Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keong Sawah di Piring Kaleng...

Kompas.com - 14/12/2011, 10:37 WIB
Ni Luh Made Pertiwi F

Penulis

KOMPAS.com – Inilah rumah makan Sunda yang benar-benar memberikan pengalaman berbeda. Bagaimana tidak, saat baru masuk saja, pengunjung harus menghadapi antrean panjang. Konon, antrean panjang ini tak kenal waktu. Entah itu di jam makan siang maupun di luar jam makan siang. Jangan tanya kondisinya saat akhir pekan. Penuh oleh masyarakat setempat maupun wisatawan.

Nama rumah makan tersebut adalah Nasi Bancakan, terletak di Jl. Trunojoyo No. 62, Bandung. Letaknya yang strategis juga keunikan konsep rumah makan ini, membuat tempat ini laris manis. Saat Kompas.com mampir, antrean mengular dari ujung terdalam sampai ke pintu.

Apa uniknya? Saat masuk, pengunjung tak perlu membuka buku menu maupun tak akan ada pelayan yang menghampiri Anda untuk menerima pesan Anda. Ya, Anda harus mengantre menuju meja panjang prasmanan. Di meja panjang itu, aneka lauk pauk tampak menggoda di mata.

Layaknya di sebuah kantin, ambilah piring sendiri. Kemudian seorang ibu akan menyediakan nasi yang Anda inginkan. Entah itu nasi liwet atau nasi timbel. Piring itu pun unik karena menggunakan piring kaleng yang biasa dipakai di zaman dahulu. Saat ini, piring kaleng semacam ini sudah jarang ditemukan.

Anda pun dapat memilih lauk yang Anda suka. Mulai dari babat, paru, dan sate telur puyuh. Lalu ayam, gepuk, cumi, gurame, pindang tongkol, peda, ikan mas, dan gabus.

Untuk sayuran, bisa mencoba aneka tumisan seperti tumis iwung, tumis genjer, dan tumis waluh. Ada pula teri kacang, buntik, dan ceos kacang. Masakan Sunda tentu belum lengkap dengan lalapan. Nah di sini pun tersedia aneka sayuran segar untuk lalapan yang bisa Anda ambil sendiri.

Aneka gorengan seperti tahu, tempe, sampai perkedel jagung jangan terlupakan. Lalu ada pula aneka pepes, lotek, serta beragam sambal. Anda bisa pilih sambal golodog, sambal oncom, dan sambal ceurik.

Beberapa lauk ini hanya sebagian dari yang ada di daftar menu. Total ada lebih dari 60 aneka lauk pauk yang ada di Nasi Bancakan. Makin unik, karena aneka jajanan manis yang cocok untuk hidangan penutup bisa Anda beli di sini. Ada lapak es goyang sampai harum manis. Masing-masing pedagang layaknya berjualan di pinggir jalan, hadir dengan gerobaknya sendiri-sendiri.

Selain piring dari kaleng, gelasnya pun dari kaleng. Teko-teko berisi teh tawar panas tersedia bagi para pengunjung. Pengunjung dapat mengmbilnya sendiri secara gratis. Salah satu yang perlu Anda coba adalah tutut atau keong sawah yang ditumis dengan bumbu kuning.

Menu pindang lauk sawah juga perlu Anda cicipi, menu ini termasuk menu favorit di Nasi Bancakan. Lalu untuk hidangan manis sebagai penutup, nikmati es goyang yang manis dengan balutan coklat cair.

Saat membayar, bersiaplah terkejut. Harganya sangat murah dan per porsi sebenarnya termasuk banyak. Seperti satu porsi tutut bisa dinikmati hingga 4 orang dan harganya hanya Rp 5.000. Sebagian besar harganya tak lebih mahal dari Rp 9.000 per menu per porsi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Capaian Timnas U-23 di Piala Asia Bawa Dampak Pariwisata untuk Indonesia

Capaian Timnas U-23 di Piala Asia Bawa Dampak Pariwisata untuk Indonesia

Travel Update
Harga Tiket Masuk Taman Safari Prigen 2024 dan Cara Pesan via Online

Harga Tiket Masuk Taman Safari Prigen 2024 dan Cara Pesan via Online

Travel Tips
3 Promo BCA Australia Travel Fair 2024, Ada Cashback hingga Rp 2 Juta

3 Promo BCA Australia Travel Fair 2024, Ada Cashback hingga Rp 2 Juta

Travel Update
4 Promo Tiket Pesawat dan Tur BCA Australia Travel Fair, Rp 7 Juta ke Perth PP

4 Promo Tiket Pesawat dan Tur BCA Australia Travel Fair, Rp 7 Juta ke Perth PP

Travel Update
Hari Ini, BCA Australia Travel Fair 2024 Digelar di Gandaria City

Hari Ini, BCA Australia Travel Fair 2024 Digelar di Gandaria City

Travel Update
10 Tips Wisata Saat Cuaca Panas, Pakai Tabir Surya dan Bawa Topi

10 Tips Wisata Saat Cuaca Panas, Pakai Tabir Surya dan Bawa Topi

Travel Tips
5 Wisata di Palangka Raya, Ada Wisata Petik Buah

5 Wisata di Palangka Raya, Ada Wisata Petik Buah

Jalan Jalan
5 Tips ke Museum iMuseum IMERI FKUI di Jakarta, Reservasi Dulu

5 Tips ke Museum iMuseum IMERI FKUI di Jakarta, Reservasi Dulu

Travel Tips
Cara Menuju ke Bukit Tangkiling Kalimantan Tengah

Cara Menuju ke Bukit Tangkiling Kalimantan Tengah

Jalan Jalan
Bukit Tangkiling Palangka Raya untuk Pencinta Alam dan Petualangan

Bukit Tangkiling Palangka Raya untuk Pencinta Alam dan Petualangan

Jalan Jalan
Rute Menuju ke Jungwok Blue Ocean Gunungkidul, Yogyakarta

Rute Menuju ke Jungwok Blue Ocean Gunungkidul, Yogyakarta

Jalan Jalan
Segara Kerthi Diperkenalkan ke Delegasi World Water Forum di Bali, Apa Itu?

Segara Kerthi Diperkenalkan ke Delegasi World Water Forum di Bali, Apa Itu?

Travel Update
Sederet Aktivitas Seru di Jungwok Blue Ocean, Tak Hanya Bisa Foto

Sederet Aktivitas Seru di Jungwok Blue Ocean, Tak Hanya Bisa Foto

Jalan Jalan
Kering sejak Maret 2024, Waduk Rajui Jadi Spot Instagramable di Aceh

Kering sejak Maret 2024, Waduk Rajui Jadi Spot Instagramable di Aceh

Travel Update
Arab Saudi Targetkan Lebih dari 2 Juta Kunjungan Turis Indonesia pada 2024

Arab Saudi Targetkan Lebih dari 2 Juta Kunjungan Turis Indonesia pada 2024

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com