Kompas.com - 20/04/2019, 18:30 WIB
Warga Baduy duduk dengan tertib di depan Pendopo Lama Gubernur Banten, Serang, Banten, akhir April 2015. Bertandan-tandan pisang dan hasil bumi lain yang mereka bawa diletakkan di tangga pendopo. Mereka datang untuk bersilaturahim dengan Bapak Gede, yakni Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno. Seba Baduy dilaksanakan setiap tahun, berpatokan pada penanggalan adat.
KOMPAS/DWI BAYU RADIUSWarga Baduy duduk dengan tertib di depan Pendopo Lama Gubernur Banten, Serang, Banten, akhir April 2015. Bertandan-tandan pisang dan hasil bumi lain yang mereka bawa diletakkan di tangga pendopo. Mereka datang untuk bersilaturahim dengan Bapak Gede, yakni Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno. Seba Baduy dilaksanakan setiap tahun, berpatokan pada penanggalan adat.

LEBAK, KOMPAS.com - Warga Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten "turun gunung" merayakan Seba pada 4 Mei 2019 dan diperkirakan dihadiri ribuan orang. "Kita berharap perayaan Seba berjalan lancar," kata pemuka adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Saija di Lebak, Kamis (18/4/2019).

Perayaan Seba akan dihadiri ribuan warga Baduy Luar dengan pakaian hitam-hitam dan ikat kepala biru dan Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibio, Cikawartana dan Cikeusik.

Warga Baduy Dalam dengan ciri khas berpakaian putih-putih dan ikat kepala putih untuk merayakan Seba berjalan kaki hingga ratusan kilometer.

Baca juga: Kaki-kaki Telanjang Penjaja Madu Baduy di Jakarta

Perayaan Seba Baduy rencananya digelar 4 Mei 2019 bertempat di Gedung Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, sebelum perayaan Seba, warga Baduy berjalan kaki hingga 3 Km dari Kampung Pariuk ke Pemkab Lebak.

"Kami yakin perayaan Seba tahun ini cukup meriah karena panen hasil pertanian cukup bagus," kata Saija.

Baca juga: 5 Tips Berkunjung ke Desa Adat Baduy Banten

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasubag Pemberitaan Humas Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Lebak, Aep Dian Hendriawan menyebutkan perayaan Seba tahun ini akan menampilkan produk kerajinan masyarakat Baduy. Diantaranya kain tenun, tas koja, batik dan aneka suvenir.

Seba Baduy
Warga Baduy Dalam berjalan kaki dari permukiman mereka di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (28/4/2017) sekitar pukul 05.30 untuk melakukan Seba Baduy. Tradisi tahunan warga Baduy itu dilakukan dengan berdoa dan membawa hasil bumi untuk kepala daerah setempat. KOMPAS/DWI BAYU RADIUS Seba Baduy Warga Baduy Dalam berjalan kaki dari permukiman mereka di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (28/4/2017) sekitar pukul 05.30 untuk melakukan Seba Baduy. Tradisi tahunan warga Baduy itu dilakukan dengan berdoa dan membawa hasil bumi untuk kepala daerah setempat.
Perayaan Seba Baduy tahun ini diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan asing.

Warga Baduy merayakan Seba dengan membawa komoditas hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, sayur-sayuran dan palawija. Selama ini, kehidupan warga Baduy mengandalkan dari hasil bercocok tanam pertanian ladang darat.

"Dari hasil pertanian ladang itu sebagian diantaranya diserahkan kepada kepala daerah," kata Hendriawan.

Ia mengemukakan, perayaan Seba Baduy merupakan bentuk silaturahmi warga Baduy dengan kepala daerah, yakni bupati dan gubernur sebagai "Bapak Gede" atau kepala pemerintah daerah.

Kegiatan Seba Baduy dilakukan setelah warga Baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Pada kurun waktu tersebut kawasan Baduy tertutup bagi wisatawan.

Perayaan Seba Baduy merupakan upacara tradisi sakral warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang telah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten.

Warga Baduy menunggu puncak acara Seba Baduy. Tak jauh dari mereka, hasil bumi seperti pisang, beras, dan gula merah ditumpuk di Pendopo Lama Gubernur Banten, Serang, Banten, Sabtu (29/4/2017). Selain sebagai tradisi tahunan warga Baduy, Seba Baduy juga menjadi daya tarik pariwisata Banten. KOMPAS/DWI BAYU RADIUS Warga Baduy menunggu puncak acara Seba Baduy. Tak jauh dari mereka, hasil bumi seperti pisang, beras, dan gula merah ditumpuk di Pendopo Lama Gubernur Banten, Serang, Banten, Sabtu (29/4/2017). Selain sebagai tradisi tahunan warga Baduy, Seba Baduy juga menjadi daya tarik pariwisata Banten.
Perayaan Seba itu nanti disampaikan dari masyarakat Baduy yakni menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan.

Selama ini warga Baduy tinggal di kawasan hutan Gunung Kendeng dan perlu pengamanan dan penjagaan agar kelestarian hutan tersebut tidak menimbulkan malapetaka bencana alam. "Kami berharap Seba Baduy menjadi destinasi wisata yang bisa mendatangkan wisatawan," tambah Hendriawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tips Berkunjung ke Wisata Gunung Blego via Magetan

7 Tips Berkunjung ke Wisata Gunung Blego via Magetan

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Merapi Park Terbaru 2021, Keliling Dunia di Lereng Merapi

Jam Buka dan Harga Tiket Merapi Park Terbaru 2021, Keliling Dunia di Lereng Merapi

Jalan Jalan
9 Tips Naik KA Jarak Jauh Selama PPKM Mikro, Cari Gerbong Sepi!

9 Tips Naik KA Jarak Jauh Selama PPKM Mikro, Cari Gerbong Sepi!

Travel Tips
Aturan Wisata ke Spanyol Terbaru Juni 2021, Sudah Sambut Turis Asing

Aturan Wisata ke Spanyol Terbaru Juni 2021, Sudah Sambut Turis Asing

Travel Update
Tiket KA Jarak Jauh Jadi Lebih Mahal karena Tes Covid-19, GeNose Jadi Primadona

Tiket KA Jarak Jauh Jadi Lebih Mahal karena Tes Covid-19, GeNose Jadi Primadona

Jalan Jalan
Pengalaman Naik KA Jarak Jauh saat PPKM Mikro 1-14 Juni 2021, Stasiun Tetap Ramai

Pengalaman Naik KA Jarak Jauh saat PPKM Mikro 1-14 Juni 2021, Stasiun Tetap Ramai

Jalan Jalan
Persiapan Travel Corridor Arrangement Bali Sudah 85-90 Persen

Persiapan Travel Corridor Arrangement Bali Sudah 85-90 Persen

Travel Update
Catat, Daftar Hotel Bersertifikasi CHSE di 5 Destinasi Super Prioritas

Catat, Daftar Hotel Bersertifikasi CHSE di 5 Destinasi Super Prioritas

Jalan Jalan
Hari Purbakala: Melihat Lukisan Goa Tertua di Dunia yang Ternyata Ada di Indonesia

Hari Purbakala: Melihat Lukisan Goa Tertua di Dunia yang Ternyata Ada di Indonesia

Jalan Jalan
9 Fakta Seputar Uma Lengge, Wisata Budaya yang Dikunjungi Sandiaga dan Atta Halilintar

9 Fakta Seputar Uma Lengge, Wisata Budaya yang Dikunjungi Sandiaga dan Atta Halilintar

Jalan Jalan
Jangan Dicabut, Bunga Edelweiss Bisa Dibeli di Desa Wonokitri Pasuruan

Jangan Dicabut, Bunga Edelweiss Bisa Dibeli di Desa Wonokitri Pasuruan

Travel Update
4 Fakta Seputar Festival Perahu Naga, Disebut Peh Cun dan Sembahyang Bacang

4 Fakta Seputar Festival Perahu Naga, Disebut Peh Cun dan Sembahyang Bacang

Travel Update
Perancis Sambut Turis Asing yang Divaksinasi Juni 2021, Ini Aturannya

Perancis Sambut Turis Asing yang Divaksinasi Juni 2021, Ini Aturannya

Travel Update
Maria, Desa Wisata di Bima NTB yang Memiliki Banyak Daya Tarik

Maria, Desa Wisata di Bima NTB yang Memiliki Banyak Daya Tarik

Jalan Jalan
Pacuan Kuda di Bima Bakal Jadi Acara Nasional, Ini Persiapannya

Pacuan Kuda di Bima Bakal Jadi Acara Nasional, Ini Persiapannya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X