Senin, 21 April 2014

News / Travel

Dari Jakarta ke Lampung Hanya Rp 81.000

Senin, 14 Januari 2013 | 22:19 WIB

Baca juga

PRINGSEWU, KOMPAS.com - Ramon Y. Tungka bersama tim Kompas TV hari ini Senin (14/1/2013) mulai menjelajahi bumi Sumatera dalam rangka "100 Hari Keliling Dunia", sebuah program yang akan ditayangkan Kompas TV pada bulan Juni 2013 mendatang.

Sebelumnya, di hari Minggu (13/1/2013), Ramon memulai perjalanan dari Jakarta menuju Bandar Lampung melalui jalur darat dan laut. Pertama-tama, Ramon dan tim menggunakan kereta api Kalimaya dari Stasiun Tanah Abang menuju Merak, Jawa Barat. Saat itu, KA Kalimaya terlambat berangkat. Kereta yang dijadwalkan berangkat pada pukul 9.35 WIB, ternyata baru berangkat pukul 10.30 WIB

"Dari Jakarta kan naik kereta api sampai Merak. Di Merak lancar saja. Lalu ke Pelabuhan Merak untuk mengejar (kapal) feri terakhir. Jadi kita naik feri jam dua siang, karena setelah jam dua siang, baru ada jam tujuh malam," tutur Ramon via telepon kepada Kompas.com, Senin (14/1/2013).

Ramon di kereta

Ramon saat di dalam KA Kalimaya. (Foto: Kompas TV/Anggun Wicaksono)

Ramon menceritakan pengalamannya setiba di Pelabuhan Merak. Setiba mereka di Pelabuhan Merak sudah sekitar jam satu siang. Mereka akhirnya sempat tersasar karena harus berlari-lari untuk mengejar feri yang akan berangkat.

"Karena dermaganya banyak banget dan ribet. Dari stasiun (kereta api) sebenarnya nggak jauh, tinggal menyebrang, tapi ke loketnya agak jauh," kata Ramon.

Setelah itu, Ramon memilih kelas ekonomi di kapal feri menuju Pelabuhan Bakaheuni, Lampung. Walau akhir-akhir ini cuaca di Selat Sunda dikabarkan buruk, Ramon mengungkapkan selama di atas kapal, hujan turun gerimis meski terkadang deras juga.

"Gelombang aman. Kadang hujan deras juga," katanya.

Sampai di Pelabuhan Bakauheni sudah pukul 18.00 WIB. Setelah makan dan sholat, Ramon pun melanjutkan perjalanan ke Bandar Lampung dengan bus umum. Bus pun mengantar mereka ke Terminal Rajabasa di Bandar Lampung.

"Sampai jam 10 malam. Terus kita naik ojek buat mencari penginapan. Akhirnya dapat kayak hostel gitu di daerah Raden Intan. Kita sewa dua kamar, total Rp 400 ribu," cerita Ramon.

Memang, sebelumnya Ramon tidak tahu akan menginap di mana. Oleh karena itu, sesampai di Bandar Lampung, mereka harus mencari terlebih dahulu penginapan murah.

Jadi, berapa ongkos yang dikeluarkan Ramon? Berikut perhitungan berdasarkan penuturan Ramon, untuk kereta api dari Tanah Abang-Merak adalah sebesar Rp 30.000 per orang, tiket kapal feri Merak-Bakauheni kelas ekonomi sebesar Rp 11.000, bus umum dari Bakauheni-Rajabasa sebesar Rp 25.000, dan ojek sebesar Rp 15.000.

Berarti, Ramon hanya menghabiskan uang sebesar Rp 81.000 untuk transportasi dari Tanah Abang, Jakarta ke sebuah hotel melati di Bandar Lampung dan memakan waktu kurang lebih 12 jam perjalanan. Sementara itu, pagi tadi, Minggu (14/1/2013), Ramon melanjutkan perjalanan ke Pringsewu untuk sebuah liputan.

Malam ini, ia bersama tim menginap di Pringsewu. Rencananya, besok Ramon akan singgah ke Kotaagung di Kecamatan Tanggamus, Lampung.

Dalam program "100 Hari Keliling Indonesia", Ramon akan memulai perjalanan dari Jakarta, menuju Sumatera, kemudian Kalimantan. Lalu berlanjut ke Sulawesi, Papua, Ambon, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Perjalanan kemudian berakhir di Pulau Jawa, tepatnya kembali di Jakarta.

Tak hanya sekedar panorama dan segala keindahan bumi Indonesia yang akan diangkat. Melainkan juga sisi budaya, masalah sosial, dan masalah lingkungan, sampai problematika transportasi yang dihadapi Ramon selama perjalanan.

Di bawah bendera Kompas TV, program "100 hari Keliling Indonesia" berintegrasi dengan media online Kompas.com, Kompasiana, Tribunews.com dan Harian Tribun. Integrasi tersebut untuk menghadirkan cerita di balik perjalanan tim "100 Hari Keliling Indonesia".

Anda bisa mengikuti Catatan Perjalanan Ramon di Kompas.com, Tribunews.com, dan Harian Tribun. Nantikan tayangan perdana "100 Hari Keliling Indonesia" di Kompas TV pada bulan Juni 2013.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel


Editor : kadek