Menyusuri Sungai Chao Phraya

Kompas.com - 24/05/2011, 17:50 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com  — Selain kemegahan kota dan candi-candinya yang agung, Bangkok juga terkenal akan sungainya yang legendaris, Sungai Chao Phraya. Sungai ini menjadi sarana transportasi yang vital sejak kota Bangkok didirikan tahun 1782.

Sungai Chao Phraya merupakan pertemuan empat sungai kecil, Ping, Wang, Yom, dan Nan, di daerah Nakhon Sawan yang berada di wilayah utara Thailand. Panjang Sungai Chao Phraya diperkirakan mencapai 300 kilometer hingga bermuara di Teluk Thailand. Sepintas sungai ini mirip dengan Sungai Musi di Kalimantan.

Sungai Chao Phraya berfungsi mulai dari untuk irigasi, pasar terapung, hingga tulang punggung transportasi penduduk di sekitar melalui kanal-kanal yang ada. Kanal-kanal tersebut terhubung hingga ke kampung-kampung hingga suatu waktu kota ini dijuluki sebagai Venesia di Timur.

Dari pusat kota, Anda bisa mencapai Sungai Chao Phraya dengan kereta dalam kota seperti monorel yang dikelola oleh Bangkok Transit System (BTS). Tiketnya seharga 20 bath (1 bath sekitar Rp 300). Dalam waktu singkat, Anda bisa mencapai dermaga sungai.

Bila menginap di kawasan backpacker, Khao San Road, Anda cukup berjalan kaki sekitar 30 menit menuju tepi sungai melewati taman kota dan juga istana raja, The Grand Palace, yang memang berdiri megah di pinggir sungai.

Atau Anda bisa mengagendakan berlayar di Sungai Chao Phraya setelah mengunjungi Kuil Wat Pho atau Temple of Sleeping Buddha yang terletak di samping The Grand Palace. Di dalam kuil ini terdapat patung Buddha bersepuh emas berukuran raksasa sepanjang 46 meter dan tinggi 15 meter.

Ketika berkunjung ke Bangkok, akhir Mei lalu, saya memilih menyusuri Sungai Chao Phraya dengan tourist boat, semacam bus air yang bisa menampung puluhan penumpang. Namun, ada berbagai pilihan kapal, mulai dari perahu berukuran kecil, sedang, hingga kapal cruise yang ber-AC untuk wisatawan berduit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di siang hari kita bisa menikmati berbagai hal dari atas perahu karena berbagai obyek wisata menarik terletak di pinggiran Sungai Chao Phraya yang memang membelah kota Bangkok ini. Walaupun airnya berwarna kecoklatan, sungainya relatif bersih dari sampah.

Deretan hotel bintang lima, seperti JW Marriott, Shangri-La, Royal Orchid Sheraton, atau Mandarin Oriental, berada di sekitar sungai. Belum lagi berbagai gedung kampus, gedung teater, dan museum nasional.

Para pelancong juga bisa memilih paket pelayaran untuk bisa mampir sejenak di Kuil Wat Arun yang terkenal itu. Kuil yang memiliki pagoda dengan tinggi sekitar 80 meter ini sangat cantik dilihat pada saat matahari akan terbenam.

Ada berbagai jenis paket pelayaran yang ditawarkan. Ada yang beberapa jam, ada pula yang sampai setengah hari dengan harga bervariasi 20-150 bath. Bila mengambil paket, Anda akan dibawa mengunjungi beberapa obyek wisata menarik.

Sungai Chao Phraya juga bisa dinikmati pada malam hari. Bahkan, Anda bisa merasakan kemewahan makan malam all you can eat alias prasmanan di atas sungai dengan merogoh kocek sekitar 1.300 bath.

Pada malam hari, pemandangan yang tersaji tentu lebih indah lagi karena temaram cahaya lampu yang terpantul di sungai menimbulkan perasaan romantis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara akibat Varian Omicron

Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara akibat Varian Omicron

Travel Update
Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.