Sabtu, 20 Desember 2014

/ Travel

Monyet Sangeh Dilatih Hibur Wisatawan

Selasa, 7 Juni 2011 | 08:45 WIB

KOMPAS.com - Obyek Wisata Bukit Sari Sangeh (OWBSS), Kabupaten Badung, Bali, akan membuat atraksi wisata unik dengan melatih monyet-monyet untuk menghibur wisatawan. Keinginan itu terungkap pada kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepariwisataan Dinas Pariwisata Badung di Desa Sangeh, Kecamatan Petang, beberapa waktu lalu.

Penyuluhan itu dihadiri I Made Astawa, MM (Dinas Pariwisata Badung), Hanugrah Kristiono Liestiandre, SSTPar (STP Nusa Dua), I Made Sulasa Jaya (PHRI Badung), dan I Ketut Wargita (HPI Badung). Peserta penyuluhan adalah anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sangeh, Pengelola dan Staff Manajemen OWBSS.

Wargita mengatakan Sangeh memiliki keunikan objek wisata alam yaitu hutan pohon pala dan monyet-monyet. Agar obyek wisata ini semakin menarik maka monyet yang ada di Sangeh perlu dilatih agar mejadi binatang yang unik dan berbeda dengan satwa lainnya.

Monyet-monyet yang terkesan liar itu dilatih untuk bisa menampilkan sebuah atraksi yang menawan. Misalnya, jungkir balik, bawa payung, main musik, menari dan aktivitas lain yang bukan menjadi kebiasaannya, namun menjadi kebiasaan manusia.

"Tidak perlu melatih semuanya, cukup membina beberapa ekor saja, sehingga setiap ada tamu monyet itu bisa beraksi," ucapnya.

Selama ini, memang monyet-monyet tersebut sudah biasa menjadi model berfoto bersama tamu. Namun, dibutuhkan atraksi monyet yang lebih atraktif sehingga hasilnya menjadi sebuah kenangan manis dan menarik.

Atraksi monyet itu, tak hanya membuat senang tetapi juga bisa sebagai obat penghilang penat wisatawan. "Memang membutuhkan biaya tinggi namun hasilnya pasti akan sangat baik," imbuhnya.

Sebuah Taman Pala

Taman Wisata Sangeh memiliki pura yang bernama Pura Bukit Sari. Di atas tugu pura terdapat pahatan burung garuda. Pura ini berada di tengah hutan pohon pala. Pohon-pohon pala yang tumbuh lebat di tengah hutan ini dikeramatkan masyarakat Sangeh.

Kata Sangeh memiliki arti yang unik, yaitu "ada yang melihat".

Kawasan hutan pala ini dinamakan Sangeh karena rahasia untuk membuat taman pala bocor ke masyarakat sehingga ada yang melihat pembuatan taman. Taman pala inilah yang diberi nama Sangeh.

Sangeh identik dengan canda para monyet jinak yang hidup di hutan kawasan ini. Setiap Anda melangkah, monyet-monyet lucu ini akan menghampiri. Para satwa ini juga sangat bersahabat jika diajak berpose bersama.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan di Sangeh dalam empat tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan. Tingkat kunjungan pada tahun 2006 sebanyak 153.400 wisatawan, dan pada tahun 2010 mencapai 227.102 wisatawan. Data kunjungan wisatawan empat bulan terakhir di tahun 2011 yaitu Januari (18.612), Februari (11.395), Maret (14589) dan April (14.873). Dari tingkat kunjungan itu, Sangeh dikunjungi wisatawan domestik sebesar 85 persen dan wisatawan mancanegara 15 persen.


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: