Rabu, 26 November 2014

/ Ibu & Anak

Ukur Kemampuan Berteman Si Kecil

Sabtu, 16 Oktober 2010 | 14:16 WIB

KOMPAS.com — Langkah pertama yang perlu dilakukan orangtua untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membina pertemanan adalah menilai kekuatan dan kelemahan dirinya. Selanjutnya, ikuti langkah berikut.

* Bersikaplah jujur
Perhatikan benar kemampuan anak menjalin pertemanan dan bagaimana ia menjalin relasi dengan orang lain.

* Observasi
Observasi bagaimana ia berinteraksi dengan teman-teman sepergaulannya. Namun, jangan sampai ia tahu tengah diamati.

* Pergaulan yang berbeda

Amati pula dalam lingkup pergaulan yang berbeda. Perhatikan juga ketika ia tengah bersama seorang teman ataupun selagi berada dalam kelompok, apakah itu di tengah anak-anak yang usianya lebih muda ataupun yang lebih tua.

* Teman yang populer
Perhatikan pula anak-anak lain yang Anda yakini populer di mata si kecil. Cobalah selami, kira-kira apa yang membantunya jadi populer di mata si kecil.

* Berbincang dengan orangtua lain
Sempatkan waktu untuk berbincang dengan orangtua teman-teman si kecil. Tanyakan kepada mereka kemampuan apa saja yang mereka anggap penting untuk membantu anak-anaknya membina pertemanan sekaligus mempertahankan ikatan persahabatan. Sempatkan juga untuk mengobrol dan tanya pendapat orang-orang di sekitar Anda yang cukup mengenal dan menaruh peduli kepada si kecil.

* Catat
Ambil notes dan jangan lupa tuliskan semua hasil penemuan Anda berdasarkan panduan di atas.

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, ikuti tes sederhana berikut ini:

Berikut daftar perilaku yang sering ditunjukkan anak yang butuh bantuan meningkatkan kemampuannya menjalin persahabatan.

Untuk jawaban "selalu" beri poin 5, jawaban "kadang-kadang" beri 3 poin, dan jawaban "tidak pernah" beri poin 0.

* Tidak pernah mau berbagi atau bergantian.
* Bertingkah laku seperti orang kalah yang selalu minta dikasihani.
* Jarang sekali mau bekerja sama.
* Kurang memperlihatkan empati terhadap perasaan orang lain.
* Tak memiliki kemampuan untuk memainkan aneka permainan.
* Kelewat ngotot untuk selalu memenangkan persaingan.
* Tidak bisa membaca isyarat-isyarat pergaulan.
* Menunjukkan tingkah laku kurang matang saat berada dalam kelompok seusianya.
* Menunjukkan tingkah laku kelewat matang saat berada dalam kelompok seusianya.
* Menimbun mainan dan tak pernah mau berbagi dengan siapa pun.
* Sopan santunnya amat memprihatinkan.
* Ceroboh, perilakunya membahayakan, cenderung mengambil risiko.
* Berbuat dan mengeluarkan pendapat tanpa dipikirkan.
* Merasa dirinya selalu kurang dibandingkan dengan temannya.
* Licik dan kejam.
* Senantiasa menjaga jarak atau justru kelewat lengket dengan siapa saja.
* Sok mengatur, selalu menuntut orang lain untuk mengikut segala kemauannya.
* Terbiasa menggunakan ekspresi memelas atau merajuk sebagai senjata.
* Kelewat kritis dan gampang menghakimi orang lain.
* Selalu memotong pembicaraan orang lain, tetapi tak pernah mau mendengarkan orang lain.

Selanjutnya, jumlahkan berapa skor total yang didapat.

Skor 75-100

Si kecil memiliki permasalahan serius seputar jalinan persahabatan. Intervensi berupa bantuan sesegera mungkin sangat dibutuhkannya.

Skor 50-75
Ada masalah yang tak kalah serius dan mesti dicarikan solusinya.

Skor < 50
Adanya masalah yang mesti diluruskan, tetapi belum sampai ke taraf yang membuat panik.

Kalau Anda menemukan kelemahan-kelemahan (yang tentu masih sesuai dengan anak seusianya), pastikan arena mana yang akan menjadi pusat perhatian Anda. Yang pasti, membina pertemanan dibangun dari sekian banyak keterampilan yang bisa Anda ajarkan, kok.

(
Tabloid Nova/Paskaria)


Editor : Nadia Felicia
Sumber: