Kamis, 24 Juli 2014

/ Travel

Peristirahatan Terakhir Tentara Sekutu di Ambon

Kamis, 2 Februari 2012 | 08:56 WIB

KOTA Ambon dan pesona keindahannya seperti tidak akan pernah habis untuk dinikmati. Pantainya yang indah berair jernih memberikan gradasi warna biru, hijau ketika terkena sinar mentari. Tidak heran, setelah pulih dari konflik sosial yang terjadi pada tahun 1999, Pemkot Ambon gencar mempromosikan obyek wisata mereka. Sebut saja pantai Liang, Pantai Natsepa, Kebon Cengkeh, menjadi kawasan tujuan wisata yang kerap ramai dikunjungi.

Selain menawarkan keindahan, Kota Ambon pun memiliki sejumlah tempat wisata sejarah. Salah satunya adalah Taman Makam Pahlawan Tentara Sekutu di Tantui Kapaha, Ambon. Disinilah dimakamkan 2.000 lebih tentara sekutu yang gugur saat Perang Dunia II melawan tentara Jepang.

Dari pinggir jalan sekilas taman itu seperti taman kota. Dengan rerumputan hijau dan bunga yang tertata rapi, serta kesan teduh dari dua pohon besar di tengah taman. Namun, ketika masuk ke dalam area makam, terlihat ribuan nisan yang tertata rapi.

Tepat di depan pintu masuk, terdapat sebuah monumen bertuliskan: Here are recorded the names of the officers and men who died in the regions of the Celebes and Molucca Islands...

"Kebanyakan yang dimakamkan di sini adalah tentara dari Australia, yang lainnya adalah Belanda, Inggris, India, Kanada, dan Selandia Baru," kata Syamsudin (65), saat ditemui di area makam, Minggu (29/1/2012).

Syamsudin telah menjaga makam ini selama 17 tahun. Selama itu pula lah dia kerap menemui banyak turis asing yang berkunjung ke makam untuk mencari leluhurnya. "Pernah ada wisatawan yang datang dan menemukan leluhurnya dimakamkan di sini, mereka langsung menangis dan memeluk nisan tersebut," kata Syamsudin.

Kali ini pun Syamsudin kedatangan Ken Young (70), turis asal Selandia Baru yang juga mencari leluhurnya. Ken merupakan salah satu penumpang kapal pesiar MV Discovery yang bersandar di Ambon akhis Januari lalu. Setelah mengisi buku tamu Ken, meminta Syamsudin untuk mengantarkan dia ke makam tentara Selandia Baru. Namun sayang kali ini Ken harus kecewa karena makam tersebut bukan makam leluhurnya.

Keberadaan taman makam pahlawan tentara sekutu di Tantui Kapaha, disadari bisa menjadi daya tarik wisata, terutama untuk wisata sejarah. Syamsudin mengakui tiap tahun pasti ada turis yang datang ke makam ini. Bahkan peringatan gugurnya tentara persemakmuran pada Perang Dunia II atau yang dikenal dengan sebutan "Anzac Day" selalu diperingati secara rutin setiap 25 April, di makam ini. Namun terhenti sejak 1999, saat konflik sosial melanda kota Ambon.


Penulis: Roderick Adrian Mozes
Editor : I Made Asdhiana