Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semangkuk Tauto di Pasar Sayun

Kompas.com - 13/07/2011, 15:46 WIB

KOMPAS.com -  Terik mentari musim kemarau bak membakar Kota Pekalongan pada Sabtu lalu. Tapi, ajakan karib saya, Mardiyah, untuk mencicipi makanan khas kota di pesisir pantai Utara Jawa Tengah itu menyingkirkan keluhan saya soal betapa panasnya hawa di kota itu. "Kalau belum coba tauto di Pasar Sayun, belum ke Pekalongan namanya," kata Mardiyah yang memang wong asli Pekalongan.

Kebetulan, waktu saya masih luang di kota itu selepas tugas jurnalistik Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) yang keempat di Pasar Grogolan. Pasar terbesar kedua di Kota Pekalongan itu menjadi pasar percontohan kerja sama antara Yayasan Danamon Peduli berikut Pemerintah Kota Pekalongan. 

Jadilah, kami tiba di Pasar Sayun di warung soto tauco Haji Rohmani. Warung itu ada di pojokan pasar. Bersatu dengan berbagai kios mulai dari kios ikan hias, sandal jepit, hingga tempat reparasi kulkas. Beberapa bangku panjang berjajar di situ. Saat itu warung tengah penuh sesak lantaran banyak pengunjung bersliweran, makan dan minum.

Soto tauco atau kerap diakronimkan menjadi tauto sejatinya mengandung racikan bahan dan bumbu sederhana. Lazim dengan berbagai bumbu soto macam bawang, lengkuas, garam, cabai, dan lainnya. Tauto menjadi khas lantaran ada tauco di dalamnya. Tauco berbahan dasar kedelai putih yang direbus kemudian dihaluskan dan diaduk dengan terigu. Bahan itu selanjutnya dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi).

Kemudian, proses fermentasi bisa dilakukan dengan perendaman di air garam. Usai begitu, bahan tersebut dijemur di panas mentari selama beberapa minggu sampai keluar aroma khas tauco. Pada akhirnya, rendaman berubah menjadi coklat kemerahan.

Tak cuma itu, pada pertengahan prosesnya, rendamannya sering mengeluarkan bau yang menyengat seperti ikan busuk atau bau terasi. Beberapa produsen tauco tradisional mengatakan air rendaman bisa diolah menjadi kecap. Sementara, endapan inilah yang disebut tauco.

Menurut Hj Suntayah, yang kini meneruskan usaha almarhum suaminya, Haji Rohmani, bersama putri semata wayangnya, Tuti, semangkuk tauto berkuah agak kental bisa dinikmati dengan nasi hangat maupun lontong. "Kalau mau manis, bisa ditambah kecap manis. Yang suka pedas, silakan tambah sambal," kata Suntayah.

Buat saya, lalu, tauto terasa segar di mulut, komplit dengan rasa tauco yang dominan. Berlemak memang makanan itu. Tapi, tauto cukup membuat saya merasa tak kekenyangan. Pas rasanya!

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketua PHRI Sebut Perkembangan MICE di IKN Masih Butuh Waktu Lama

Ketua PHRI Sebut Perkembangan MICE di IKN Masih Butuh Waktu Lama

Travel Update
Astindo Nilai Pariwisata di Daerah Masih Terkendala Bahasa Asing

Astindo Nilai Pariwisata di Daerah Masih Terkendala Bahasa Asing

Travel Update
Kereta Api Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation Mulai 1 Mei 2024

Kereta Api Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation Mulai 1 Mei 2024

Travel Update
Deal With Ascott 2024 Digelar Hari Ini, Ada Lebih dari 60 Properti Hotel

Deal With Ascott 2024 Digelar Hari Ini, Ada Lebih dari 60 Properti Hotel

Travel Update
4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

Jalan Jalan
3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

Hotel Story
Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Jalan Jalan
Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Jalan Jalan
Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Travel Tips
4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

Jalan Jalan
Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Travel Tips
8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

Travel Tips
Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com