Rabu, 30 Juli 2014

News / Travel

Cuaca Buruk, Hunian Hotel di Trawangan Turun

Jumat, 11 Januari 2013 | 18:13 WIB

Berita Terkait

MATARAM, KOMPAS.com - Cuaca buruk yang melanda perairan di Pulau Lombok akhir-akhir ini mengakibatkan tingkat penghunian kamar hotel di obyek wisata Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air menurun.

Asisten Director of Sales Hotel Vila Ombak Gili Trawangan, Jun Aryasa yang dihubungi dari Mataram, Jumat (11/1/2013), mengatakan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel saat ini rata-rata 40 persen. Salah satu penyebabnya adalah  angin kencang dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran.

"Gelombang tinggi dan angin kencang sejak beberapa hari terakhir menyebabkan para tamu menunda kunjungannya ke Trawangan," ujarnya.

Namun ada juga tamu yang sudah memesan kamar tetap datang. Mereka menggunakan pesawat dari Bali, karena dalam beberapa hari terakhir pelayaran kapal cepat dari Pelabuhan Benoa, Bali ke Gili Trawangan ditutup sementara karena cuaca buruk.

Untuk mengangkut para tamu, Hotel Vila Ombak memiliki pelabuhan sendiri di Teluk Nara, Kecamatan Pemenang, sehingga para wisatawan tidak mengalami kesulitan mencari perahu motor untuk berkunjung ke Gili Trawangan.

"Selama  gelombang tinggi kami mengurangi jumlah penumpang. Kalau sebelumnya kapal cepat  itu diisi tujuh penumpang, sekarang paling banyak empat orang, ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informasi Kabupaten Lombok Utara, Sinar Wugiarno mengatakan penutupan aktivitas penyeberangan kapal cepat yang mengangkut wisatawan dari Bali ke Lombok Utara itu dihentikan sejak Selasa (8/1/2013) karena cuaca buruk.

"Kita menutup sementara pelayaran kapal cepat hingga cuaca memungkinkan. Saat ini cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mencapai tiga hingga empat meter di perairan Selat Lombok. Ini cukup membahayakan keselamatan pelayaran," ujarnya.

Sinar mengatakan, beberapa hari lalu kapal cepat yang mengangkut penumpang dari Senggigi dan Gili Trawangan terpaksa kembali karena diterjang gelombang ketika dalam pelayaran menuju Pelabuhan Benoa, Bali.

Demikian juga pelayaran kapal motor dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan, Meno dan Air untuk sementara dipindahkan ke pesisir pantai Ombak Beleq di Desa Sigar Penjalin, karena gelombang di Pelabuhan Bangsal tidak memungkinkan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

Selama ini wisatawan yang mengunjungi obyek wisata Gili Trawangan, Meno dan Gili Air melalui tiga pelabuhan, yakni Benoa, Bali untuk kapal cepat, serta  menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Teluk Nara dan Bangsal.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : I Made Asdhiana
Sumber: