Kamis, 24 April 2014

/ Travel

Avignon, Kota Festival Seni di Perancis

Rabu, 21 April 2010 | 22:41 WIB

Baca juga

KOMPAS.com - Memasuki musim semi bersamaan dengan menghangatnya suhu udara dan mekarnya aneka bunga yang berwarna warni, Perancis semakin membuat wisatawan jatuh hati oleh keelokannya.

Bila bicara soal Perancis, sudah pasti kota Paris dengan menara Eiffel yang menjadi incaran wisatawan mancanegara. Namun di belahan selatan Perancis, pemandangan serta obyek wisata yang ditawarkan sebenarnya sangat terkenal di dunia pariwisata. Suhunya yang lebih hangat, laut mediterania, masakannya, hamparan bunga lavender dan sebagai tempat lahir atau berkaryanya para seniman terkenal.

Beberapa surat yang masuk ke email saya banyak meminta saran kota-kota apa saja yang bisa didatangi oleh wisatawan Indonesia selain Paris. Karena itu saya ingin mengajak pembaca mengenal lebih dekat empat kota di Perancis selatan yang menurut saya memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Juga sebagai incaran turis mancanegara menghabiskan liburan mereka di Perancis selatan.

Avignon

Avignon bisa diibaratkan sebagai jantungnya Provence, sebuah kota yang kaya akan peninggalan harta budayanya. Saat datang ke kota ini, mata kita akan melihat sebuah benteng besar yang mengelilingi kota yang juga dikenal sebagai ibu kota Kristiani di abad ke 14. Kota tua Avignon memang berada di dalam benteng kokoh.

Sepanjang jalan di kota tua ini, jalan-jalan kecil yang dilalui bagaikan saksi sejarah di masa lampau. Saya datang ke kota ini hampir setiap tahun, karena festival di musim panasnya yang semarak. Pertama yang harus didatangi saat kita berada di sini adalah, mendatangi turis informasi yang berada tak jauh dari pintu masuk utama kota tua.

Di sana, bisa didapatkan berbagai keterangan berupa buku guide gratis dengan tiga pilihan bahasa (Perancis, Inggris dan Jerman). Brosur-brosur turis dari mulai tempat menginap, restoran sampai tawaran untuk berwisata baik di kota Avignon itu sendiri hingga beberapa kota lain di dekatnya. Bisa juga mendapatkan keterangan  secara langsung dari penerangan. Saran saya, saat datang ke pusat turis informasi ini, agar meminta kartu pass, yang mana dengan kartu pass ini kita bisa mendapatkan potongan harga 50 persen hingga 70 persen untuk setiap kali mengunjungi tempat obyek wisata.

Bagi yang senang berjalan kaki, menguak keindahan kota tua serta tempat wisata bisa dilakukan sekitar setengah hingga satu hari tergantung banyaknya tempat yang ingin kita kunjungi. Tapi bisa juga dengan menggunakan kereta turis dalam kota, biaya yang dikenakan 7 euros untuk dewasa dan 4 euros untuk anak.

Istana Paus dan Jembatan Avignon

Apa saja yang dilihat di Avignon? Pertama yang menjadi tujuan sudah pasti, Palais des Papes (palace of the Popes atau Istana Paus). Palais des Papes merupakan tempat yang sangat penting di abad 14, karena merupakan tempat tinggal utama Paus di zaman itu. Pengunjung bisa mendatangi 25 ruangan dengan dekorasi yang memukau mata akan keindahan setiap tata ruangan. Di sini kita bisa memilih mengunjungi secara bebas dengan alat pendengar (audio guide, tersedia berbagai bahasa) atau dengan seorang guide secara rombongan.

Dua kali saya mendatangi tempat ini, saya mencoba keduanya, kunjungan secara bebas dan dengan guide (gratis). Secara bebas kita memang lebih menghemat waktu tapi dengan guide banyak hal yang lebih rinci yang bisa kita dapatkan, dan bila ada pertanyaan bisa kita dapakan jawaban secara langsung. Lamanya kunjungan di tempat yang mendapatkan peringkat di Unesco sebagai warisan dunia untuk kemanusiaan ini sekitar 1 jam 15 menit.

Satu hal yang tak boleh terlewati, adalah butik cenderamata, terus terang bila tak ingat keuangan terbatas, rasanya ingin membeli semua souvenir indah yang dipajang. Apalagi souvenir untuk anak-anak yang berupa peralatan perang abad pertengahan. Sudah terbayang girangnya mereka bila dibawakan oleh-oleh seperti ini. Harga masuk ke tempat ini tergantung musim yaitu 8,50 euros dan 10,50 euros. Dan bagi penggemar anggur, terdapat butik khusus yang menyediakan koleksi anggur setempat yang sangat terkenal.

Dari Palais des Papes tujuan kedua yang wajib dilakukan adalah, mengunjungi Pont d'Avignon (jembatan Avignon). Pont d'Avignon merupakan saksi utama sejarah daerah ini, dikenal hampir di seluruh dunia berkat lagunya, Pont d'Avignon. Dibangun di abad ke 12 namun beberapa kali mengalami kehancuran akibat banjir dari Sungai Rhône, baru kemudian dibangun kembali di abad ke 17. Setelah membayar 4,50 euros, kita bisa mendapatkan alat pendengar (audio guide) dengan pilihan bahasa, yang memberikan informasi setiap rinci dari jembatan ini. Jembatan yang hanya tinggal sepotong ini, juga mendapatkan peringkat di Unesco sebagai peninggalan bersejarah dunia.

Restoran

Bila kita datang mengunjungi Avignon dimulai di pagi hari, dua tempat yang saya sebutkan tadi sudah memakan waktu sekitar 3,5 jam. Saatnya mengisi perut yang mulai keroncongan. Untuk soal makan, Kota Avignon sebagai layaknya kota turis menyediakan berbagai restoran sesuai selera lidah. Bagi yang sulit dengan makanan eropa, restoran asia banyak dan mudah sekali ditemukan, dari mulai restoran cina, vietnam dan jepang.

Namun bagi yang senang mencicipi cita rasa masakan setempat, saran saya mencoba restoran ala provençal. Satu restoran yang bisa saya sarankan kepada pembaca yaitu 'La cuisine du Dimanche'. Ketika saya mendatangi restoran ini, karena mendengar reputasinya, cita rasa provençal yang ditata begitu apik dan menawan di setiap sajian masakan terkunyah lezat di mulut saya. Satu hal yang saya sukai dari restoran ini adalah, juru masak memasak menu masakan sesuai dengan bahan makanan yang ditemukan hari itu di pasar. Pilihan saya adalah Noix de St Jacques dengan sayur sesuai musimnya. Harga yang ditawarkan mulai dari 12 euros.

Sayangnya, banyak restoran yang tutup di hari Minggu. Namun jangan khawatir kita tetap bisa menemukan restoran simpatik di alun-alun kota, hanya saja di tempat ini restorannya lebih untuk turis, makanan yang disajikan pun standar. Hanya keuntungannya bila cuaca cerah kita bisa makan di alun-alun sambil menikmati keindahan bangunan di sekeliling kita.

Tempat-tempat lain yang bisa kita datangi dengan santai adalah, beberapa museum. Les musée d'Avignon (museum Avignon) dan Le Musée Calvet (museum Calvet). Museum Avignon memamerkan maha karya peninggalan abad ke 13 dan ke 16 berupa koleksi lukisan serta patung dari para seniman Italia dan juga provençales. Museum Calvet menampilkan maha karya seniman terkenal dari abad ke 18 hingga abad 20.

Tidak hanya lukisan karya Manet saja yang terlihat menawan, patung serta koleksi perunggu yang dipajang seolah menarik kita kemasa lampau. Kedua museum ini cukup besar, memakan waktu hingga 1 jam 30 menit untuk kunjungan setiap museumnya dan tiket masuk yaitu 6 euros.

Avignon terkenal juga berkat festivalnya yang diadakan setiap tahunnya. Diadakan dari mulai tanggal 7 Juli hingga 31 Juli. Festival yang selalu menarik turis mancanegara ini, didirikan oleh seniman terkenal Jean Vilar. Kita bisa mengunjungi rumah seniman ini jika berkenan. Festival di musim panas ini terbagi dua, yaitu festival terbuka dan tertutup. Festival terbuka diadakan di setiap sudut kota, bahkan terkadang berupa pawai. Dan tentunya gratis ditonton. Para seniman akan menghibur hati pendatang dengan teaternya, lagu, musik hingga tarian. Semarak dari festival ini selalu begitu menawan bagi saya. Bayangkan rasanya saya sedang berada dalam satu teater sebesar kota yang tak ada hentinya menghibur mata. Festival tertutup diadakan di dalam teater atau tempat khusus, yang mana penontong harus merogoh kantongnya.

Karena selalu marak oleh acara seni, maka sepanjang jalan kita akan sering menemui teater atau tempat seni di kota ini.

Saat sore tiba dan kaki mulai pegal hal yang terbaik adalah melepas lelah sambil menghirup kopi hangat. Saya sarankan untuk menikmati secangkir kopi hangat di taman kota, Les jardin d'Avignon. Taman Avignon yang berada di sebelah Palais des Papes dan diatas kota dibangun diabad ke 18. Dari taman yang berada dibukit kecil ini, kita bisa menikmati panorama kota Avignon. Dan secangkir kopi hangat yang kita nikmati sambil memandang danau dan bebek yang asik berenang terasa unik dimata. Bila datang dengan anak-anak tempat ini akan membuat mereka senang, karena di sini tersedia taman bermain bagi mereka.

Seandainya waktu masih tersisa, beberapa tempat lainnya bisa kita datangi sesuai dengan kegemaran kita. Misalnya teater kota yang berdiri megah. Di kota bersejarah ini kita juga bisa mengunjungi museum lainnya diluar museum yang saya sarankan tadi. Selain nama-nama tempat wisata tertera dengan jelas di buku petunjuk wisata yang kita dapatkan di kantor wisata, seringkali selama menikmati keindahan kota tua ini, kita menemukan banyak gereja tua yang begitu indah.

Dan bagi yang senang dengan wisata air, bisa juga kita berwisata dengan kapal selama satu hari atau setengah hari. Kapal ini akan membawa kita menikmati tiga kota wisata yaitu Avignon, Ile de la Barthelasse (Pulau Barthelasse) dan Villleneuve. Lamanya wisata sekitar 1 jam dan harga perjalanan yaitu 8 euros untuk orang dewasa dan gratis untuk anak-anak. Di kapal ini tersedia juga restoran. Bayangkan menikmati masakan provençal sambil menghirup udara hangat Perancis Selatan dengan tontonan keindahan peninggalan bersejarah, di atas air, nikmatnya.... Itulah Perancis Selatan. Oh ya, dari Paris menuju Avignon dengan kereta TGV hanya 2 jam 40 menit. (Dini Kusmana Massabuau)

 

(Bersambung)


Editor : made