"Kongkow" di Tempat Wisata Kuliner Legendaris Lhokseumawe - Kompas.com

"Kongkow" di Tempat Wisata Kuliner Legendaris Lhokseumawe

Kontributor Lhokseumawe, Masriadi
Kompas.com - 17/07/2017, 09:03 WIB
Pedagang sedang menyiapkan dagangan di Jasbret, Lhokseumawe, Sabtu (15/7/2017) malamKompas.com/Masriadi Pedagang sedang menyiapkan dagangan di Jasbret, Lhokseumawe, Sabtu (15/7/2017) malam

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Belajasan rak berjejer di Jalan Merdeka Timur, Kota Lhokseumawe, Sabtu (15/7/2017) malam. Aneka makanan tersedia di sana. Mulai dari kerang rebus, sate, mie aceh, hingga nasi goreng seafood.

Kawasan itu lebih dikenal dengan sebutan Jasbret. Ini singkatan dari warung pertama yang dibuka sekitar tahun 1988 yakni Jasa Beurata. Letaknya strategis, berada persis di pusat kota.

Di depannya, pendopo Bupati Aceh Utara berdiri megah. Tamu pemerintah juga kerap dibawa menikmati jajanan malam di kawasan Jasbret. Malam itu, warung Jasbret sedang tutup. Kawasan ini baru menggeliat setelah ashar hingga dini hari.

Warga sedang kongkow di Jasbret, Lhokseumawe, Sabtu (15/7/2017) malamKompas.com/Masriadi Warga sedang kongkow di Jasbret, Lhokseumawe, Sabtu (15/7/2017) malam

Aneka kursi warna-warni diatur oleh pemilik warung sejak sore. Sejak sore hingga dini hari, mulailah para penikmat kuliner berdatangan. Sebagian membawa tamu yang baru berkunjung ke kota itu. Sebagian lain, warga lokal yang menikmati makanan bersama keluarga.

“Ramai di sini, mungkin karena banyak faktor, salah satunya berada di pusat kota,” kata Abdul, seorang pedagang di kawasan Jasbret.

Dia menyebutkan, tak jarang turis asing juga kongkow di kawasan itu. “Rasanya, kalau belum duduk di Jasbret, maka belum sah berada di Lhokseumawe,” tambahnya lagi.

Masyarakat melihat sate di Jasbret, Lhokseumawe, Sabtu (15/7/2017) malamKompas.com/Masriadi Masyarakat melihat sate di Jasbret, Lhokseumawe, Sabtu (15/7/2017) malam

Pernyataan itu bukan tak beralasan, bisa dibilang Jasbret-lah pusat kuliner pertama malam hari di kota itu. Bahkan, ketika konflik masih terjadi di Aceh, Jasbret tetap menjadi tempat makan paling aman dan nyaman.

Soal harga jangan khawatir, masih sangat terjangkau dompet kaum menengah ke bawah. Misalnya, sate dijual dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per porsi.

“Aneka minuman jus juga tersedia,” kata Abdul.

PenulisKontributor Lhokseumawe, Masriadi
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X