Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sayur Asem Betawi Joglo, Segarnya Alami

Kompas.com - 09/04/2011, 15:28 WIB

KOMPAS.com - Sayur Asem … Hm … Enaknya kalau sudah makan Ikan Asin, temennya itu sambel sama sayur asem. Nah, tapi kebiasaan itu kini dibalik oleh Haji Matali. Sayur Asem bukan lagi merupakan makanan selingan, melainkan menjadi menu utama di warungnya yang tanpa nama namun terkenal ini (sampai-sampai entah karena kemahsyurannya sehingga jalan disini disebut Jalan Sayur Asem, atau karena nama jalannya Sayur Asem baru Pak Haji menjadikan sayur asem sebagai menu utamanya?) he-he-he,… sudahlah, yang penting sekarang kita makan sayur asem, yuuuk.

Sayur asem Pak Haji Matali ini adalah sayur asem Betawi. Jadi jangan heran kalau kuahnya berwarna bening, saking beningnya sampai bisa melihat sampai kedasar piring sajian. Ini tentu beda sekali dengan sayur asem Jawa yang berwarna keruh. Selain dari segi warna, segi rasa juga beda. Kalau sayur asem jawa, rasanya cenderung manis asem, nah kalau sayur asem betawi ini cenderung asem seger.

Wow,... lezaaaat!!!

Ini disebut oleh bibik yang masak, adalah karena pemilihan asem, dimana kalau sayur asem jawa itu make yang tua sedangkan kalau sayur asem betawi pakai asamnya yang muda. Nah untuk yang di Pak Haji Matali sendiri, sayur asemnya diberi tambahan oncom, inilah yang akhirnya juga menimbulkan sensasi gurih pada makanan berkuah ini. "Penambahan oncom pada sayur asem akan membuat rasa bumbu jadi lebih kuat dan terikat," sebut Pak Haji Matali.

Bumbu, … ya hanya bumbu biasa. Hanya cabai hijau, bawang merah, garam, kacang dan oncom. That’s it. (Beda ya sama sayur asem jawa yang bumbunya buanyak he-he-hee...) tapi semua bumbu yang sederhana ini benar-benar memiliki rasa yang saling terikat satu dengan yang lainnya.

Terus tips supaya sayur ini kuahnya seger adalah dari cara ngulek atau cara menggerus bawang yang jangan sampai terlalu halus. Setelah itu, bumbu jangan dimasukkan begitu saja ke dalam adonan, tapi cukup diperas, sehingga akhirnya akan menghasilkan kuah yang bening dan bisa disruput sampai habis tanpa takut ada gangguan bumbu yang nyangkut di gigi.

Untuk bangunan, ya ampuuun, masih jadul banget. Pak Haji Matali, membiarkan warungnya tetap sama seperti saat awal dibangun pada 1970-an. Rumah Makan Sayur Asem Betawi H. Mataling, Jl Joglo GG Sayur Asem RT 02/06, Jakarta Barat ini berbentuk Rumah Betawi, berlantaikan tanah dengan etalase untuk memajang lauk pauk berupa pendamping sayur asem, yaitu gorengan udang, dan aneka macam gorengan ikan. Bentuk kursi mejanya pun masih jadul, yaitu tipikal warung ramai dengan kursi dan meja yang memanjang.

Oya, kalau kesini sebaiknya jangan lewat dari jam 4 ya … nanti nggak kebagian lo… jadi totalnya itu buka jam 8 pagi tutup jam 4 sore. Dan, kalau sudah kesini jangan lupa beli juga otak-otak yang ada di depan warung pas, otak-otaknya enaaaak … bener-bener rasa ikan dan pokoknya aku suka he-he-he… rasanya mirip dengan otak-otak yang pernah aku makan di Bangka. Sama sekali nggak ada bau langu atau bau apek atau bau santan yang ada cuma gurih ikan aja. Enak. (Catur Guna Yuyun Angkadjaja)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com