Jumat, 19 September 2014

News / Megapolitan

Stok Daging Sapi di Jakarta Menipis

Senin, 3 Desember 2012 | 11:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelangkaan daging sapi di Jakarta masih belum teratasi. Setelah pada bulan lalu para pedagang daging sapi melakukan mogok berjualan karena harga beli yang terlalu tinggi, kali ini kelangkaan daging sapi akan dipicu minimnya stok daging di Jakarta.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PD Darma Jaya Kusuma Andika mengatakan, stok daging di Jakarta tipis. Hal itu memicu terganggunya minat konsumsi masyarakat di penghujung tahun dan hari raya Natal.

Sejatinya, kebutuhan daging sapi sampai akhir tahun ini dapat mencapai 120 ton. Namun stok yang tersedia dan dikelola PD Darma Jaya hanya menyisakan tak lebih dari 60 ton.

"Saya enggak berani bicara stok dagingnya kritis, tapi ya seperti itu," kata Andika saat ditemui di kompleks Balaikota Jakarta, Senin (3/12/2012).

Pihak ketiga yang dimaksudnya adalah Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI). Menurutnya, Jakarta harus cekatan menggandeng para distributor bila ingin memenuhi kebutuhan daging di Jakarta sampai akhir tahun ini.

"Jakarta punya stok daging, tapi belum bisa menutupi kebutuhan sampai akhir tahun ini. Harus menggandeng distributor lain untuk memenuhinya," ujar Andika.

Sebelumnya, sejak 17 November 2012 lalu pedagang daging di seluruh Jakarta melakukan mogok berjualan selama beberapa hari. Alasannya, karena harga beli yang terlalu tinggi sehingga para pedagang kebingungan memasang harga jual di pasaran.

Para pedagang daging sapi harus merogoh kocek sebesar Rp 68.000 sampai Rp 85.000 per kilogram untuk membeli daging sapi yang akan dijual. Buntut dari naiknya harga daging sapi berdampak pada turunnya minat beli masyarakat karena harga dipasaran hampir menembus Rp 100.000 untuk satu kilo daging sapi.

Setiap harinya, para pedagang daging sapi mengaku harus mengalami kerugian sebesar Rp 400.000 sampai Rp 500.000 sehari.

 


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Ana Shofiana Syatiri