Kompas.com - 17/11/2018, 11:05 WIB
Mal Sarinah Kota Malang, Jumat (16/11/2018). Gedung berdiri di lokasi yang sarat sejarah. KOMPAS.com/ANDI HARTIKMal Sarinah Kota Malang, Jumat (16/11/2018). Gedung berdiri di lokasi yang sarat sejarah.


MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang bersama PT Sarinah berencana mengembalikan bangunan Mal Sarinah di Jalan Merdeka Utara seperti bangunan terdahulu. Hal itu sebagai upaya untuk menjaga lokasi dan bangunan bersejarah di Kota Malang.

Seperti diketahui, kawasan Jalan Basuki Rahmat hingga Jalan Merdeka merupakan kawasan bersejarah. Kawasan itu dikenal dengan Koridor Kayu Tangan dan memiliki bangunan - bangunan tua.

Namun begitu, tidak sedikit bangunan bersejarah itu yang sudah beralih fungsi. Salah satunya adalah Mal Sarinah.

Dalam sejarahnya, lokasi yang saat ini menjadi pusat perbelanjaan itu merupakan rumah Bupati Malang pertama, Raden Tumenggung Notodiningrat (1820-1839).

Kemudian, pada masa penjajahan Belanda, berdiri gedung societiet concordia atau gedung rakyat menggantikan rumah bupati. Gedung itu menjadi tempat berkumpul, berdansa, menonton pertunjukan kesenian, dan makan malam.

Lalu setelah Indonesia merdeka, gedung di seberang Alun - Alun Merdeka Kota Malang itu pernah dijadikan sebagai tempat kongres Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 25 Februari – 5 Maret 1947.

KNIP merupakan cikal bakal terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sejumlah tokoh nasional saat itu hadir dalam kongres tersebut.

Untuk mengingat adanya kongres itu, tepat di depan Mal Sarinah didirikan Monumen KNIP. Namum belum lama ini, monumen itu dibongkar dan diganti dengan logo Sarinah.

"Koridor ini punya jejak heritage dan nilai nostalgia yang kuat. Ambil contoh gedung Sarinah yang berada di Jalan Merdeka Utara yang menjadi saksi sejarah mulai jaman kolonial hingga zaman perjuangan," kata Wali Kota Sutiaji melalui keterangan tertulis, Jumat (16/11/2018).

"Gedung Sarinah ini juga akan disulap, tepatnya dikuatkan kembali dalam satu konsep kesatuan jejak heritage," ungkapnya.

Sutiaji mengaku sudah bertemu dengan petinggi PT Sarinah. Menurutnya, perusahaan BUMN yang bergerak di pusat perbelanjaan itu sudah menyetujui rencananya.

"Ngobrol punya ngobrol kita memiliki kesamaan visi dalam untuk gedung Sarinah melalui rencana redevelop gedung Sarinah seperti pada eranya dulu sebagai societiet concordia," katanya.

Presiden Direktur Sarinah, GNP Sugiarta Yasa mengatakan, pihaknya sudah sering membahas terkait pengembalian nilai sejarah yang terkandung di bangunan Sarinah Kota Malang.

"Semakin kuat saat kami mencermati dan memperhatikan dalam berbagai informasi, Wali Kota Malang Bapak Sutiaji berkomitmen membangun Malang sebagai kota heritage," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X