Bi Raspi (Banjar) dan Wayang Urban Pewarta Bandung akan turut memeriahkan acara tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com