Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Perbatasan Selandia Baru Tetap Tutup Sampai Masyarakat Divaksinasi

KOMPAS.com – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menegaskan bahwa Selandia Baru dan dunia harus kembali ke keadaan yang cukup “normal” sebelum dia membuka kembali perbatasan negara untuk warga negara asing.

Seperti dilansir dari The Guardian, Ardern telah menutup perbatasan Selandia Baru sejak pertengahan Maret 2020.

Pada Selasa (26/1/2021), ia mengatakan bahwa tak akan membuka perbatasan lagi sampai semua masyarakat Selandia Baru sudah “divaksinasi dan terlindungi”. Sebuah proses yang tidak akan berlangsung untuk populasi umum hingga pertengahan tahun ini.

Ardern juga mengatakan keraguannya terkait prospek travel bubble dengan Australia dalam waktu dekat.

Ia mengatakan bahwa dirinya “kecewa” dengan keputusan pemerintah Australia yang mengangguhkan akses bebas karantina bagi warga Selandia Baru selama tiga hari sehubungan dengan kasus penularan dalam komunitas yang terjadi di Northland.

“Selandia Baru hanya akan merasa keadaan sudah kembali ke normal jika ada tingkat normalitas tertentu di belahan dunia lainnya juga,” kata Ardern dalam konferensi pers pasca-kabinet pertamanya tahun ini.

Namun karena adanya risiko yang begitu besar di dunia, serta ketidakpastian peluncuran vaksin secara global, Ardern menyebut bahwa itu akan sangat memengaruhi kebijakan terkait perbatasan Selandia Baru di sepanjang tahun 2021.

“Untuk pariwisata bisa kembali dimulai, kami membutuhkan satu dari dua hal: entah kami membutuhkan kepercayaan diri bahwa dengan divaksinasi. Artinya kamu tidak akan menularkan Covid-19 ke orang lain dan kita belum tahu soal itu,” jelas Ardern.

Hal kedua, sambung dia, adalah butuh cukup banyak masyarakat Selandia Baru yang divaksin dan terlindungi, sehingga orang-orang bisa masuk dengan aman ke Selandia Baru.

Adapun, warga negara Selandia Baru masih bisa kembali ke Selandia Baru. Namun, mereka harus melalui karantina di fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah selama dua minggu.

Setelahnya, mereka harus melakukan dua kali tes Covid-19 dan menunjukkan hasil negatif. Kedua tes tersebut merupakan tambahan selain hasil negatif tes yang sudah dilakukan sebelum keberangkatan ke Selandia Baru.

Beberapa warga negara asing diberikan pengecualian untuk bisa masuk ke Selandia Baru. Hanya jika mereka memiliki keahlian khusus yang tidak bisa ditemukan di warga lokal.

Atau jika mereka merupakan anggota keluarga atau memiliki pasangan warga negara Selandia Baru.

“Sementara itu, kami akan terus mengejar travel bubble dengan Australia dan Pasifik. Namun, melakukannya dengan seluruh dunia hanya aka menimbulkan risiko yang terlalu besar bagi kesehatan dan ekonomi kami di tahap ini,” terang Ardern.

Ia pun mengajak masyarakat Selandia Baru untuk tetap bersatu. Bahwa mereka bisa melakukan hal bagus yang sama di tahun 2021 ini, seperti yang mereka lakukan pada 2020 lalu.

Sebelumnya, seperti dilansir Travel and Leisure, Selandia Baru mengumumkan bahwa mereka akan memberikan vaksinasi gratis pada warganya. Termasuk juga negara-negara tetangga seperti Tokelau, Kepulauan Cook, Niue, Samoa, Tonga, dan Tuvalu.

Dilaporkan, Selandia Baru masih menunggu persetujuan terhadap vaksin pertama mereka, sehingga proses peluncuran pasti akan memakan waktu.

Dalam video yang ia unggah ke Instagram setelah konferensi pers, Ardern mengatakan bahwa persetujuan regulasi akan muncul paling cepat Rabu (3/2/2021). Namun, masih diperlukan waktu tunggu untuk pengiriman dosis-dosisnya.

“Kami tahu ada banyak negara yang berada dalam situasi jauh lebih buruk dari Selandia Baru. Hal yang benar adalah mereka diprioritaskan karena besarnya kehilangan mereka,” kata Ardern dalam video tersebut.

Tak seperti negara-negara lain yang menuntut jumlah dosis, Ardern menyebut bahwa strategi peluncuran vaksin mereka akan berbeda karena keunikan bangsa mereka.

“Selandia Baru sedikit berbeda dari negara-negara lain. Banyak negara lain yang memprioritaskan orang-orang yang lebih tua dan tenaga kesehatan. Pekerja yang paling berisiko di Selandia Baru adalah pekerja perbatasan kami.”

“Kami tahu kebijakan perbatasan kami sangat ketat, tapi itu untuk menjaga semua orang tetap aman. Dan itu akan terus berlanjut di masa depan,” tegas Ardern dalam video IGTV tersebut.

Pada Senin (25/1/2021), Australia menangguhkan perjanjian bebas karantina dengan Selandia Baru selama tiga hari setelah ditemukannya satu kasus komunitas Covid-19 yang muncul di Northland.

Penangguhan tersebut kemudian diperpanjang lagi pada Kamis (28/1/2021) selama tiga hari hingga Minggu (31/1/2021) akibat ditemukannya kasus baru pada seorang wanita yang menjalani karantina di Auckland, yang terkait dengan varian baru virus corona Afrika Selatan.

Artinya, warga Selandia Baru yang tiba di Australia dalam periode tersebut harus melalui karantina di hotel selama 14 hari.

Ardern mengatakan bahwa dirinya “kecewa” dengan keputusan yang diambil Perdana Menteri Australia Scott Morrison tersebut.

Dan ia menyebut akan membutuhkan kepastian lebih lanjut bahwa “pemberitahuan singkat tentang penutupan perbatasan” tidak akan terjadi.

https://travel.kompas.com/read/2021/01/29/190700127/perbatasan-selandia-baru-tetap-tutup-sampai-masyarakat-divaksinasi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke