Kompas.com - 21/05/2016, 12:06 WIB
Petambang memikul belerang seberat lebih dari 70 kilogram. Mereka harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Ijen menuju Pos Paltuding di kawasan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Gunung Ijen kini sudah mengantisipasi gejala bencana dari kawah tersebut. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPetambang memikul belerang seberat lebih dari 70 kilogram. Mereka harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Ijen menuju Pos Paltuding di kawasan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Gunung Ijen kini sudah mengantisipasi gejala bencana dari kawah tersebut.
|
EditorI Made Asdhiana

BONDOWOSO, KOMPAS.com — Pegunungan Ijen di Jawa Timur berada di perbatasan dua kawasan kabupaten, yakni Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Karena itu, wisatawan memiliki dua pilihan jalur untuk mengunjungi pegunungan yang tersohor karena fotogenik ini, yakni via Bondowoso atau via Banyuwangi.

Kebanyakan wisatawan memilih jalur Banyuwangi karena faktor infrastruktur bandara serta akses jalan yang memadai. Namun, sebenarnya, ada banyak alasan bahwa melalui rute Bondowoso juga merupakan ide yang baik.

"Kalau menyebut akses kawah Ijen dengan cara tradisional, itu lewat Bondowoso. Akses Ijen ke Bayuwangi itu baru ada tahun 2000-an, belum lama. Dahulu, orang kalau mau ke Ijen ya lewat Bondowoso," ujar Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, saat kunjungan media ke Bondowoso, Jumat (20/5/2016).

Amin tak menampik jika Bondowoso dan Banyuwangi berebut tamu wisatawan Ijen yang melalui rute wilayah masing-masing.

Meski begitu, Amin mengatakan, jika melewati Bondowoso, maka wisatawan akan mendapat pengalaman yang berbeda.

"Keuntungannya kalau lewat Bondowoso, wisatawan akan lebih banyak dapat destinasi wisata, seperti Kawah Wurung dan Padang Savana. Ada lagi agrowisata kopi, bisa santai minum kopi, sepedahan, down hill, produksi kopi luwak, produksi kopi. Ada pula pemandian air panas Blawan, air terjun, dan Bukit Megasari," katanya.

Sayangnya, Bondowoso sampai saat ini memang terkendala dalam hal infrastruktur. Kondisi jalan menuju tempat-tempat wisata masih belum begitu memadai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.