Sabtu, 19 April 2014

News / Travel

Manyundak, Memanah Ikan ala Anak Loksado

Sabtu, 22 Desember 2012 | 12:20 WIB

Baca juga

KOMPAS.com – Deras air yang jatuh seperti meluruhkan mimpi. Mimpi tentang masa kanak-kanak yang bahagia. Masa-masa saat dinginnya air sungai yang mengalir jernih adalah kawan karib yang menyenangkan.

Bermain di dinginnya Sungai Amandit membawa kenangan permainan masa kecil. Mulailah dengan bermain di Air Terjun Haratai, Hulu Sungai Amandit, Kalimantan Selatan. Lalu bergabunglah bersama Ramon Tungka dan anak-anak Desa Loksado.

Dalam program “Kampung Main” episode “Bermain di Amandit”, mereka memainkan tiga permainan. Apa sajakah itu? Permainan itu antara lain manyundak, baucus, dan naik lanting.

Manyundak

Anak-anak Desa Loksado biasa melakukan permainan yang disebut “manyundak” atau memanah ikan. Mereka menangkap ikan di Sungai Amandit dengan peralatan sederhana.

Anak-anak Loksado membenamkan wajah ke dalam air sungai Amandit yang dingin. Dinginnya benar-benar menggigilkan tulang. Peralatan yang digunakan puun sederhana, sebuah masker buatan sendiri pun pistol yang dirakit sendiri.

Masker untuk mengintai ikan di dalam air terbuat dari kaca yang dikelilingi lapisan karet. Masker yang dipakai Ramon bahkan memakai karet dari bekas sandal jepit. Sementara alat untuk memanah ikan menggunakan panyundak.

Panyundak menyerupai senapan. Ujungnya dilengkapi dengan panah kecil panjang yang dihubungkan dengan karet. Saat pelatuk ditekan, tegangan karet akan meluncurkan panah ke arah sasaran.

Anak-anak Desa Loksado mengisi waktu senggang di sore hari dengan manyundak di Sungai Amandit. Tak sekadar bermain, ikan kecil yang dikumpulkan bisa dijual di pasar. Jika beruntung, ikan yang terkumpul mencapai 1,5 kilogram.

Bagian sungai yang banyak menyimpan ikan kecil adalah bagian muka jeram. Namun, di area ini, arusnya cukup kencang. Tentu saja, para pemula tentu akan kesulitan saat menyundak. Terutama sulit mempertahankan keseimbangan di tengah arus.

Dinginnya air sungai, peralatan sederhana, menjaga keseimbangan, hingga sulitnya mengintai ikan kecil, semuanya hanya memberikan tantangan yang seru bagi permainan manyundak. Namun, petualangan tak selesai di manyundak. (Bersambung) (KompasTV/Fauziyah)


Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana
Sumber: