Selasa, 2 September 2014

News / Travel

Menikmati Musim Gugur di Korea

Jumat, 23 November 2012 | 14:28 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Selain terkenal karena K-Pop dan operasi plastiknya, Korea juga terkenal dengan keadaan alamnya yang indah. Suhu yang dingin, udara segar, dan pemandangan indah dari gugurnya dedaunan terutama saat pagi hari ini membuat negara ini dijuluki sebagai "The Land of Morning Calm". Berbeda dengan Indonesia,negara yang dijuluki negeri ginseng ini memiliki empat musim yaitu, panas, semi, gugur, dan dingin. Pada bulan November ini, masyarakat Korea Selatan sedang menikmati indahnya musim gugur.

Jika ingin bertandang ke Korea Selatan, musim gugur ini adalah musim paling tepat untuk berwisata. Cuaca yang tidak panas, dan curah hujan yang tak terlalu tinggi membuat Anda lebih bebas mengeksplor keindahan setiap sudut negara ini.

Sekalipun cuacanya cukup bersahabat, namun sebaiknya Anda tetap waspada jika sewaktu-waktu turun hujan. Meskipun cuacanya cerah dan matahari bersinar lembut, namun udara tetap terasa dingin. Cuaca yang terlihat saling berlawanan ini memang menjadi ciri khas musim ini. Maka jangan lupa untuk menggunakan jaket tebal jika ingin berjalan-jalan keluar rumah.

oranye3

Namun, suhu udara yang cukup dingin ini nyatanya tidak akan terlalu terasa jika Anda berada di Busan. Cuaca di Busan malah cenderung lebih lembab karena hujan yang turun seharian. Jika ingin merasakan musim gugur yang sesungguhnya dengan tiupan angin dingin dan pancaran sinar matahari yang lembut, Anda bisa merasakannya ketika berada ibukota Korea, Seoul.

Sekalipun matahari bersinar cukup terik namun hembusan anginnya terasa dingin menusuk kulit, nan di malam hari suhunya bisa turun menjadi sangat dingin. Suhu udara Busan dan Seoul yang cukup berbeda ini ternyata dipengaruhi oleh letak geografis kedua kota. Busan berada di wilayah selatan sedangkan Seoul berada di wilayah utara. Letak ini membuat daerah utara lebih dingin dibanding selatan, termasuk pada saat musim dingin nantinya. Selain itu, letak Seoul yang di utara nantinya juga membuat salju turun lebih awal daripada Busan.

Uniknya, walau udara cukup dingin namun banyak warga Korea yang tidak merasakan hal ini. Ini terlihat dari banyaknya perempuan Korea yang menggunakan celana pendek atau rok mini ketat dengan tambahan stocking tipis di dalamnya saat hangout malam hari. Padahal saat itu, suhu udara malam di Seoul diperkirakan berkisar antara 14-16 derajat Celcius.

Indahnya Pohon Aneka Warna

Selain bisa menikmati suhu yang cukup dingin, musim ini menjadi pilihan tepat berwisata karena Anda bisa melihat indahnya pohon yang beraneka warna.
Di sepanjang jalan kota Seoul yang bersih ini, Anda bisa melihat warna-warni dedaunan yang mulai meranggas perlahan-lahan. Daun-daun pohon maple, sansuyu dan aneka pohon lainnya yang aslinya berwarna hijau ini akan mulai berubah warna menjadi kuning kemerahan sebelum akhirnya gugur.

Perubahan warna daun ini merupakan "persiapan" pohon untuk menghadapi musim dingin. Saat musim gugur, klorofil (zat hijau daun) tidak mendapatkan cahaya matahari dan zat makanan dari akar yang cukup. Hal ini mendesak pigmen warna lain dalam daun seperti karoten (zat warna oranye), atau antocyanin (zat warna merah) untuk keluar dan merubah warna daun.

Beberapa tempat asik untuk menikmati hutan pohon yang beraneka warna antara lain di Seoul Tower, dan Deoksogung Palace. Di kedua tempat ini, Anda bisa menikmati indahnya pohon yang berwarna hijau, kuning sampai merah. Sesekali angin yang berhembus membuat dedaunan ini gugur satu per satu dan membentuk hamparan daun yang cantik. Indah sekali!

oranye

FOTO-FOTO: KOMPAS.COM/CHRISTINA ANDHIKA SETYANTI

 


Penulis: Christina Andhika Setyanti
Editor : I Made Asdhiana