Minggu, 20 April 2014

News / Travel

Pilihan Penginapan di Raja Ampat

Sabtu, 21 Juli 2012 | 16:51 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa tak kenal Raja Ampat? Kepulauan yang terletak di kepala burung Papua tersebut menyimpan keindahan taman laut dengan biota yang terlengkap dan terindah.

Pesona alam Raja Ampat seolah tak cukup jika dinikmati hanya sehari dua hari. Biasanya para wisatawan mancanegara maupun turis nusantara menginap beberapa hari di Kepulauan Raja Ampat untuk menjelajahi pulau-pulau yang tentunya menyimpan pesona tersendiri. Pasalnya, untuk mencapai Kepulauan Raja Ampat diperlukan waktu sekitar dua jam dengan mengendarai kapal cepat dari pelabuhan Usaha Mina, Sorong.

Biaya untuk menyeberang dari Sorong ke Raja Ampat pun terbilang lumayan. Dengan demikian waktu Anda akan terbuang jika bolak-balik Sorong-Raja Ampat tanpa menginap di Raja Ampat. Untuk menginap di Raja Ampat, ada sejumlah penginapan yang bisa Anda pertimbangkan.

Waiwo Dive Resort
Waiwo Dive Resort berlokasi di Ibukota Raja Ampat, Waisai, yang terletak di salah satu pulau terbesar, Pulau Waigeo. Penginapan berkonsep "lebih dekat dengan alam" itu terdiri dari 12 cottage yang bernuansa etnik Papua.

Setiap cottage diisi dua hingga tiga tempat tidur dan satu kamar mandi. Dinding dan lantainya yang terbuat dari kayu menciptakan suasana menginap yang teduh dan damai. Hanya saja, penginapan ini tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan. Menurut pengurus resort, Berto Rahawarin, pihaknya sengaja tidak memasang pendingin ruangan untuk menciptakan suasana menginap yang alami. "Konsep di Waiwo itu dari hutan turun ke laut," ujarnya.

Waiwo Dive Resort seolah memadukan suasana pantai dengan harmoni hutan. Cottage di sana dibangun di bawah teduhnya pepohonan namun juga dekat dengan bibir pantai. Jika Anda menginap di sana, Anda akan dimanjakan dengan nyanyian burung dan parade musik serangga yang berpadu dengan deburan ombak. Terdapat restoran dan bar yang terpisah dari cottage dan letaknya tidak jauh dari bibir pantai.

Mengenai tarif menginap, pihak pengelola memasang harga berbeda untuk turis mancanegara dan turis nusantara. Untuk wisatawan asing, dikenakan tarif Rp 550.000 per orang per malam sedangkan turis nusantara Rp 450.000 per orang per malam. Sementara untuk anak-anak, lanjutnya, cukup membayar setengah harga. "Termasuk susu, dan tiga kali snack," kata Berto.

Selain penginapan, Waiwo Dive Resort menyediakan fasilitas menyelam, snorkeling, dan memberi makan ikan di dermaga Waiwo. Tersedia dua paket menyelam. Pertama, untuk 1-4 kali menyelam dengan harga Rp 550.000 sekali menyelam. Kedua, untuk 5-8 kali menyelam dengan harga Rp 450.000 sekali menyelam. "Harga itu sudah termasuk dengan alat selam, pemandu, minimal menyelam dua kali sehari," tambah Berto.

Sementara untuk snorkeling, katanya, cukup membayar Rp 50.000 seharian.

Untuk mencapai Waiwo Dive Resort, Anda dapat menggunakan mobil atau ojek dengan perjalanan sekitar 20 menit dari dermaga Waisai, Ibukota Raja Ampat.

Raja Ampat Dive Lodge (RADL)

Raja Ampat Dive Lodge atau yang biasa disebut RADL terletak di Pulau Mansuar, Kepulauan Raja Ampat. Penginapan yang cukup ternama di Raja Ampat ini menyajikan nuansa etnik Bali di tengah suasana hutan tropis dan pantai pasir putih Raja Ampat. Memasuki RADL dimulai dari dermaga kecil yang dihubungkan dengan jembatan kayu panjang menuju pintu masuk penginapan.

Dari dermaga Anda dapat menikmati pemandangan pulau yang tertutup hutan tropis hijau berpadu dengan birunya air laut yang jernih. Sepanjang perjalanan dari dermaga menuju pintu masuk penginapan, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan bawah laut Raja Ampat. Koral dan ikan beraneka warna tampak dari atas permukaan laut. Pasir pantai yang mengelilingi RADL juga aman untuk bermain anak-anak.

Penginapan yang didominasi turis Amerika itu memiliki 27 ruangan yang terdiri dari 20 bungalow, dan 7 ruangan standar. Untuk bungalow, tarifnya terbagi tiga, yakni single 165 dollar AS per malam, double 230 dollar AS per maLam, dan triple 315 dollar AS per malam. "Sudah lengkap dengan makan," kata Inya, pengurus RADL.

Sementara untuk standar room, dikenakan tarif 190 dollar AS per malam dengan double bad, sementara single 125 dollar AS per malam. "Anak-anak 9-12 tahun, diskon 40 persen, 5-9 tahun, diskon 50 persen, dan bayi, gratis," tambah Inya.

Adapun masing-masing room di RADL dilengkapi dengan pendingin ruangan dan kipas angin. Masing-masing room terisi queen bed atau twin bed yang dilengkapi dengan kelambu sehingga menghindari Anda dari sengatan nyamuk. Setiap kamar juga dilengkapi dengan kamar mandi, air panas, serta perlengkapan mandi seperti sabun, shampo, dan handuk. Selain itu, ada meja rias, washtafel, dan pengering rambut yang tersedia di setiap kamar.

Seperti hotel lainnya, setiap kamar di RADL dilengkapi dengan lemari pakaian, dan kotak penyimpanan barang-barang berharga. Hal lain yang istimewa, setiap kamar di RADL dihubungkan dengan jalan setapak dari papan kayu sehingga kaki Anda akan terhindar dari pasir pantai.

Menurut Inya, RADL tidak hanya jadi tempat menginap bagi para wisatawan. Mereka yang tidak ingin menginap dapat mencicipi masakan RALD melalui paket makan siang seharga 15 dollar AS atau paket makan malam dengan harga Rp 20 dollar AS. Sebagian besar masakan di RADL merupakan hasil olahan laut seperti ikan, udang, atau lobster.

Sesuai dengan namanya, RADL menyediakan fasilitas menyelam dan snorkeling untuk para pengunjung. "Banyak titik snorkeling dan diving di sekitar RADL," kata Ina.

Untuk snorkeling, Anda cukup mengeluarkan biaya 9 dollar per hari sedangkan untuk menyelam 35 dollar AS per hari. "Menyelam 35 dollar AS per hari tanpa dive computer, kalau dengan dive computer tambah lagi 15 dollar AS," tambah Ina.

Untuk mencapai RADL, Anda dapat menyewa kapal cepat berkapasitas 20 orang dengan biaya Rp 3 juta dari Waisai, Ibukota Raja Ampat. Pihak penginapan juga menyediakan jasa jemput dengan biaya bervariasi tergantung jarak dan jenis kapanya. Jika Anda dijemput dari Waisai, Anda dikenakan tarif 80 dollar AS. Sedangkan dari Sorong, 400 dollar AS dengan kapal bermesin kecil atau 800 dollar AS dengan kapal bermesin besar.

Acrophora Cottage and Restaurant
Penginapan Acrophora Cottage and Restaurant terletak di Ibukota Raja Ampat, Waisai, di Pulau Waigeo. Penginapan yang dibangun pemerintah itu letaknya tidak jauh dari Pantai Waisai Tercinta atau Pantai WTC. S

esuai dengan namanya, Acrophora Cottage and Restaurant terdriri dari sejumlah bungalow yang bernuansa etnis papua. Harga sewanya bervariasi mulai dari Rp 480.000 hingga Rp 600.000 per bungalow per malam. Penginapan ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin lebih hemat wisata di Raja Ampat.

Setiap bungalow terbagi dalam empat ruangan, yakni dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu kamar mandi. Setiap kamar tidur berisi satu hingga dua tempat tidur yang dilengkapi dengan pendingin ruangan. Kemudian ruang tamunya dilengkapi dua kursi, satu dispenser, satu televisi, mini bar, dan meja rias. Sementara kamar mandinya tidak dilengkapi dengan air panas namun tetap tersedia peralatan mandi seperti handuk, sabun, sikat gigi, dan shampoo. Meskipun lebih sederhana dari RADL, Acrophora Cottage and Restaurant cukup nyaman untuk diinapi.

Tak jauh dari penginapan, terdapat toko cenderamata khas Waisai, Raja Ampat. Penginapan juga menyediakan toko cenderamata bagi Anda yang ingin belanja kaus atau batik khas Papua.

Selain itu, letak Acrophora Cottage and Restaurant tidak jauh dari Dermaga Waisai, sekitar 5-10 menit dengan menyewa mobil atau ojek.

Homestay di Perkampungan Penduduk
Selain hotel dan cottage, homestay di perkampungan penduduk juga dapat menjadi pilihan Anda menginap. Ada lima desa wisata di Raja Ampat yang menyediakan homestay, di antaranya Desa Sawinggrai dan Desa Arborek.

Homestay atau penginapan di Desa Sawinggrai dibangun di dekat dermaga Desa, di atas laut yang ditopang dengan pondasi kayu layaknya dermaga. Di sana, tersedia dua homestay yang terdiri dari sejumlah ruangan, seperti ruang tamu, dan kamar tidur.

Biaya menginap di homestay desa-desa wisata tersebut pun cukup terjangkau. Homestay di Desa Sawinggrai disewakan dengan tarif Rp 500.000 per orang per malam, sudah termasuk tiga kali makan, dan bonus rekreasi seperti memberi makan ikan, snorkeling, dan menonton atraksi cenderawasih menari. Sedangkan homestay di Desa Arborek tarifnya Rp 350.000 per orang per malam sudah termasuk makan, snorkeling, dan menjelajahi desa tersebut.

Untuk mencapai dua desa wisata tersebut, Anda dapat menyewa kapal cepat dari Ibukota Raja Ampat, Waisai. Untuk biaya kapal cepat berkapasitas 20 orang ke Arborek mencapai Rp 5-6 juta sedangkan ke Sawinggrai sekitar Rp 3 juta.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Erlangga Djumena