Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Persiapan Sebelum Mendaki Gunung Marapi, Perhatikan Kondisi Fisik

KOMPAS.com - Mendaki gunung butuh persiapan yang matang guna meminimalisasi risiko yang ada, terutama jika hendak mendaki gunung berapi yang masih aktif. Salah satunya Gunung Marapi di Sumatera Barat. 

Kepada Kompas.com, David Ditama, salah satu penyedia jasa pemandu pendakian gunung di Sumatera Barat bernama Algumara menyampaikan beberapa persiapan yang perlu diperhatikan sebelum mendaki Gunung Marapi. Berikut selengkapnya:

  • Erupsi Gunung Marapi di Sumbar, Jalur Pendakian Ditutup
  • 5 Perbedaan Gunung Marapi dan Merapi, Jangan Salah 

Persiapan sebelum mendaki Gunung Marapi

Menurut David, para pendaki perlu mempersiapkan diri baik dari segi internal maupun eksternal.

Persiapan internal

Persiapan internal yang dimaksud dalam hal ini yaitu persiapan yang berhubungan dengan diri masing-masing pendaki.

"Persiapan internal itu seperti fisik kita, apakah dalam kondisi baik atau tidak, hanya kita yang tahu. Kalau sedang tidak baik, jangan melakukan pendakian, walaupun cuacanya mendukung, sebaiknya tidak usah (mendaki)," kata David kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (5/12/2023).

Selanjutnya, pendaki wajib menyiapkan perlengkapan pribadi yang hendak dibawa saat mendaki.

Beberapa perlengkapan ini meliputi jaket, kantong tidur (sleeping bag), jas hujan, tenda, alat makan, sandal, dan sepatu gunung.

Sebagai informasi, Gunung Marapi mengalami erupsi pada Minggu (3/12/2023). Dilaporkan oleh Kompas.com, Selasa (5/12/2023), peristiwa tersebut mengakibatkan 22 pendaki meninggal dunia.

David mengatakan, apabila jalur pendakian Gunung Marapi kembali dibuka pascaerupsi, ia menyarankan pendaki untuk membawa kertas tahan panas sebagai perlengkapan wajib sebelum mendaki.

Kertas tahan panas ini penggunaannya seperti kantung tidur, terbuat dari kertas model plastik yang bisa menahan panas apabila terjadi erupsi.

"Kalau ada kertas tahan panas itu, mestinya kita bisa terlindungi. Kalau tidak sempat lari, di mana pun kita berada, kita pasrah kita pakai itu," katanya.

Selain itu, izin sebelum mendaki juga wajib dikantongi setiap pendaki sebelum mendaki Marapi. Izin mendaki salah satunya bisa melalui orang terdekat, seperti orangtua.

Selain persiapan internal, ada pula persiapan eksternal yang harus diperhatikan yakni terkait persiapan menghadapi medan jalur pendakian, serta cuaca saat mendaki.

"Di Sumatera Barat sekarang kondisinya hujan, otomatis persiapannya harus dua kali lipat dari kondisi normal atau kondisi panas. Entah itu dari segi obat, makanan, dan jaket yang dibawa," ucap David.

Tidak hanya itu, pendaki wajib mengenali kontur pendakian yang akan ditempuh. Misalnya untuk kontur yang cukup landai bisa mengambil jalur Batu Palano atau jalur Koto Baru.

Sementara itu, untuk medan yang cenderung terjal bisa mengambil jalur Aia Angek dan jalur Pariangan.

"Paling penting kita harus pelajari dulu kita mau ke mana, naik lewat jalur mana, konturnya seperti apa, estimasinya berapa lama sehingga kita udah bisa menyusun manajemen waktu," tutur David.

Kemudian, pendaki wajib mengetahui dan mematuhi aturan yang ada di jalur pendakian. Salah satunya yaitu hanya boleh mendaki sampai radius tiga kilometer dari puncak demi keselamatan.

"Mempelajari tujuan itu penting, kemudian larangannya. Contohnya kalau ke Marapi tidak boleh memetik (bunga) edelweiss, tidak boleh berkemah di puncak," ujar David.

https://travel.kompas.com/read/2023/12/06/190300627/persiapan-sebelum-mendaki-gunung-marapi-perhatikan-kondisi-fisik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke