Wisata Paralayang Cocok Dikembangkan di Pegunungan Arfak Papua Barat

Kompas.com - 24/08/2018, 07:06 WIB
Tim paralayang Mapala UI dalam Ekspedisi Bumi Cenderawasih berhasil terbang melintasi Danau Anggi Gida, Minggu (19/8/2018). Pegunungan Arfak berpotensi dikembangkan menjadi lokasi wisata paralayang. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOTim paralayang Mapala UI dalam Ekspedisi Bumi Cenderawasih berhasil terbang melintasi Danau Anggi Gida, Minggu (19/8/2018). Pegunungan Arfak berpotensi dikembangkan menjadi lokasi wisata paralayang.

PEGUNUNGAN ARFAK, KOMPAS.com – Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat dinilai cocok untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata paralayang. Hal itu diungkapkan oleh instruktur paralayang senior, David Agustinus Teak.

“Untuk jangka panjang, wisata paralayang di Pegunungan Arfak sangat potensial untuk tujuan wisata,” kata David di sela-sela kegiatan Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI di Pegunungan Arfak, Rabu (22/8/2018).

Menurutnya, Pegunungan Arfak memiliki bentang alam yang bisa dijadikan untuk tempat tinggal landas (take off). David menyebut ada dua titik yang potensial untuk dikembangkan yaitu Bukit Kobrey di Distrik Sururey dan Bukit Tombrok di Distrik Anggi Gida.

Baca juga: Pemerintah Pegunungan Arfak Siapkan Infrastruktur dan Promosi Obyek Wisata

“Kalau untuk pemandangan di sini sangat indah. Kondisi cuaca di sini, di musim panas tergolong stabil. Secara keamanan, Papua Barat tergolong aman,” jelasnya.

Tim paralayang Mapala UI dalam Ekspedisi Bumi Cenderawasih bersiap untuk terbang melintasi Danau Anggi Giji, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (17/8/2018). Pegunungan Arfak berpotensi dikembangkan menjadi lokasi wisata paralayang.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Tim paralayang Mapala UI dalam Ekspedisi Bumi Cenderawasih bersiap untuk terbang melintasi Danau Anggi Giji, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (17/8/2018). Pegunungan Arfak berpotensi dikembangkan menjadi lokasi wisata paralayang.
Baik di Bukit Kobrey maupun Bukit Tombrok, lanjut David, sudah memiliki tingkat elevasi yang cukup untuk melakukan penerbangan. Sementara, pemandangan yang bisa dinikmati di Pegunungan Arfak seperti Danau Anggi Gida di Distrik Anggi Gida dan Anggi Giji di Distrik Anggi.

Baca juga: Tim Mapala UI Berhasil Terbang di Atas Dua Danau Pegunungan Arfak

Ia menyarankan kepada Pemerintah Daerah Pegunungan Arfak untuk menyiapkan sumber daya manusia yakni pilot paralayang dalam rangka pengembangan wisata paralayang. Selain itu, lanjut David, infrastruktur berupa landasan terbang, toilet, shelter, dan tempat makan juga perlu disiapkan.

“Saya kira butuh dua tahun untuk pengembangan wisata paralayang. Itu sudah termasuk penyiapan sumber daya manusia dan infrastruktur,” ujarnya.

Tim paralayang Mapala UI dalam Ekspedisi Bumi Cenderawasih bersiap untuk terbang melintasi Danau Anggi Giji, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (17/8/2018). Pegunungan Arfak berpotensi dikembangkan menjadi lokasi wisata paralayang.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Tim paralayang Mapala UI dalam Ekspedisi Bumi Cenderawasih bersiap untuk terbang melintasi Danau Anggi Giji, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (17/8/2018). Pegunungan Arfak berpotensi dikembangkan menjadi lokasi wisata paralayang.
Anggota Tim Paralayang Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI, Agung mengatakan di Pegunungan Arfak punya potensi wisata yang lebih unggul karena sepasang danau yang unik yakni Danau Anggi Gida dan Anggi Giji. Dua danau itu bisa terlihat dari sebuah bukit bernama Bukit Kobrey.

“Jika dua danau itu dilihat ketika terbang paralayang tentu memiliki kesan tersendiri bagi wisatawan. Perbedaan warna antara danau satu dan lainnya ditambah lagi suhu yang sejuk karena danau berada pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut akan menambah rasa tersendiri saat menikmati wisata terbang paralayang,” kata Agung kepada KompasTravel.

Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroi mengatakan pihaknya membutuhkan sumber daya manusia untuk membantu pengembangan wisata paralayang di Pegunungan Arfak. Menurutnya, ada pemuda-pemuda di Pegunungan Arfak yang bisa dilatih untuk mengembangkan wisata paralayang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X