Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Travel

Gubernur Banten Janjikan Penataan Wisata Pantai Sawarna

Minggu, 12 Mei 2013 | 10:08 WIB

LEBAK, KOMPAS.com - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berjanji untuk mengembangkan dan menata obyek wisata Pantai Sawarna agar lebih banyak menarik kunjungan wisatawan. "Untuk tahap awal ini kemungkinan kita akan bangun dahulu jembatan permanen yang menuju pantai karena pakai jembatan gantung itu tidak layak," kata Ratu Atut Chosiyah saat melakukan kunjungan kerja ke obyek wisata Pantai Sawarna di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Sabtu (11/5/2013).

Ia mengatakan, penataan atau pengembangan wisata Pantai Sawarna juga harus dimulai dari kesadaran warga untuk menjaga keamanan dan kebersihan. Sehingga para wisatawan merasa nyaman datang ke Sawarna yang memiliki potensi wisata pantai yang indah dan beragam obyek wisata lainnya.

Menurut Atut, pihaknya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (DSDAP) siap menampung aspirasi warga untuk membangun jembatan yang layak dan permanen. Sebab jembatan gantung yang dipakai saat ini berbahaya bagi keselamatan warga dan juga wisatawan.

"Nanti akan dibangun jembatan permanen, walapun ada permintaan warga agar jembatan itu jangan dilalui kendaraan roda empat, supaya kendaraan tidak masuk ke pemukiman warga. Nanti silakan oleh dinas terkait bersama kepala desa untuk ditindaklanjuti," katanya.

Selain itu, lanjut Gubernur Banten, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan juga PTPN VIII untuk melakukan inventarisasi lahan yang akan dikembangkan untuk mengembangkan agrowisata di lokasi tersebut. "Pengembangannya seperti apa, nanti akan diserahkan ke badan usaha gabungan antara perusahaan daerah dan juga pihak PTPN VIII," kata Ratu Atut Chosiyah.

Sementara itu Kepala Desa Sawarna, Suhanda mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemprov Banten dan Kabupaten Lebak untuk memperhatikan infrastruktur jalan ke Desa Sawarna supaya meningkatkan kunjungan warga ke Sawarna.

Selama ini, kata Suhanda, dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke Sawarna, warga sangat terbantu secara ekonomi karena mendapatkan masukan pendapatan dengan mendirikan homestay serta berbagai kerajinan yang bisa dijual kepada wisatawan. Selain itu, warga juga memperoleh mata pencaharian seperti menjadi pedagang, pengojek, perajin, pemandu wisata serta penjaga pantai.

"Secara pasti kami belum bisa menghitung pendapatan warga dari wisatawan. Tetapi perkiraan kami omsetnya sekitar Rp 300 juta setiap bulan, bahkan saat musim liburan atau Lebaran bisa mencapai Rp 500 juta," kata Suhanda.

Oleh karena itu, Suhanda meminta dukungan dari Pemprov Banten dan Pemkab Lebak untuk memperhatikan infrastruktur dan juga sarana pendukung lainnya untuk pengembangan obyek wisata Sawarna seperti sarana life guard, penerangan dan pembangunan jembatan yang menuju pantai.

 


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: